MOM'S LIFE
Kisah Pria India 'Hidup Lagi' saat Mau Dikremasi Berujung 3 Dokter Dipecat, Ternyata Ini Penyebabnya
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 13 Dec 2024 22:10 WIBAda kisah unik dari dunia kesehatan, di mana seseorang 'hidup kembali' ketika akan dikremasi. Bagaimana bisa? Simak kisahnya yuk, Bunda.
Kisah mengejutkan datang dari Jhunjhunu, sebuah distrik di negara bagian Rajasthan, India. Seorang pria bernama Rohitash Kumar dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis dan hampir dikremasi.
Kemudian keajaiban terjadi saat tubuhnya mulai bergerak beberapa saat sebelum api dinyalakan. Kejadian ini tidak hanya membuat keluarga dan saksi mata kaget tapi juga mengungkap kelalaian medis yang berujung pada pemberhentian tiga dokter yang bertanggung jawab.
Kisah pria 25 tahun itu menjadi sorotan publik setelah kasus terbongkar. Tanpa pemeriksaan mendalam, Rohitash Kumar dinyatakan meninggal hanya berdasarkan hasil electrocardiogram (EKG) yang menunjukkan garis datar.
Lebih mengejutkan lagi, tim medis langsung menyusun laporan tanpa benar-benar melakukan pemeriksaan fisik. Hal ini memicu kemarahan publik dan berujung pada tindakan tegas terhadap dokter yang terlibat.
Kejadian ini bukan hanya mengguncang keluarga korban, melainkan menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur medis di India. Bagaimana mungkin seorang pasien yang masih hidup hampir dikremasi?
Mari simak kisah Rohitash Kumar yang kembali bangkit sebelum dibakar untuk proses kremasi.
Kronologi kejadian Rohitash Kumar
Rohitash Kumar, pria muda yang memiliki kesulitan berbicara dan mendengar, mengalami serangan epilepsi yang membuatnya jatuh sakit. Kondisinya yang memburuk membuat keluarga segera membawanya ke rumah sakit distrik Bhagwan Das Khetan (BDK) di Jhunjhunu.
Setibanya di rumah sakit, dokter yang bertugas langsung melakukan upaya penyelamatan seperti CPR (resusitasi jantung paru). Hasil EKG menunjukkan garis datar atau flatline, yang mengindikasikan tidak ada detak jantung.
Tanpa pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyatakan Kumar meninggal dunia. Tidak hanya itu, tim medis juga tidak melakukan proses post-mortem untuk memastikan penyebab kematian.
Tubuh Kumar segera dipindahkan ke kamar mayat dan kemudian disiapkan untuk upacara kremasi sesuai tradisi Hindu. Setelah disiapkan di atas tumpukan kayu untuk dibakar, momen mengejutkan terjadi.
Beberapa saksi yang hadir di lokasi kremasi melihat tubuh Kumar mulai bergerak. Kejadian tersebut langsung menimbulkan kepanikan dan kebingungan di antara para saksi.
"Situasi ini seperti keajaiban. Kami semua tidak percaya. Dia sudah dinyatakan meninggal, tapi tiba-tiba terlihat bergerak. Rohitash ternyata masih hidup," ujar salah satu saksi mata kepada ETV Bharat.
Kelalaian medis yang fatal
Penyelidikan awal menemukan bahwa dokter di rumah sakit BDK melaporkan penyebab kematian Kumar sebagai respiratory failure atau gagal napas akibat penyakit paru-paru kronis seperti PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Namun fakta mengejutkan terungkap bahwa laporan post-mortem tersebut dibuat tanpa adanya pemeriksaan fisik yang sebenarnya.
D. Singh, kepala petugas medis Jhunjhunu, menyatakan bahwa salah satu dokter menyiapkan laporan post-mortem hanya berdasarkan dokumen, tanpa memeriksa tubuh Kumar sama sekali. Pernyataan ini diperkuat oleh Ramavatar Meena, kolektor distrik Jhunjhunu yang menegaskan bahwa laporan post-mortem hanya dibuat di atas kertas sebagai formalitas belaka.
Akibat kelalaian ini, tiga dokter langsung diberhentikan dari jabatannya. Mereka adalah Dr. Sandeep Pachar (kepala petugas medis BDK), Dr. Yogesh Kumar Jakhar (petugas medis kesehatan masyarakat), dan Dr. Navneet Meel (petugas medis rumah sakit). Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan sejauh mana kelalaian mereka dan memberikan tindakan tegas.
Rohitash Kumar akhirnya meninggal dunia
Setelah berhasil diselamatkan dari kremasi, Rohitash Kumar segera dilarikan kembali ke unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit BDK. Sayangnya, kondisinya tetap kritis dan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Pihak rumah sakit kemudian memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit Sawai Man Singh di Jaipur, yang berjarak lebih dari 100 mil dari Jhunjhunu. Sayangnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan tersebut, Rohitash Kumar menghembuskan napas terakhirnya.
Setibanya di rumah sakit, ia benar-benar dinyatakan meninggal dunia kali ini tanpa ada kesalahan. Ramavatar Meena, selaku kolektor distrik Jhunjhunu, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.
"Ini adalah bentuk kelalaian serius. Kami akan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi yang setimpal. Selain itu, kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan cara kerja para tenaga medis di wilayah ini," papar Meena dilansir dari Daily Mail.
Reaksi publik dan evaluasi sistem kesehatan
Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama terhadap sistem kesehatan di India yang dinilai masih lemah dalam hal standar operasional prosedur (SOP). Kelalaian seperti itu tidak hanya membahayakan nyawa pasien tapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis.
Banyak pihak menilai bahwa kejadian ini bisa dicegah jika proses pemeriksaan medis dilakukan dengan lebih teliti dan profesional. Post-mortem, sebagai langkah penting untuk memastikan kematian seseorang, seharusnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Keluarga Kumar yang masih berduka atas kejadian ini berharap tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi di masa mendatang. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja tenaga medis dan fasilitas kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Air Hujan Bikin Sakit? Simak Faktanya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Skintific Peptide Lip Serum Rilis Shade Baru, Ini Bedanya dari Formula Lama
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aktor Ungkap Kisah Cinta dengan Istri Baru yang Lebih Muda 40 Tahun
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!