MOM'S LIFE
Penyebab Hot Flashes, Sensasi Panas pada Tubuh yang Mendadak Muncul
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 20 Jun 2025 23:30 WIBHot flashes yang tiba-tiba muncul disertai keringat dan kulit kemerahan dikenal sebagai gejala vasomotor (pembuluh darah membesar atau mengecil) yang umum dan tidak nyaman dirasakan pada masa menopause.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, alasan terjadinya sensasi panas ini belum sepenuhnya jelas. Namun, para ahli tahu bahwa perubahan hormon menjadi penyebabnya.
Sebab, sebanyak tiga dari empat orang melaporkan mengalami rasa panas yang tiba-tiba pada tahun-tahun menjelang menopause.
Rasa panas yang menyengat dapat dirasakan berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang mengalami rasa panas menyengat ringan dan singkat, sementara sebagian lainnya cukup parah dan mengganggu kegiatan sehari-harinya.
Meskipun hot flashes umum terjadi, bukan berarti Bunda menganggapnya sebagai hal lumrah. Ada berbagai cara untuk mengatasi kondisi ini dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik.
Namun, sebelum mengetahui lebih lanjur cara mengatasinya, ada beberapa penyebab hot flashes yang dapat Bunda kenali terlebih dahulu.
Penyebab hot flashes
Dilansir dari laman Healthline, perubahan hormon dalam tubuh berhubungan dengan hot flashes. Ketidakseimbangan hormon dapat dipicu oleh berbagai seperti kondisi medis, tumor, hingga gangguan makan.
Pemicu potensial lainnya dari hot flashes meliputi:
- Makanan pedas
- Alkohol
- Kafein
- Berada di ruangan yang hangat
- Merokok
- Stres dan kecemasan
- Kehamilan, terutama pada trimester pertama dan kedua
- Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif
- Kemoterapi
- Terapi radiasi
- Konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat osteoporosis, obat kanker, dan pereda nyeri.
Cara mengatasi hot flashes
Meskipun tidak ada obat untuk mengatasi hot flashes, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Berikut di antaranya:
1. Hindari merokok atau menggunakan produk tembakau
Dilansir dari laman WebMD, orang yang merokok atau menggunakan produk tembakau mungkin mengalami lebih banyak hot flashes daripada mereka yang tidak, Bunda.
2. Berolahraga secara teratur
Orang yang kurang gerak mungkin lebih sering mengalami hot flashes daripada mereka yang sering berolahraga secara teratur.
Namun, periksa diri sendiri saat olahraga karena kepanasan dapat memicu hot flashes juga. Alternatifnya, Bunda dapat berolahraga di ruangan sejuk jika ini dapat memicu masalah.
3. Menurunkan berat badan
Jika memiliki berat badan berlebih, hal itu dapat memperparah rasa panas yang dirasakan.
4. Tetap tenang
Kenakan pakaian berlapis-lapis sehingga Bunda dapat melepas pakaian saat merasa terlalu panas. Buka jendela dan gunakan kupas angin atau nyalakan AC sebisa mungkin. Minum minuman dingin saat Bunda merasakan sensasi panas.
5. Coba beberapa pengobatan alami
Terapi nonresep, herbal, dan yang dijual bebas dapat membantu sebagian orang mengelola gejala-gejala mereka.
Obat-obatan herbal dapat memiliki efek samping atau mengubah cara kerja obat lain. Jadi, sebelum mengonsumsinya, lebih baik Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah hal yang tak diinginkan.
Perubahan gaya hidup lainnya yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi hot flashes, sebagai berikut:
- Tetap terhidrasi dengan baik, minum setidaknya delapan gelas setiap hari, atau mungkin lebih ketika kepanasan
- Kurangi stres dengan terapi pikiran-tubuh, Bunda dapat melakukan latihan pernapasan dalam atau meditasi
- Hindari alkohol, makanan pedas, dan konsumsi kafein berlebihan
- Menghindari makanan ultra-olahan, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan tinggi gula
Nah, itulah beberapa penyebab hingga cara mengatasi hot flashes yang dapat Bunda ketahui. Bicarakan dengan dokter sebelum melakukan perubahan pola makan atau pengobatan, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Rutin Konsumsi Jeruk Ternyata Bisa Kurangi Depresi, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Gejala PCOS pada Perempuan dan Penyebabnya
Sering Terbangun Jam 3 atau 4 Pagi? Waspadai Hal Ini Bun
12 Tanda Daya Tahan Tubuh Menurun, Waspadai Bisa Terkena Penyakit Berbahaya
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
TERPOPULER
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
7 Penyebab Munculnya Benjolan di Payudara Ibu Menyusui, Baik Kiri Maupun Kanan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
7 Foto Maternity Shenina Cinnamon Bareng Angga Yunanda dengan Bohemian Style
-
Beautynesia
BeauPicks: 5 Lip Product dengan Aplikator Bouncy yang Berikan Efek 'Blurring' Natural
-
Female Daily
3 Alasan Kenapa ‘Even if This Love Disappears Tonight’ Menarik Ditonton Meski Menyedihkan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Jadi Evil Queen Disneyland, Wanita Ini Ungkap Alasan Pemecatan Mendadak
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog