Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Skrining Riwayat Kesehatan BPJS di Website dan Aplikasi JKN

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 12:20 WIB

Ilustrasi wanita menggunakan ponsel
Ilustrasi Cara Skrining Riwayat Kesehatan BPJS di Website dan Aplikasi JKN / Foto: Getty Images/iStockphoto/nathaphat
Daftar Isi
Jakarta -

BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan pemerintah untuk memberikan perlindungan medis bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini menghadirkan berbagai kemudahan, termasuk fitur skrining riwayat kesehatan.

Fasilitas tersebut memungkinkan peserta mengenali tingkat risiko terhadap berbagai penyakit berdasarkan kondisi masing-masing. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.

Untuk mengakses layanan ini, Bunda dapat mengikuti beberapa langkah mudah melalui situs resmi maupun aplikasi Mobile JKN yang tersedia di ponsel.

Apa itu skrining kesehatan BPJS?

Dilansir dari laman detikcom, dalam BPJS Kesehatan dan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2019, skrining kesehatan BPJS Kesehatan mengacu pada skrining riwayat kesehatan.

Skrining riwayat kesehatan adalah proses pengumpulan informasi riwayat kesehatan para peserta.

Dilansir dari laman Hopkins Media, tujuannya adalah deteksi dini dan perubahan gaya hidup atau pengawasan, untuk mengurangi risiko, atau mendeteksinya cukup dini agar dapat diobati secara paling efektif.

Tes skrining tidak dianggap sebagai diagnostik, tetapi digunakan untuk mengidentifikasi sebagian populasi yang perlu menjalani pengujian tambahan untuk menentukan ada atau tidaknya penyakit.

Manfaat skrining kesehatan

Dengan mengakses fitur ini, para peserta BPJS Kesehatan dapat mengetahui potensi risiko terhadap empat jenis penyakit, yaitu diabetes melitus (gula), hipertensi (darah tinggi), ginjal kronik, dan jantung koroner.

Skrining kesehatan ini tentu sangat penting karena masyarakat biasanya tidak menyadari potensi penyakit pada dirinya sendiri, Bunda.

Kapan skrining harus dilakukan

Pelaksanaan skrining bagi peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik pratama, praktik dokter mandiri, maupun layanan dokter gigi dijadwalkan mulai 1 September 2025.

Adapun peserta yang memilih puskesmas baru dapat memanfaatkan layanan tersebut mulai 1 Oktober 2025. Meski begitu, pemeriksaan tetap bisa dilakukan kapan saja bagi yang belum atau tidak sempat mengakses fasilitas kesehatan.

Skrining riwayat kesehatan BPJS apa saja?

Adapun sejumlah penyakit yang dapat Bunda deteksi melalui skrining riwayat BPJS Kesehatan. Berikut di antaranya:

  • Hipertensi
  • Stroke
  • Penyakit jantung Iskemik
  • Diabetes melitus
  • Kanker payudara
  • Kanker serviks
  • Thalasemia
  • Tuberkulosis
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C

Skrining BPJS Kesehatan apakah wajib?

Seluruh peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama dianjurkan menjalani skrining sebagai syarat awal memperoleh layanan medis, baik di klinik pratama, praktik dokter mandiri, layanan dokter gigi, maupun puskesmas.

Lebih dari sekadar aturan, langkah ini mencerminkan kepedulian terhadap diri sendiri demi orang-orang terkasih. Pengisian riwayat kesehatan membantu mempercepat pelayanan, meningkatkan ketepatan diagnosis, serta memberikan kenyamanan saat berobat.

Berapa kali skrining BPJS Kesehatan?

Dilansir dari laman Instagram @bpjskesehatan_ri, Bunda dianjurkan melakukan skrining BPJS Kesehatan setahun sekali. Layanan ini sudah dapat diikuti oleh peserta JKN usia 15 tahun sebagai langkah awal memantau kondisi tubuh mereka.

Kenapa skrining BPJS penting?

Ya, skrining BPJS Kesehatan sangat penting karena banyak orang yang jarang menyadari bahwa tubuhnya sudah mulai memberi sinyal gangguan kesehatan.

Layanan ini sangat membantu tenaga medis lebih memahami kondisi pasien, memungkinkan deteksi dini sehingga penanganan tidak terlambat, dan menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar bagi kesehatan.

Cara skrining riwayat kesehatan BPJS

Berikut beberapa cara skrining riwayat kesehatan BPJS kesehatan di Mobile JKN dan website resmi:

1. Skrining BPJS di Mobile JKN

  • Unduh aplikasi Mobile JKN
  • Daftar atau masuk ke akun terlebih dahulu untuk mengakses fitur skrining kesehatan
  • Dari menu Home, pilih “Menu Lainnya”
  • Klik “Skrining Riwayat Kesehatan”
  • Pilih nomor kartu BPJS peserta yang akan dilakukan skrining, lalu klik “Pilih”
  • Klik “Setuju” untuk melanjutkan
  • Masukkan data berat badan dan tinggi badan
  • Sistem akan otomatis menampilkan Indeks Massa Tubuh (IMT) beserta interpretasinya
  • Klik “Selanjutnya”, lalu isi semua pertanyaan yang terdiri dari 8 halaman
  • Jika sudah selesai, klik “Simpan” kemudian pilih “Setuju”
  • Hasil skrining riwayat kesehatan akan ditampilkan, termasuk informasi penyakit yang berisiko
  • Gulir ke bagian bawah laman, lalu klik Review Jawaban Skrining untuk melihat detail jawaban sebelumnya
  • Laman juga akan menampilkan kesimpulan akhir berupa status “Berisiko” atau “Tidak Berisiko”

2. Skrining BPJS di website resmi

  • Masuk ke laman https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
  • Isi NIK atau Nomor Kartu BPJS dan tanggal lahir
  • Masukkan kode CAPTCHA lalu klik "Cari Peserta"
  • Pilih “Setuju”
  • Masukkan data berat badan dan tinggi badan
  • Sistem akan otomatis menampilkan Indeks Massa Tubuh (IMT) beserta interpretasinya
  • Masukkan nomor HP aktif kemudian klik “Selanjutnya”
  • Isi semua pertanyaan yang terdiri dari 8 halaman
  • Jika sudah selesai, klik “Simpan” kemudian pilih “Setuju”
  • Setelah skrining selesai, sistem akan menampilkan hasil beserta informasi terkait potensi penyakit yang berisiko.
  • Untuk melihat rincian jawaban yang telah diisi, gulir ke bagian bawah halaman dan pilih opsi “Review Jawaban Skrining”.
  • Di bagian akhir, halaman juga menyajikan kesimpulan kondisi kesehatan dengan status “Berisiko” atau “Tidak Berisiko”.

Nah, itulah cara skrining riwayat BPJS Kesehatan yang dapat Bunda ikuti. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda