HaiBunda

MOM'S LIFE

Gejala dan Pemicu Sexomnia, Ganguan Seks yang Terjadi saat Tidur

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Rabu, 15 Sep 2021 20:05 WIB
Ilustrasi Seks/Foto: Getty Images/iStockphoto/tommaso79
Jakarta -

Hubungan seksual adalah salah satu penunjang keharmonisan pernikahan, Bunda. Meski begitu, ternyata ada berbagai macam penyimpangan seks yang kerap terjadi. Salah satunya masalah sexomnia.

Melansir dari laman Healthline, sexomnia merupakan salah satu gangguan seks yang dilakukan saat tidur. Orang dengan sexomnia mengalami perilaku seksual kala tidur mulai dari masturbasi hingga melakukan hubungan seks.

Sementara itu, ternyata kondisi sexomnia terbilang baru, Bunda. Kasus resmi yang pertama kali dilaporkan bahwa berada di tahun 1986.


Dikutip dari laman Medical News Today, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 menjelaskan ada sekitar 94 kasus seks tidur yang telah dilaporkan di seluruh dunia. Kondisi ini termasuk kondisi yang sangat sulit dipelajari karena terjadi secara acak.

Tak hanya melibatkan diri sendiri, kondisi sexomnia juga dapat melibatkan orang lain, Bunda. Misalnya saja sentuhan diri, gerakan seksual, bahwa mencari keintiman dari orang lain tanpa sadar.

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitar, Bunda.

Meski begitu, sexomnia masih memiliki gejala yang diperlihatkan, Bunda. Misalnya saja membelai atau mengusap, mengerang, napas berat, detak jantung meningkat, berkeringat, dan masturbasi.

Ada pula gejala lainnya seperti berikut ini:

  • Dorongan untuk memulai foreplay dengan orang lain
  • Orgasme spontan
  • Tidak mengingat tentang peristiwa seksual yang terjadi
  • Tatapan kosong
  • Tidak responsif terhadap lingkungan luar
  • Ketidakmampuan atau kesulitan bangun dari tidur
  • Penolakan aktivitas seksual di siang hari ketika sepenuhnya sadar
  • Berjalan sambil tidur atau berbicara

Sama seperti gangguan tidur lainnya, sexomnia bisa dikatakan terjadi lantaran adanya gangguan saat otak bergerak di antara siklus tidur nyenyak, Bunda. Gangguan ini kemudian bisa juga disebut sebagai Confusion Arousals (CAs).

Meski begitu, penyebab pasti dari sexomnia belum diketahui. Penelitian-penelitian menemukan bahwa hal ini bisa terjadi lantaran adanya kondisi medis, kebiasaan gaya hidup, pekerjaan, hingga obat-obatan.

Nyatanya, ada beberapa hal yang dipercaya bisa menjadi pemicu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sexomnia. Kira-kira apa saja pemicunya ya, Bunda?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, saksikan juga video 7 kebiasaan yang turunkan performa seks berikut ini:



(mua/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Parenting Annisa Karnesyia

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

Mom's Life Amira Salsabila

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Parenting Kinan

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK