MOM'S LIFE
4 Budaya Perusahaan yang Wajib Diketahui Pekerja, Mana yang Terbaik?
Arina Yulistara | HaiBunda
Senin, 13 Oct 2025 21:20 WIBSudahkah Bunda mengenal budaya tempat bekerja saat ini? Jika belum, mari mengenal ragam budaya perusahaan yang wajib diketahui pekerja.
Budaya perusahaan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan dan keberhasilan Bunda dalam bekerja. Layaknya sebuah negara yang memiliki norma dan aturan sosial sendiri, setiap perusahaan pun memiliki 'budaya' atau cara kerja khas yang membedakan satu dengan yang lainnya.
Hal ini sering menjadi alasan mengapa seseorang merasa cocok atau justru tidak betah di tempat kerjanya. Menurut pakar karier, memahami budaya kerja sebelum bergabung dengan perusahaan baru sangat penting agar karyawan dapat berkembang dengan optimal.
Mengutip USA Today, jika Bunda tipe pekerja yang mandiri tapi bergabung di perusahaan yang suka melakukan micromanaging, hal itu bisa menjadi alasan utama Bunda mencari peluang baru di tempat lain.
Namun jika yang terjadi sebaliknya, Bunda lebih menyukai gaya manajemen langsung yang tertanam dalam budaya perusahaan maka kemungkinan besar Bunda akan bahagia dan produktif di lingkungan tersebu.
Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Occupational and Environmental Medicine juga menunjukkan bahwa kepuasan terhadap budaya perusahaan berkorelasi erat dengan meningkatnya rasa saling percaya antara pimpinan dan staf, serta performa kerja yang lebih baik. Oleh sebab itu, mengenal tipe budaya perusahaan menjadi langkah penting untuk memastikan kecocokan dengan gaya kerja pribadi.
Budaya perusahaan yang wajib diketahui pekerja
Mari Bunda mengenal empat tipe budaya perusahaan yang umum ditemui.
1. Clan
Budaya clan menggambarkan suasana kerja yang hangat, penuh kerja sama, dan menjunjung tinggi hubungan antarindividu. Menurut National Institutes of Health (NIH), tipe perusahaan seperti ini mirip dengan bisnis keluarga atau organisasi besar yang memiliki semangat kekeluargaan.
Kelebihan:
Karyawan di lingkungan ini biasanya merasa sangat loyal dan terikat secara emosional dengan rekan kerja serta perusahaan. Mereka juga merasa suara dihargai dalam proses pengambilan keputusan. Karyawan biasanya merasa sangat loyal dan merasa memiliki andil dalam bisnis.
Kekurangan:
Bagi pekerja yang ambisius atau ingin menjadi bintang, budaya ini bisa terasa membatasi. Rasa terlalu loyal terkadang membuat Bunda menunda untuk mencari peluang baru meskipun sebenarnya kurang puas atau dibayar di bawah standar.
2. Adhocracy
Budaya adhocracy sangat identik dengan inovasi dan semangat kewirausahaan. Di perusahaan dengan budaya ini, kreativitas dan keberanian mengambil risiko sangat dihargai.
Budaya ini mendukung pekerja untuk berpikir di luar kebiasaan dan tidak takut gagal. Sebuah studi dari Journal of Financial Services Marketing menunjukkan bahwa lingkungan kerja dengan budaya adhocracy sering menghasilkan pekerja yang paling inovatif dan efisien.
Kelebihan:
Karyawan didorong untuk bereksperimen dan menyalurkan ide-ide baru tanpa takut salah. Orang yang fleksibel, adaptif, dan kreatif biasanya sangat berkembang dalam budaya ini.
Kekurangan:
Untuk Bunda yang lebih suka pekerjaan dengan batasan yang jelas dan struktur tetap, budaya ini bisa terasa melelahkan. Tuntutan untuk selalu 'berinovasi' sering kali berarti jam kerja panjang dan tanggung jawab di luar deskripsi pekerjaan.
3. Market/Compete
Budaya market atau compete berfokus pada hasil, target, dan pencapaian. Lingkungan kerja seperti ini biasanya ditemui di bidang penjualan atau perusahaan yang sangat kompetitif. Dalam budaya ini, profit dan pencapaian menjadi ukuran utama keberhasilan.
Kelebihan:
Karyawan yang ambisius dan termotivasi oleh target akan merasa tertantang dan bersemangat. Budaya ini juga dapat mendorong semangat kompetitif yang sehat serta memberikan pengakuan yang jelas atas prestasi kerja.
Kekurangan:
Jika persaingan internal tidak dikelola dengan baik, suasana kerja bisa menjadi penuh tekanan dan bahkan tidak sehat.
4. Hierarchy
Budaya hierarchy sangat menekankan struktur, prosedur, dan pembagian peran yang tegas. Semua karyawan tahu siapa yang bertanggung jawab atas apa, dan keputusan biasanya mengikuti rantai komando yang jelas.
Bunda biasanya akan menemukan standard operating procedures (SOP) dalam jenis pekerjaan ini, jalur promosi yang diuraikan secara formal, target pencapaian, serta rentang gaji dan jabatan.
Kelebihan:
Karyawan memiliki panduan kerja pasti, target jelas, dan jalur karier yang terstruktur. Selain itu, kerja lembur atau tugas di luar tanggung jawab biasanya tidak diwajibkan.
Kekurangan:
Di sisi lain, budaya ini bisa terasa kaku dan membatasi kreativitas. Inovasi jarang muncul karena semua orang diminta untuk 'tetap di jalurnya'.
Penelitian dari MIT Sloan Management Review bahkan menyebutkan bahwa budaya hierarki dapat membuat perusahaan kehilangan talenta inovatif yang merasa tidak bebas berkreasi.
Budaya perusahaan mana yang terbaik untuk Bunda?
Sebetulnya tidak ada satu jenis budaya perusahaan yang bisa disebut paling ideal untuk semua orang. Kesesuaian sangat bergantung pada gaya kerja, tahap karier, dan kebutuhan pribadi masing-masing.
Mungkin di usia 20-an cocok di perusahaan yang dinamis seperti adhocracy. Namun ketika sudah berkeluarga, Bunda mungkin bisa lebih nyaman di lingkungan clan atau hierarchy.
Bunda disarankan secara rutin mengevaluasi diri dan karier sendiri. Setiap enam bulan atau setahun sekali, luangkan waktu untuk menilai apakah budaya kerja saat ini masih sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadi Bunda.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Bunda lebih suka bekerja mandiri dengan berpikir out of the box atau lebih suka memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas dan tidak berubah seiring waktu.
Dengan memahami diri sendiri dan lingkungan kerja yang diinginkan, Bunda bisa menemukan tempat terbaik untuk tumbuh, berprestasi, dan bahagia dalam berkarier.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Meski Banyak Pelamar Kerja, Ini 5 Penyebab HRD Susah Cari Pegawai
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Tas Crossbody 3 Kompartemen: Beneran Bikin Isi Tas Lebih Rapi?
-
Beautynesia
Kenalan dengan Metode Sandwich Makeup, Teknik Riasan Anti Longsor dan Awet
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret 3 Menantu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Ada yang Gelarnya Dicopot
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif