Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Dunia Kerja 2025 Berubah, 4 Keahlian yang Paling Dicari Perusahaan Saat Ini

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 29 Aug 2025 06:00 WIB

Beautiful and focused millennial Asian businesswoman using tablet, discussing work and working with her colleague in the office.
Ilustrasi keahlian di dunia kerja/ Foto: Getty Images/iStockphoto/BongkarnThanyakij
Daftar Isi

Bunda merasa karier sekarang sedikit terancam? Jika ingin berganti karier, pahami dulu mengenai keahlian yang paling dicari perusahaan saat ini.

Memasuki paruh kedua 2025, dunia kerja kembali mengalami pergeseran besar yang dipicu oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan memiliki kesadaran akan keberlanjutan (sustainability) serta dinamika kerja lepas yang semakin dominan.

Nilai-nilai tempat kerja juga berubah, terutama dengan masuknya generasi Z yang mendambakan koneksi sosial lebih daripada sekadar fleksibilitas kerja. Jika tidak dikelola dengan baik, sistem kerja jarak jauh justru dapat membuat pekerja muda merasa terisolasi.

Perusahaan kini dituntut untuk tidak hanya memberikan fleksibilitas, tapi juga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi, komunitas, dan dukungan emosional. Tren kerja hybrid pun semakin disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda yang menekankan keseimbangan antara produktivitas dan kebersamaan.

Mengutip Times of India, kota-kota nonmetropolitan di India mulai bangkit sebagai pusat baru perekrutan. Laporan tren LinkedIn 2025 mencatat lonjakan perekrutan di Bhubaneswar (+41 persen) dan Udaipur (+44 persen), menunjukkan bahwa peluang kini lebih merata dan tidak lagi terpusat hanya di kota-kota besar.

Perubahan ini menandakan bahwa keahlian tertentu semakin menjadi sorotan dan menentukan daya saing seorang profesional di pasar kerja modern. Ketika karier Bunda mulai ada perubahan dan ingin berganti kerja, pahami lebih dahulu mengenai keahlian yang paling dicari perusahaan saat ini.

Keahlian yang paling dicari perusahaan saat ini

Berikut keahlian yang paling dicari perusahaan saat ini.

1. Fleksibilitas

Model kerja 9-to-5 yang konvensional semakin dipertanyakan relevansinya. Generasi Z khususnya, lebih memilih jalur kerja independen dengan fleksibilitas tinggi.

Banyak dari mereka yang justru unggul dalam bidang-bidang masa depan seperti AI, perangkat lunak, dan keberlanjutan lingkungan. Studi dari Upwork Research Institute 2025 mencatat bahwa 28 persen pekerja berbasis pengetahuan kini beralih menjadi freelancer karena lebih fleksibel.

Tak hanya jumlahnya yang meningkat, penghasilan freelancer pun semakin menjanjikan. Pada tahun 2024, total pendapatan pekerja lepas global mencapai US$1,5 triliun, melampaui sebagian besar pekerja penuh waktu dalam hal penghasilan dan kepuasan kerja.

Karier kini cenderung berbasis portofolio dengan tuntutan tinggi akan adaptabilitas dan pembelajaran berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi freelancer bukan lagi pilihan sementara, melainkan jalur karier yang setara dengan pekerjaan konvensional.

2. Skill-based hiring

Gelar akademik tidak lagi menjadi tolok ukur utama dalam proses perekrutan. Perusahaan kini lebih mengutamakan keterampilan nyata daripada latar belakang pendidikan formal.

Hal ini terlihat dalam sektor AI dan keberlanjutan, di mana keahlian teknis dan praktis dianggap lebih relevan dibandingkan gelar sarjana. Jalur alternatif seperti micro-certifications, kursus daring terbuka (MOOCs), program magang, dan bootcamp semakin populer dan memiliki nilai yang diakui oleh perusahaan.

Sebuah studi berjudul Skills or Degree? The Rise of Skill-Based Hiring for AI and Green Jobs tahun 2023 mengungkapkan bahwa pekerja dengan keterampilan AI memiliki nilai premium bahkan melebihi lulusan bergelar sarjana. Tren ini mendorong lahirnya generasi pekerja yang lebih fleksibel dan fokus pada keterampilan praktis.

3. Punya keahlian AI, sustainability, dan kreativitas

Kemajuan teknologi dan transisi menuju ekonomi hijau membuat keahlian di bidang AI dan keberlanjutan semakin diburu. Posisi seperti spesialis AI, data scientist, insinyur energi terbarukan, hingga ahli kendaraan listrik (EV) menjadi sangat diminati.

Meski demikian, perusahaan tidak hanya mencari keahlian teknis. Kreativitas, ketahanan mental, fleksibilitas, dan kemampuan berpikir analitis juga menjadi bagian penting yang dibutuhkan dalam era disrupsi ini.

Laporan World Economic Forum menyebutkan bahwa pada 2030, separuh tenaga kerja dunia akan membutuhkan pelatihan ulang. Sementara 39 persen keterampilan yang ada saat ini harus diperbarui.

Hal tersebut menandakan bahwa pekerja masa depan harus siap dengan pembelajaran seumur hidup (lifelong learning) dan penguasaan multidisipliner agar tetap relevan di tengah perubahan.

4. Ledakan industri semikonduktor

Salah satu sektor yang tengah naik daun pada 2025, yakni industri semikonduktor. Permintaan akan chip semakin meningkat seiring berkembangnya AI, perangkat pintar, hingga otomasi.

Hal ini mendorong munculnya disiplin baru dalam bidang teknik yang menuntut kolaborasi lebih erat antara akademisi dan industri. Pekerjaan di bidang semikonduktor juga menawarkan kompensasi yang sangat kompetitif sehingga menjadi jalur karier yang penuh prospek dengan potensi pertumbuhan besar dalam beberapa dekade mendatang.

Perubahan dunia kerja di 2025 menegaskan bahwa fleksibilitas, kreativitas, dan penguasaan teknologi menjadi kunci utama kesuksesan. Karier kini tidak lagi linier, tapi penuh variasi dengan peluang di sektor-sektor baru yang menjanjikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda