MOM'S LIFE
7 Hal yang Bisa Bunda Lakukan ketika Suami Kecanduan Judi Online
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 12 Jun 2024 16:30 WIBBelakangan ini masyarakat dikejutkan dengan kabar seorang istri membakar suaminya hingga meninggal. Usut punya usut, hal tersebut dipicu oleh kekesalan sang istri karena suaminya kecanduan judi online.
“Kejengkelan istri itu tadi ya karena memang perilaku almarhum ini menghabiskan uang yang harusnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga habis dipakai untuk jadi judi,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, dikutip dari laman detikcom, Rabu (12/6/2024).
Judi online memang menarik perhatian banyak orang dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa, namun hal tersebut juga tak jarang menimbulkan kerugian bagi sebagian orang. Jika itu terjadi pada orang yang telah berumah tangga, mungkin bukan hal yang mudah. Sebab, kerugian pada judi online akan menimbulkan beragam masalah dalam rumah tangga, terutama soal keuangan.
7 Hal yang bisa Bunda lakukan ketika suami kecanduan judi online
Psikolog Klinis Dewasa, Syifa Zunuraina, M.Psi., mengatakan kecanduan judi online sangat berpotensi menimbulkan beberapa kerugian dalam suatu rumah tangga.
“Yang pertama, akan ada kerugian finansial. Ketika sudah ada istilah ‘kecanduan’, maka ini indikasi bahwa perilaku tersebut sudah sulit dikendalikan dan pecandu akan cenderung melakukan judi tanpa pikir panjang, akhirnya tidak mempertimbangkan kesehatan finansial keluarga,” ujar Syifa kepada HaiBunda.
Dalam hal ini, Syifa juga membagikan beberapa cara yang dapat Bunda lakukan sebagai istri ketika mengetahui suami kecanduan judi online. Berikut di antaranya:
1. Hindari menyalahkan diri sendiri
Syifa mengatakan Bunda memiliki hak untuk merasa aman, baik secara emosional maupun finansial. Menghadapi pasangan yang bermasalah dengan judi bukanlah hal yang mudah. Hal yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa itu bukan kesalahan Bunda.
“Kita juga perlu sadar bahwa kita tidak bisa memaksa pasangan kita sehingga kita juga tidak bisa menghentikan atau mengontrol perilaku judinya. Satu-satunya orang yang bisa mengendalikan perilaku judinya adalah pelaku itu sendiri atau pasangan kita sendiri,” ungkap Syifa.
2. Bangun komunikasi dengan pasangan
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memberitahu pasangan terkait dampak perilaku judinya terhadap keluarga.
“Komunikasikan perasaan dengan hati-hati dan terbuka. Lalu, beritahu dia bahwa kita ingin mendukung dia untuk keluar dari permasalahannya. Seringkali orang yang kecanduan judi merasa kehilangan kendali atas perilakunya dan merasa malu,” tuturnya.
3. Katakan Bunda akan terus mendukungnya
Jika Bunda memutuskan untuk melanjutkan pernikahan dengan suami dan memilih untuk membantunya, Bunda bisa berada di sampingnya dan memberikan dukungan.
"Nah, buat pasangan kita merasa bahwa kita ada untuk mendukung dan membantunya keluar dari masalah judi tersebut, tetapi upayakan tidak sampai membayarkan utangnya atau membayarkan dampak-dampak finansial dari perjudiannya, beri ruang kepada suami untuk belajar bertanggung jawab dengan menganggung konsekuensi dari perilakunya." ujar Syifa.
4. Biarkan suami yang bertanggung jawab
Satu hal yang tak kalah penting adalah membiarkan suami untuk bertanggung jawab dengan masalah yang dilakukan olehnya.
“Yang paling penting biarkan dia bertanggung jawab penuh mengenai dampak finansial yang sudah dia sebabkan, jangan membantu dia untuk berbohong atau menipu. Kalaupun mau membantu secara finansial, perlu dipertimbangkan dengan sangat matang,” jelas Syifa.
Secara finansial mungkin Bunda bisa membantu untuk membuat anggaran rumah tangga, melacak pengeluaran, memberi jatah pada pasangan, mengamankan uang dan asset yang ada, hingga memisahkan buku tabungan.
5. Meminta bantuan perencana keuangan
Bunda juga bisa meminta bantuan kepada perencana keuangan untuk mengatur kembali finansial keluarga yang sempat menurun akibat judi online.
“Bisa cari bantuan profesional untuk mengetahui bagaimana caranya menjaga finansial keluarga. Bicara dengan orang yang kita percaya (tidak menghakimi) atau anggota keluarga yang juga terkena dampak dari perjudian tersebut sehingga dapat saling mendukung,” tutur Syifa.
6. Tetap merawat diri
Memperhatikan diri sendiri juga sangat penting ketika Bunda dihadapkan dengan masalah tersebut. Dalam hal ini, Syifa menyarankan Bunda untuk selalu mengonsumsi makanan bernutrisi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
“Tetap perhatikan kesehatan kita dengan cara makan makanan yang bernutrisi, olahraga, dan istirahat yang cukup agar lebih tahan stres,” sarannya.
7. Menjaga emosional anak
Masalah judi online ini juga bisa memberi dampak negatif pada anak, mulai dari masalah yang berkaitan dengan kebutuhan finansial anak, anak menyaksikan ketegangan di rumah, hingga bisa memengaruhi akademiknya.
“Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampaknya, sebagai orang tua kita perlu memberikan support secara emosional. Dorong anak untuk mengungkapkan perasaannya saat ia sudah siap untuk bercerita, yakinkan anak bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas masalah terkait judi yang terjadi,” ujar Syifa.
“Beritahu mereka bahwa memang saat ini kondisi ekonomi keluarga sedang tidak sebaik biasanya, tetapi, mereka akan baik-baik saja, dan berikan pemahaman bahwa yang buruk adalah perilaku judinya dan bukan orang tuanya,” sambungnya.
Jika hal-hal tersebut dirasa terlalu berat untuk diselesaikan sendiri, Syifa sangat menganjurkan untuk pergi ke profesional seperti psikolog agar dapat diberikan penanganan yang lebih komprehensif karena ada terapinya untuk judi yang sudah patologis.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan ketika mengetahui bahwa suami kecanduan judi online. Semoga bermanfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fia)Simak video di bawah ini, Bun:
Jalani LDR, Ini 5 Ide Komunikasi agar Hubungan Tetap Awet & Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bijak Menghadapi Suami yang Selalu Menyalahkan Istri
7 Tanda Pasutri Butuh Konseling Pernikahan, Jangan Ditunda-tunda Bun
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
TERPOPULER
Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern
Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda
Surah Luqman untuk Ibu Hamil: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini
15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern
Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda
Surah Luqman untuk Ibu Hamil: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini
15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini
-
Beautynesia
5 Kalimat yang Pantang Diucap Orang Terdidik
-
Female Daily
Syahrini Gelar Konser “Aku Kembali” Desember 2026, Tiket VIP Rp35 Juta Ludes Terjual!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Arumi Bachsin Berkebaya Biru Elektrik Dampingi Wisuda Emil Dardak
-
Mommies Daily
Mantan Punya Pasangan Baru? Ini 7 Batasan yang Perlu Disepakati demi Anak