moms-life
5 Fakta Omicron Centaurus yang Sudah Masuk ke Indonesia, Ini Gejalanya
HaiBunda
Kamis, 21 Jul 2022 17:20 WIB
Baru-baru ini dunia kembali digemparkan dengan laporan adanya subvarian Omicron, yakni Omicron BA.2.75 atau Omicron Centaurus, Bunda. Varian ini pertama kali terdeteksi di negara India pada awal bulan Mei lalu.
Kementerian Kesehatan RI menyatakan subvarian Omicron Centaurus sudah memasuki Indonesia. Hingga kini sudah ada tiga kasus yang dilaporkan.
Meski begitu, Menkes Budi memastikan kenaikan kasus di Indonesia mirip dengan tren COVID-19 di India. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang sudah memiliki lebih dari 100 ribu kasus.
"Kalau kita bandingkan dengan negara lain, India kenaikannya kayak kita sedikit, justru BA.4 dan BA.5 yang ada di Inggris, Portugal, Amerika, Jepang itu yang tinggi, Prancis sama Amerika, sudah di atas 100 ribu kasus, Singapura, Jepang," kata dia saat ditemui di RS Kanker Dharmais, Selasa (19/7/2022), dilansir detikcom.
Fakta Omicron Centaurus
Ada beberapa fakta menarik menyangkut Omicron Centaurus yang bisa Bunda perhatikan, nih. Kalau penasaran, berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya dari berbagai sumber.
1. Disebut sebagai cucu Omicron awal
Sebelumnya, sekitar 80 persen kasus COVID-19 di Amerika Serikat didominasi dari Omicron varian BA.5, Bunda. Namun, baru-baru ini para ahli mengatakan ada subvarian baru yang lebih mengkhawatirkan, yakni BA.2.75.
"Ini adalah varian lain yang diturunkan dari Omicron versi BA.2," ungkap Dr. Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Tohns Hopkins, dikutip Healthline.
Sementara itu, seorang Ahli Mikrobiologi dan Direktur Virologi Klinis di Mayo Clinic Minnesota, Matthew Binnicker, Ph.D, menyebut varian Omicron Centaurus sebagai cucu dari Omicron versi awal.
"Saya suka menyebutnya sebagai cucu dari strain Omicron asli," ujarnya.
Para ahli mengungkapkan Omicron Centaurus sangat menular dan mungkin bisa melewati kekebalan sebelumnya. Meski begitu, memakai masker dan vaksinasi merupakan tindakan pencegahan yang baik untuk dilakukan.
Klik baca halaman berikutnya untuk melihat fakta lainnya yuk, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Lihat juga video makanan yang harus dihindari agar tak rentan terkena Omicron berikut ini:
FAKTA OMICRON CENTAURUS YANG LAINNYA
Ilustrasi Omicron Centaurus/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
2. Gejala Omicron Centaurus
Merangkum dari laman Mirror, ada beberapa gejala Omicron Centaurus yang mungkin muncul dari mereka yang terinfeksi, Bunda. Berikut ini adalah deretannya:
- Suhu tubuh tinggi atau menggigil (merasa panas saat menyentuh dudu dan punggung)
- Batuk terus menerus (lebih dari satu, tiga, hingga 24 jam)
- Kehilangan indra penciuman
- Sesak napas
- Merasa lelah
- Merasa sakit di tubuh
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau berair
- Kehilangan selera makan
- Diare
Di Indonesia sendiri salah seorang pasien yang terkonfirmasi berada di wilayah Bali, Bunda. Satgas Penanganan COVID-19 pun membeberkan kondisi terkini pasien.
"Tidak ada yang sampai sakit. Ini kan dampak positif dari vaksinasi, jadi kita bisa saja terinfeksi tapi kita sudah vaksinasi," kata Ketua Harian Satgas COVID-19, Dewa Made Indra, di kantor DPRD Bali, dikutip CNN.
Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengatakan bahwa gejala yang muncul serupa dengan yang ditemukan pada pasien Omicron BA.4 dan BA.5.
"Sama saja (dengan BA.4 dan BA.5), (gejalanya) masih ringan," ujar Syahril.
3. Negara yang teridentifikasi
Setelah kemunculannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus melakukan pemantauan dari Omicron Centaurus ini, Bunda. WHO pun mengungkap penyebaran varian ini sangat cepat di India dan terdeteksi di negara lainnya.
Menurut data pelacakan dari GISAID yang disusun oleh Raj Rajnarayan, PhD, Asisten Dekan Penelitian dan Profesor di Arkansas State University, subvarian telah terdeteksi di lebih dari selusin negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Beberapa kasus yang diidentifikasi sebagai BA.2.75 telah terdeteksi di California, Washington, Illinois, New York, North Carolina, Texas dan Wisconsin.
Meski begitu, para ahli mengatakan mereka perlu melakukan penelitian, pengujian, dan pengawasan untuk mengetahui penyebaran dan seberapa lazim hal ini.
"Jumlah sampel yang diuji di laboratorium kalau diurutkan jauh lebih sedikit hari ini dibandingkan Januari dan Februari. Itu karena banyak orang mengambil tes di rumah dan bahkan tidak melakukan tes di laboratorium klinis," kata Matthew Binnicker kepada Healhline.
Simak fakta lainnya di laman berikutnya ya, Bunda!
FAKTA OMICRON CENTAURUS YANG LAINNYA
Ilustrasi Omicron Centaurus/Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13
4. Varian yang jadi perhatian
Para pejabat di WHO mengatakan Omicron Centaurus menjadi salah satu varian yang menjadi perhatian dan akan terus melakukan pemantauan. Hal ini karena Omicron Centaurus memiliki mutasi pada protein lonjakan mereka.
"BA.2.75 memiliki mutasi tambahan di atas apa yang ada pada BA.5, jadi lebih banyak lagi perubahan pada protein lonjakan itu," kata Matthew.
Meski begitu, beberapa ahli mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui dan memastikan apa yang mungkin dilakukan oleh subvarian ini, Bunda. Para ahli belum bisa memastikan bagaimana varian ini bisa menyerang serta seperti apa perbandingannya dengan varian BA.5.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir terlalu dini untuk mengatakan ini (Omicron Centaurus) mengkhawatirkan karena tidak jelas bagaimana varian ini akan bersaing dengan BA.5," papar Dr. Amesh Adalja, dikutip Healthline.
5. Hal yang perlu dilakukan
Para ahli mengatakan penggunaan masker dan melakukan vaksinasi masih menjadi tindakan efektif yang bisa dilakukan. Menurut Matthew, vaksinasi memang tidak bisa melindungi diri sepenuhnya, namun bisa menurunkan gejala ketika terserang varian ini.
"Kami telah belajar bahwa vaksinasi tidak melindungi Anda, terutama jangka panjang, agar tidak terinfeksi lagi atau terinfeksi untuk pertama kalinya. Namun, vaksinasi membuat jumlah pasien yang lebih sedikit di rumah sakit," kata Matthew.
"Jumlah yang menderita penyakit parah dan berakhir dalam perawatan intensif dengan ventilator dan pasien meninggal juga lebih sedikit," tambahnya kemudian, dikutip Healthline.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
7 Gejala COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Salah Satunya Sakit Kepala
Mom's Life
Kasus COVID-19 Naik Lagi,'Biang Keroknya' Ternyata Tak Hanya Varian Baru
Mom's Life
Pasien Omicron Bisa Sembuh Cepat atau Lambat, Ini Penjelasan Dokter Paru
Mom's Life
7 Hal yang Perlu Dilakukan Jika Bunda atau Keluarga Positif COVID-19 Varian Omicron
Mom's Life
4 Gejala Omicron pada Pasien yang Sudah Divaksin & Booster
7 Foto
Mom's Life
7 Foto BCL Isoman Usai Positif COVID-19, Hibur Diri Berjemur Bareng Teman
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
