sign up SIGN UP search


moms-life

Kasus COVID-19 RI Kembali Naik, Ini Kata Kemenkes soal Vaksin Dosis 4

Mutiara Putri   |   Haibunda Sabtu, 18 Jun 2022 15:57 WIB
Young doctor giving COVID 19 vaccine to young woman at home caption
Jakarta -

Akhir-akhir ini kasus COVID-19 di Indonesia kembali naik, Bunda. Oleh karena itu, Bunda tetap tidak boleh lengah meski pemerintah masih melonggarkan aturan untuk beraktivitas di luar rumah.

Ternyata melonjaknya angka COVID-19 di Indonesia ini karena adanya hasil mutasi Omicron yang disebut dengan Omicron BA.4 dan BA.5. Hal ini diungkapkan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengatakan masyarakat harus terus meningkatkan vaksinasi booster untuk bersiap menerima gelombang berikutnya.

"Vaksinasi booster harus ditingkatkan terus. Karena sekarang kan sudah bulan Juni-Juli, semua negara sudah siap-siap ada gelombang berikutnya," kata Budi di konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, beberapa waktu lalu.


Gejala yang terlihat dari Omicron BA.4 dan BA.5 ini mirip dengan Omicron pada umumnya, Bunda. Namun, gejala yang paling sering dilaporkan yakni batuk sebanyak 89 persen dan fatigue atau kelelahan sebanyak 65 persen.

Tak hanya itu, imbas dari masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ke Indonesia membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah vaksinasi tiga dosis cukup untuk melawan virus tersebut?

Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penganganan COVID-19, Alexander K Ginting, mengatakan, vaksinasi COVID-19 memang terbukti efektif bisa menekan kasus COVID-19, khususnya di Indonesia, Bunda. Hal ini bisa dibuktikan dengan kondisi Indonesia yang jauh lebih baik di 2022 daripada tahun 2021.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan hal kemajuan yang dirasakan oleh RI tak akan bisa tercapai tanpa adanya imunisasi dua dosis vaksin.

"Sudah terbukti bahwa vaksinasi (dosis) 1 dan 2 itu bisa menurunkan kasus. Kita lihat dibandingkan 2021, 2022 relatif lebih baik. Kemudian setelah kita menyelesaikan vaksinasi kedua, ternyata juga imunitas sero positif lebih tinggi," ujarnya dalam siaran langsung 'Awas, Omicron Kembali Mengintai Indonesia', beberapa waktu lalu.

Meski vaksin terbukti efektif menjaga masyarakat dari virus COVID-19, pihaknya belum memikirkan pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat. Hal ini karena cakupan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga masih terbatas di Indonesia.

Untuk wilayah luar Jawa-Bali seperti Sumatera dan Kalimantan, cakupan booster masih berada di angka 20-28 persen, Bunda. Bukan karena keterlambatan Dinas Kesehatan setempat, tetapi karena rendahnya antusiasme masyarakat terhadap vaksin booster.

Lantas berapa cakupan vaksinasi booster di wilayah pulau Jawa dan Sumatera ya, Bunda?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

(mua/mua)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!