sign up SIGN UP search


moms-life

Paxlovid Obat COVID-19 Disetujui BPOM, Efikasi Capai 89 Persen Bun

Tim HaiBunda   |   Haibunda Senin, 18 Jul 2022 15:36 WIB
Province of Florence, Italy, 7th December 2021, close up of the pill anti covid by Pfizer, called Paxlovid. caption
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kasus tertinggi dilaporkan pada Sabtu (16/7/2022), Bunda. Total 4.329 kasus positif sejak kemunculan Omicron BA.4 dan BA.5

Kemunculan subvarian Omicron BA.5 memang menambah kekhawatiran. Sebab, subvarian ini disebut-sebut jauh lebih menular dibandingkan varian Omicron sebelumnya. Belum lama, sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Nature kembali mengungkap satu fakta terkait Omicron BA.5. Di dalamnya menunjukkan bahwa BA.5 empat kali lebih kebal atau resisten terhadap vaksin COVID-19.

Studi itu menemukan bahwa subvarian tersebut kebal terhadap vaksin jenis mRNA, yang mencangkup vaksin COVID-19 yang diproduksi Pfizer dan Moderna.


Akan tetapi, seiring dengan kenaikan kasus signifikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) baru-baru ini menyetujui obat COVID-19 baru untuk pasien Corona. Obat tersebut adalah obat paxlovid berbentuk tablet besutan Pfizer.

Paxlovid terdiri dari Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg. Obat COVID-19 ini terbukti bermanfaat mencegah risiko rawat inap dan kematian akibat COVID-19, Bunda.

"Paxlovid yang disetujui berupa tablet salut selaput dalam bentuk kombipak, yang terdiri dari Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati COVID-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju COVID-19 berat," papar Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, baru-baru ini.

Menurut laporan BPOM, hasil uji klinik fase dua dan tiga menunjukkan Paxlovid memiliki efikasi 89 persen pada pasien dewasa COVID-19 yang tidak dirawat di rumah sakit dengan komorbid (penyakit penyerta), sehingga berisiko berkembang menjadi parah.

Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal, Bunda.

Meski demikian, BPOM akan terus memantau distribusi obat agar mencegah penggunaannya secara ilegal. Obat COVID-19 tersebut harus dikonsumsi berdasarkan rekomendasi dokter.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

(aci/som)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!