MOM'S LIFE
6 Cara Menanam Tanaman Sayur di Pekarangan Rumah
Arina Yulistara | HaiBunda
Sabtu, 04 Oct 2025 19:30 WIBBunda ingin menanam sayur di pekarangan rumah tapi masih bingung caranya? Mungkin bisa mulai dengan langkah-langkah di bawah ini.
Mengubah pekarangan rumah menjadi lahan produktif untuk menanam sayur bukanlah perkara sulit. Dengan perencanaan yang tepat dan penerapan teknik dasar bercocok tanam, Bunda bisa memperoleh sayuran segar dan sehat langsung dari halaman rumah sendiri.
Lahan pekarangan, meski terbatas luasnya, tetap bisa dimanfaatkan secara optimal untuk tanaman sayur yang bernilai gizi tinggi dan bernilai ekonomi. Langkah awal yang penting mengamati kondisi lahan, ke mana arah cahaya matahari, tekstur tanah, sistem drainase, dan ketersediaan sumber air.
Setelah itu, pemilihan jenis sayur yang cocok (baik untuk lahan terbuka, polybag, atau bedengan) ditentukan, mengingat karakteristik tanaman seperti kebutuhan sinar matahari, perawatan, hingga ruang tumbuh. Dengan persiapan yang matang, peluang keberhasilan menanam sayur di pekarangan rumah akan semakin besar.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan lokal dan konsumsi pangan sehat, program pekarangan pangan menjadi sangat relevan. Menanam sendiri sayuran di pekarangan ikut membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan luar dan sekaligus memperkuat kemandirian keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.
Di sisi lain, pekarangan yang hijau dan produktif juga menambah keindahan visual lingkungan rumah.
Cara menanam tanaman sayur di pekarangan rumah
Mengutip booklet berjudul Menanam Sayur di Pekarangan Yuk! dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura, mari mencoba cara menanam tanaman sayuran di pekarangan rumah yang mudah dan cepat.
1. Penataan lokasi
Sebelum menanam, lakukan survei cahaya matahari. Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 5 hingga 6 jam per hari.
Perhatikan pula sistem drainase agar tidak tergenang saat hujan lebat. Jika tanah pekarangan terlalu padat atau banyak batuan, Bunda bisa memperbaikinya dengan pembajakan ringan atau penggunaan media tanam tambahan.
2. Persiapan media tanam
Media tanam yang baik sangat vital. Campuran tanah, kompos, dan pasir (atau sekam bakar) sering digunakan agar media tanam menjadi gembur, subur, serta memiliki sirkulasi udara serta drainase baik.
Biasanya perbandingan yang dianjurkan adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos, 1 bagian pasir atau sekam. Pastikan media dibersihkan dari gulma, batu, dan bahan organik kasar sebelum digunakan.
Jika area lahan terlalu kecil atau tanah aslinya kurang subur, pemilik pekarangan bisa menggunakan wadah (polybag, pot, vertikultur) dengan media yang sama. Pastikan wadah memiliki lubang drainase agar kelebihan air bisa keluar.
3. Memilih tanaman sayur yang tepat
Ada beberapa kriteria tanaman sayur yang cocok untuk pekarangan rumah, tidak memerlukan ruang besar, cepat panen, toleran terhadap naungan sebagian, dan memiliki nilai gizi atau jual. Contoh sayur yang sering direkomendasikan adalah bayam, timun, pare, daun bawang, labu siam, seledri, sawi, selada, bayam, cabai, kangkung air (jika ada area sedikit lembap), dan tomat kecil.
4. Penanaman
Setelah memilih bibit sehat, tanam secara langsung atau semai terlebih dahulu (tergantung jenis sayurnya). Jika disemai, pindahkan ke lahan dengan hati-hati ketika bibit sudah memiliki 2 sampai 3 helai daun sejati.
Buat tempat persemaian sesuai dengan kebutuhan. Tambahkan pupuk kandang kurang lebih 1 kg/m2. Campur pupuk kandang dengan tanah. Kemudian tutup dengan karung plastik. Setelah 4 sampai 5 hari maka tutup plastik bisa Bunda buka.
Lakukan penjarangan juga agar tanaman tidak saling berebut nutrisi dan cahaya. Jarak tanam disarankan sesuai karakter tanaman tersebut, misalnya sayuran daun bisa lebih rapat, sedangkan tomat atau cabai memerlukan jarak lebih lebar.
Menanam sayuran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
5. Pemeliharaan
- Penyiraman
Lakukan penyiraman secara rutin dan merata, terutama pada pagi atau sore hari. Jangan biarkan media terlalu kering atau tergenang. Gunakan mulsa (jerami, daun kering, goni) untuk menjaga kelembaban dan menekan pertumbuhan gulma.
- Pemupukan
Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Pemberian bisa dilakukan saat tanam awal dan maksimalkan lewat pemupukan susulan (misalnya setiap 2 hingga 3 minggu) sesuai kebutuhan tanaman.
Tebarkan pupul kandang atau kompos di atas tanaman sayur sebanyak kurang lebih 1 kg/m2. Pupuk NPK dalam skala kecil bisa ditambahkan bila kebutuhan nutrisi khusus muncul.
- Pengendalian hama dan penyakit
Gunakan metode pengendalian hama terpadu (integrated pest management / IPM). Misalnya, menjaga kebersihan, menghindari irigasi berlebihan, memeriksa daun secara rutin, serta memanfaatkan musuh alami (serangga predator). Jika perlu, gunakan pestisida nabati (misalnya jarak, tembakau, bawang) sesuai petunjuk agar tanaman tidak tercemar bahan kimia berbahaya.
6. Panen
Lakukan panen saat tanaman benar-benar siap, misalnya saja daun cukup besar, buah matang, atau ketika masih dalam kondisi terbaik. Panen rutin juga mendorong pertumbuhan baru. Hindari panen pagi hari ketika cuaca sangat dingin atau saat cuaca panas ekstrem agar mutu tetap baik.
Setelah panen, segera bersihkan sisa-sisa tanam (daun layu, batang) agar tidak menjadi sumber penyakit. Ganti media tanam bila sudah mulai miskin nutrisi atau tercemar hama/penyakit.
Lakukan rotasi tanaman agar tidak terus-menerus menanam jenis yang sama di satu tempat agar terhindar akumulasi hama atau penyakit spesifik.
Jika pekarangan sudah produktif, Bunda bisa memperluas jenis tanaman atau memodifikasi sistem tanam (misalnya sistem rak vertikal, hidroponik sederhana).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanaman Hias ini Jadi Tren & Favorit di 2025, Termasuk Lidah Mertua Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
12 Sampah Sisa Sayuran yang Dapat Ditanam & Tumbuh Lagi di Rumah
10 Jenis Tanaman yang Cocok Ditanam di Tower Garden
9 Tanaman Sayur yang Tumbuh Subur di Tempat Teduh, Tanam di Rumah Bun!
7 Tanaman Sayur yang Tidak Terlalu Membutuhkan Sinar Matahari
TERPOPULER
Ternyata Ini 5 Tipe MBTI yang Paling Umum di Dunia, Bunda Termasuk?
Ciri Ibu Narsistik, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini kepada Anak Dewasa
Bintik Merah pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gracia Indri Pakai Korset setelah Melahirkan Anak Kedua, Ternyata Banyak Manfaatnya
20 Lokasi ATM Mandiri Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Terdekat untuk Lebaran 2026
REKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
6 Rekomendasi Vacuum Cleaner Handy dan Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran Kembaran Keluarga Terbaru dan Stylish
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Penyebab Bunda Merasa Nyeri saat Berhubungan Intim setelah Melahirkan & Cara Mengatasinya
Ternyata Ini 5 Tipe MBTI yang Paling Umum di Dunia, Bunda Termasuk?
Bintik Merah pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ciri Ibu Narsistik, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini kepada Anak Dewasa
Tetap Perhatian, Desta Akui Masih Sayang & Jadi Orang Pertama yang Bela Natasha Rizky
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
7 Potret Dapur Baim Wong Nuansa Maskulin dengan Desain Industrial Berdinding Bata
-
Beautynesia
Promo Belanja Ramadan 2026, Beli Baju sampai Aksesori Tetap Hemat THR!
-
Female Daily
Hair Milk Viral Hingga Shaver yang Jadi Favorit di Bulan Februari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Serbu METRO Festive Raya Fashion Show! Modest Fashion Hits & Promo Hingga 50%
-
Mommies Daily
Kuis: Tebak Kisah Nabi dan Rasul, Bisa Ajak Anak Juga!