HaiBunda

MOM'S LIFE

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat Meski 99 Persen Warga RI Punya Antibodi, Kenapa?

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 03 May 2023 20:05 WIB
Kasus COVID-19 Kembali Meningkat Meski 99 Persen Warga RI Punya Antibodi, Kenapa?/ Foto: iStock
Jakarta -

Kasus COVID-19 harian di Indonesia kembali meningkat, Bunda. Padahal, kasus 99 persen warga RI punya antibodi.

Data terbaru per Selasa (2/5/23) menunjukkan temuan 1.379 kasus COVID-19 di Indonesia. Data juga mengungkap ada 1.019 kasus sembuh dan 28 pasien meninggal dunia.

Sebelumnya, kasus baru COVID-19 di Indonesia juga sempat menembus 2 ribu per hari. Pada Jumat (28/4/23), terdapat 2.067 kasus baru dengan 38 kasus kematian. Sedangkan pada Sabtu (29/4/23), ditemukan 2.074 kasus baru dengan 14 kematian.


Pada Februari 2023, Kementerian Kesehatan RI melaporkan 99 persen kematian masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap virus COVID-19. Angka ini mengaccu pada riset bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Lalu mengapa kasus COVID-19 di RI bisa meningkat lagi?

Beberapa waktu lalu, Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril Kemenkes RI Mohammad Syahril mengatakan bahwa tingkat antibodi seseorang memang bisa turun seiring waktu, Bunda. Inilah mengapa suntikan vaksinasi COVID-19 booster dibutuhkan. Seperti diketahui, saat ini pemerintah telah memberikan dua dosis booster vaksin.

"Sehingga booster itu baik 1 maupun 2 dengan maksud memberikan tambahan lagi antibodinya agar tambahan lagi ke yang diinginkan tadi," ujar Mohammad Syahril.

Kemenkes memberikan imbauan terkait proteksi kesehatan (prokes) karena kenaikan COVID-19 yang terjadi belakangan ini. Prokes ini termasuk menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, memerhatikan kesehatan dan daya tahan tubuh, mematuhi aturan yang berlaki, serta mengingatkan sesama untuk disiplin dalam menerapkan pola hidup bersih.

Nah, terkait antibodi, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Syarifah Liza Munira, juga sempat menegaskan bahwa setiap orang memiliki kadar antibodi yang berbeda. Ia juga mengatakan soal kaitan vaksin dan risiko keparahan jika seseorang terkena COVID-19. Seperti apa penjelasannya?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Simak juga aturan dan kombinasi vaksin booster COVID-19, dalam video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Wabah Ebola Bikin Bumil Takut ke Rumah Sakit, Angka Kematian di Kongo Naik Hampir 70 Persen

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Kebiasaan Parenting Ini Dapat Merusak Rasa Percaya Diri Anak

Parenting Kinan

Bikin Bangga! Aksara Anak Raditya Dika Raih Medali di Southeast Asian Mathematical Olympiad

Parenting Annisa Karnesyia

Vanessa Trump Nyatakan Bebas Kanker Payudara hanya 6 Bulan setelah Diagnosis

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

5 Kekuatan Tersembunyi Orang Introvert yang Sering Tak Disadari Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Rumah Tasya Farasya Retak, Ini Penjelasan Eks Kontraktor soal Pembangunannya

Wabah Ebola Bikin Bumil Takut ke Rumah Sakit, Angka Kematian di Kongo Naik Hampir 70 Persen

7 Kebiasaan Parenting Ini Dapat Merusak Rasa Percaya Diri Anak

7 Potret Raoul Anak Bungsu Ferry Salim yang Kini Jadi Model

Bikin Bangga! Aksara Anak Raditya Dika Raih Medali di Southeast Asian Mathematical Olympiad

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK