MOM'S LIFE
Pekerja Anak di Indonesia Masih Tinggi, Kemnaker Luncurkan Roadmap Indonesia Bebas Pekerja Anak Lanjutan
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 29 Jul 2024 13:40 WIBTahukah Bunda? Saat ini ternyata masih banyak pekerja anak di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI berupaya dengan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Indonesia Bebas Pekerja Anak Lanjutan (tahap II).
Hal tersebut diungkap langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli.
Pada kesempatan ini, Ida mengajak orang tua bersama pemerintah dan dunia usaha, serta serikat pekerja untuk terus bersinergi dan melakukan inovasi dalam bentuk komitmen menghapus pekerja anak.
“Besok 23 Juli kita rayakan Hari Anak Nasional, mari kita berikan kado terindah kepada anak-anak Indonesia dengan berkomitmen bersama melalui roadmap lanjutan ini,” ujar Ida, dikutip dari laman Kemnaker.go.id, Jumat (26/7/2024).
Pekerja anak di Indonesia masih tinggi
Berdasarkan data BPS 2023, jumlah pekerja anak usia 5 hingga 17 tahun sebesar 1,01 juta orang. Jumlah tersebut cenderung stagnan jika dibandingkan dengan 2022, yang jumlahnya juga sekitar 1,01 juta orang.
“Angka ini bukanlah jumlah yang sedikit karena itu diperlukan suatu komitmen kita bersama untuk menanggulanginya,” imbuh Ida.
Ia pun melanjutkan hingga saat ini Kemnaker tidak akan berhenti melakukan penanggulangan pekerja anak untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.
Salah satu upaya Kemnaker yang telah dilakukan adalah penarikan pekerja anak mulai dari 2008 hingga 2020. Program ini diketahui berhasil menarik 143.456 anak.
Kemnaker juga terus melakukan berbagai upaya untuk menghapus pekerja anak di bawah umur di Indonesia. Mereka mulai dengan meningkatkan pemahaman melalui sosialisasi kepada dunia usaha dan masyarakat tentang Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA).
“Peta Jalan Lanjutan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penurunan angka pekerja anak secara bertahap, sehingga akhirnya mencapai Indonesia terbebas dari pekerja anak, khususnya pada situasi BPTA,” tutur Ida.
Ida juga mengharapkan dengan Roadmap lanjutan ini dapat menjadi acuan dan panduan bagi semua stakeholder untuk penyusunan program-program percepatan penghapusan Pekerja Anak dan BPTA.
Sementara itu, Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Haryanto mewakili Plt Dirjen Binwasnaker K3, mengatakan Peta Jalan Lanjutan yang disusun sejak 2023 ini melibatkan stakeholder dari Kementerian/Lembaga, Serikat Pekerja/Buruh dan Organisasi Masyarakat Sipil Pemerhati Anak, Bunda.
Dampak bagi anak yang bekerja di bawah umur
Melansir dari laman National Library of Medicine, penelitian tentang dampak bekerja pada remaja atau anak di bawah ini telah difokuskan pada berbagai hasil, termasuk pendidikan, pekerjaan, hubungan, pengembangan pribadi, dan perilaku bermasalah.
Anak-anak yang menggabungkan sekolah dan pekerjaan harus memenuhi persyaratan dari dua peran sosial yang berpotensi menuntut. Seiring bertambahnya jam kerja, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan sekolah, serta aktivitas lainnya.
Mereka yang bekerja di bawah umur mungkin lebih sering merasa lelah di kelas dan tidak punya waktu untuk mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR). Anak yang bekerja dapat menjauhkan mereka dari sekolah, sehingga mengurangi kehadirannya di sekolah dan meningkatkan kemungkinan putus sekolah.
Nah, itulah Peta Jalan (Roadmap) Indonesia Bebas Pekerja Anak yang diluncurkan oleh Kemnaker dan perlu dipahami semua kalangan, terutama orang tua. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips agar Bunda Menjadi Wanita Karier yang Sukses & Mandiri
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Rambut Rontok Parah? Serum Aminexil Kerastase Genesis Diklaim Ampuh dari Akar
-
Beautynesia
7 Kebiasaan Orang yang Bangun pada Waktu yang Sama Tanpa Alarm
-
Female Daily
Bobbi Brown Hadirkan Vitamin Enriched Face Base+, Formula Baru dengan 5x Vitamin dan 24H Makeup Priming
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Berkat 'Kecoa', Desainer Muda Asal Surabaya Ini Bisa Belajar Fashion di Paris
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love