MOM'S LIFE
Trauma yang Terjadi pada Bunda Saat Masih Kecil & Mengganggu Kesehatan Mental saat Dewasa
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 09 Oct 2024 15:35 WIBMasa kanak-kanak berfungsi sebagai fondasi tempat setiap orang tumbuh dewasa. Ini adalah masa penuh keajaiban, penjelajahan, dan pertumbuhan. Namun, juga merupakan masa yang dapat menyimpan benih-benih perjuangan emosional yang bertahan hingga dewasa.
Dampak trauma masa kecil sering kali berlangsung lama dan kronis. Korban dewasa dari trauma masa kecil yang kompleks dapat berjuang untuk memproses apa yang mereka alami di masa kecil, yang dapat menyebabkan sejumlah gejala emosional, psikologis, dan fisik.
Melansir dari laman verywell mind, trauma pada masa kanak-kanak tidak hanya berupa kekerasan fisik, emosional, atau seksual, tetapi juga paparan terhadap peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis ini bisa terjadi ketika anak-anak menyaksikan bencana alam, atau bahkan ketika mereka menyaksikan kekerasan dalam komunitasnya.
Jenis trauma masa kecil yang dapat memengaruhi kesehatan mental saat dewasa
Menurut The National Child Traumatic Stress Network, peristiwa-peristiwa berikut tergolong sebagai trauma masa kanak-kanak:
- Bullying
- Kekerasan dalam sebuah komunitas
- Bencana alam
- Kekerasan fisik
- Trauma secara medis
- Pelecehan seksual dan perdagangan seks
- Terorisme
- Kesedihan atau duka traumatis
Lantaran semua menjalani hidup dengan cara yang berbeda, apa yang mungkin traumatis bagi Bunda mungkin tidak bagi orang lain. Satu hal penting adalah bagaimana memandang situasi tersebut dan bagaimana perasaan Bunda.
“Jika anak-anak mendapat cukup pengasuhan dan dukungan, mereka cenderung tidak mengalami gejala terkait trauma,” ujar konselor kesehatan mental berlisensi, Christie Pearl, dikutip dari laman PsychCentral, Kamis (3/10/2024).
“Sebaliknya, jika orang tua atau pengasuh tidak memberikan dukungan yang cukup, atau jika mereka adalah sumber trauma, anak tersebut lebih mungkin mengalami dampak negatif dari pengalaman tersebut,” sambungnya.
Trauma kompleks, yang merupakan paparan berulang terhadap peristiwa atau pengalaman menyedihkan selama kurun waktu tertentu, bisa sangat meluas.
Trauma masa kecil dapat memengaruhi hubungan karena kita belajar tentang ikatan emosional sejak dini. Jadi, ketika orang yang diandalkan untuk bertahan hidup menyakiti atau tidak hadir, hal itu dapat memengaruhi cara memandang hubungan antarmanusia.
Usia juga dapat berperan. Otak berkembang dengan cepat sejak bayi baru lahir hingga balita. Jadi, secara umum, semakin tua usia saat trauma terjadi, semakin kecil dampaknya hubungan masa depan.
Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Banyak faktor lain yang berperan, seperti intensitas trauma, seberapa lama Bunda mengalaminya, dan seberapa sering trauma itu terjadi.
Gejala trauma masa kecil saat dewasa
Melansir dari laman Medical News Today, berikut adalah beberapa gejala trauma masa kecil saat dewasa:
1. Kesehatan fisik
Pengalaman buruk di masa kecil dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Peristiwa ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis tertentu, termasuk diabetes dan penyakit jantung.
Tinjauan studi tahun 2019 menemukan bahwa orang yang mengalami trauma masa kecil memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan berikut di masa dewasa:
- Gangguan tidur
- Penyakit jantung
- Kanker
- Kondisi autoimun
- Penyakit hati
2. Kesehatan mental
Orang yang mengalami trauma masa kecil memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan mental yang serius saat dewasa, termasuk:
- Depresi
- Post-traumatic stress disorder (PTSD)
- Gangguan psikotik
- Mudah marah
Menurut National Health Service (NHS), satu dari tiga kondisi kesehatan mental yang baru didiagnosis pada orang dewasa secara langsung dengan pengalaman buruk di masa kanak-kanak.
3. Hubungan
Pengalaman buruk di masa kecil mungkin menyebabkan stres, yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan yang sehat dan stabil.
4. Penyalahgunaan zat
Trauma masa kecil mungkin mengarah ke penyalahgunaan zat pada remaja dan orang dewasa. Orang yang mengalami kekerasan atau trauma di masa kecil mungkin menggunakan alkohol dan obat-obatan sebagai metode mengatasi masalah. Hal ini dapat menyebabkan gangguan penggunaan zat, termasuk kecanduan.
Nah, itulah trauma yang terjadi pada bunda saat masih kecil dan mengganggu kesehatan mental saat dewasa. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental pada Anak & Cirinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bahaya Masak dengan Wajan Gosong, Awas Risiko Kanker Bun
Sudah Punya BPJS, Masih Perlukah Asuransi Kesehatan?
Asuransi Kesehatan dan Asuransi Pendidikan dalam Produk Unit Link, Bisakah Diandalkan?
Rekomendasi Asuransi Kesehatan Keluarga & Masing-masing Kelebihannya
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Sulit Dipalsukan, Kamu Punya?
Terpopuler: Potret Putra Hengky Kurniawan Menang Lomba Matematika
Kenali Tahapan Suasana Hati yang Dialami Ibu Hamil di Trimester 1, 2, hingga 3
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kenali Tahapan Suasana Hati yang Dialami Ibu Hamil di Trimester 1, 2, hingga 3
7 Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Sulit Dipalsukan, Kamu Punya?
Terpopuler: Potret Putra Hengky Kurniawan Menang Lomba Matematika
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sisir Ini Diklaim Kurangi Patah Rambut Sampai Setengahnya, Beneran Ngaruh?
-
Beautynesia
Jual, Simpan, atau Donasikan? Ini Cara Menentukan Nasib Barang yang Jarang Dipakai
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 13 Agustus: Cancer Hindari Spekulasi, Virgo Jangan Berharap
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya