MOM'S LIFE
10 Makanan Penyebab Diare selain Cabai, Termasuk Brokoli
Arina Yulistara | HaiBunda
Senin, 27 Jan 2025 21:45 WIBDiare bisa sebabkan dehidrasi yang tentu membahayakan nyawa. Tidak melulu cabai yang disalahkan, ada beberapa makanan penyebab diare selain cabai. Perhatikan sebelum mengonsumsinya ya, Bunda.
Diare merupakan kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga makanan yang Bunda konsumsi sehari-hari.
Meskipun cabai sering dianggap sebagai penyebab utama diare karena kandungan capsaicinnya, ada banyak makanan lain yang dapat memicu kondisi ini, terutama jika tubuh tidak mampu mencernanya dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan jenis makanan yang Bunda konsumsi, termasuk bahan-bahan yang terkandung dalam makanan kemasan.
Dalam beberapa kasus, diare dapat terjadi akibat intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa atau gluten. Selain itu, kandungan lemak tinggi, gula alkohol, bahkan kafein juga bisa menjadi penyebabnya.
Baca Juga : Diare |
Jika Bunda sering mengalami diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, penting mengetahui asupan apa saja yang bisa menjadi pemicu dan bagaimana cara mencegahnya.
Makanan penyebab diare selain cabai
Mengutip Healthline, berikut daftar 10 makanan yang dapat menyebabkan diare selain cabai.
1. Produk olahan susu
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula dalam susu. Hal ini dapat menyebabkan diare, kembung, dan gas.
Sebagai solusi, Anda dapat mengganti susu biasa dengan susu bebas laktosa atau susu nabati, seperti almond, kedelai, atau oat. Alternatif ini lebih ramah bagi sistem pencernaan dan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.
2. Pemanis buatan
Pemanis buatan seperti aspartam, sucralose, serta gula alkohol seperti sorbitol atau xylitol sering ditemukan dalam permen, minuman diet, hingga makanan rendah gula. Pemanis ini sulit dicerna tubuh sehingga dapat menyebabkan diare.
Beberapa produk dengan kandungan pemanis buatan bahkan dilengkapi label peringatan terkait efek laksatif. Bagi sebagian orang, konsumsi dalam jumlah kecil saja sudah cukup untuk memicu kram perut, perut kembung, hingga diare.
3. Kafein
Kafein dalam kopi, teh, dan minuman energi dapat merangsang sistem pencernaan secara berlebihan. Menurut International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD), minum dua hingga tiga cangkir kopi atau teh setiap hari dapat menyebabkan diare.
Efek pencahar kafein bisa semakin kuat jika dikombinasikan dengan pemanis buatan atau susu. Jika Bunda sering mengalami diare setelah mengonsumsi kafein, cobalah beralih ke teh herbal atau minuman tanpa kafein untuk mengurangi gejala.
4. Makanan berminyak atau berlemak
Makanan seperti gorengan, fast food, atau saus krim cenderung tinggi lemak sehingga sulit dicerna tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, termasuk diare.
Sebagai gantinya, Bunda bisa memilih makanan yang dipanggang atau dikukus karena lebih mudah dicerna dan tetap lezat. Mengurangi konsumsi makanan berminyak juga baik untuk kesehatan jangka panjang.
5. Makanan dengan fruktosa tinggi
Fruktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam buah. Buah seperti apel, pir, dan mangga memiliki kandungan fruktosa yang tinggi.
Bagi sebagian orang, fruktosa sulit diserap tubuh sehingga memicu diare. Makanan dan minuman lain yang mengandung fruktosa tinggi, seperti permen, soft drink, dan makanan kemasan.
Untuk mengurangi risiko, batasi konsumsi buah tinggi fruktosa atau pilih yang kandungan fruktosanya lebih rendah, seperti pisang atau strawberry. Mengonsumsi buah dalam porsi kecil juga bisa membantu.
6. Brokoli dan kembang kol
Sayuran seperti brokoli, kubis, dan kembang kol kaya serat, yang baik untuk kesehatan pencernaan. Namun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan diare, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan asupan serat tinggi.
Jika ingin meningkatkan konsumsi serat, lakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi. Memasak sayuran hingga matang juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan.
7. Bawang putih dan merah
Bawang putih dan merah mengandung fruktan, sejenis serat yang sulit dicerna tubuh. Konsumsi bawang juga sering memicu gas dan kembung yang dapat berujung pada diare. Sebagai alternatif, gunakan bumbu seperti seledri atau fennel untuk menambahkan rasa pada masakan tanpa mengganggu pencernaan.
8. Gluten
Gluten adalah protein yang ditemukan pada gandum, jelai, biar, hingga saus salad. Kalau Bunda sensitif terhadap gluten maka bisa memicu diare. Berdasarkan Harvard Health Publishing, gluten bisa memicu kerusakan serius pada usus pada orang dengan celiac.
9. Alkohol gula
Alkohol gula tidak mengandung alkohol sama sekali. Alkohol gula merupakan pemanis buatan yang dibuat dari modifikasi karbohidrat.
Alkohol gula biasanya rendah kalori dan dampaknya lebih kecil terhadap kadar gula darah dalam tubuh dibanding pemanis buatan. Namun jika tidak kuat bisa sebabkan diare.
Melansir Self, alkohol dapat memiliki efek pencahar dan dapat menyebabkan gejala lambung seperti kembung, distensi, dan perut tidak nyaman.
10. Makanan tinggi vitamin C
Hati-hati bagi Bunda yang senang mengonsumsi berbagai jenis makanan tinggi vitamin C, seperti jeruk. Konsumsi terlalu banyak bisa membuat perut kram, asam lambung, mual, hingga diare.
Dengan memahami makanan yang dapat memicu diare, Bunda bisa menghindari ketidaknyamanan akibat gangguan ini. Perhatikan kemasan makanan dan pilihlah dengan bijak untuk kesehatan secara keseluruhan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Gejala Asam Urat & Kolesterol Tinggi pada Wanita
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Menghentikan Diare Tanpa Obat yang Aman dan Ampuh
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Hair Steamer Ozone: Efektif Perbaiki Rambut Rusak?
-
Beautynesia
Selamat! Cristiano Ronaldo Resmi Menikah dengan Georgina Rodriguez
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Alyssa Daguise Rayakan 3 Bulan Putrinya, Baby Soleil Bikin Gemas
-
Mommies Daily
10 Cara Mengajarkan Literasi Keuangan kepada Anak Remaja Menurut Ahli, Bijak Mengelola Uang