Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cerita Anak Wanda Hamidah Jadi Guru Les Bergaji Rp50 Ribu saat Kuliah di UGM

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Jan 2026 09:50 WIB

Anak Wanda Hamidah
Anak Wanda Hamidah Jadi Guru Les Bergaji Rp50 Ribu saat Kuliah di UGM/Foto: Instagram @shalimahakim
Daftar Isi
Jakarta -

Kehidupan saat masa kuliah ternyata tak semulus yang dibayangkan, Bunda. Putri dari artis Wanda Hamidah, Noor Shalima Zamaiya, pernah menghadapi masa-masa sulit saat menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Shalima baru-baru ini berbagi cerita mengenai kehidupannya yang jarang diketahui oleh publik. Alumni UGM tersebut mengaku punya banyak kesibukan di luar jadwal kuliah demi mencari penghasilan tambahan.

Berbagai pekerjaan sampingan pun ia lakoni dengan tanpa melihat statusnya sebagai anak artis. Mulai dari mengelola acara hingga terjun ke dunia modeling, semua pekerjaan ini Shalima jalankan, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Pertama aku punya event organizer popup market. Kedua, aku sempat jadi model juga. Ketiga aku mengajar les Bahasa Inggris," tutur Shalima saat berbincang dalam acara Rumpi No Secret, menilik dari kanal Youtube @TRANSTVofficial.

Pilih jadi guru les, putri Wanda Hamidah belajar mandiri saat kuliah

Meskipun statusnya sebagai anak publik figur, Shalima tak ragu mengambil pekerjaan sebagai guru les. Saat sedang berbincang, sang Bunda sempat menanyakan langsung perihal pendapatan putrinya tersebut.

"Kamu berapa gajinya waktu ngajar les?" kata Wanda Hamidah.

Shalima pun menjawab dengan jujur bahwa penghasilannya saat itu memang tidaklah besar. Ia merasa bayaran tersebut sangat terasa perbandingannya untuk biaya hidupnya sebagai anak perantau.

"Aduh itu sedikit banget di Yogya. Aku mengajar empat orang untuk satu jam dibayar Rp50 ribu," ungkap Shalima.

Ternyata alasan utama Shalima menjadi guru les bukan hanya soal uang semata. Ia mengaku memilih jadi guru les karena dirinya memang suka mengajar, Bunda.

Lebih lanjut, kepedulian Shalima ini ternyata sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Shalima bahkan sudah aktif dalam komunitas sosial yang fokus mengajar anak-anak di jalanan.

"Karena aku emang suka mengajar. Aku juga punya komunitas sekolah jalanan di Pasar Senen, namanya Bingkai Jalanan," katanya.

Pengalaman mengajar ini bukan untuk 'ikut-ikutan' saja karena ia sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Shalima diketahui sudah punya komunitas jauh sebelum dirinya menginjakkan kaki di bangku kuliah.

"Aku di situ (Komunitas sekolah jalanan) dari 2017, waktu aku kelas 8 SMP. Jadi sudah hampir 10 tahun," jelasnya.

Selain mengajar, Shalima ternyata juga aktif bergabung dalam organisasi di bidang kesehatan masyarakat, Bunda. Ia merasa bahagia jika bisa menyalurkan kegemarannya dalam membantu sesama lewat yayasan tersebut.

"Aku juga mengajar di Yayasan Lingkaran Indonesia Peduli. Yayasan ini untuk kesehatan masyarakat. Jadi, itu emang salah satu passion aku," pungkasnya.

Wanda Hamidah sempat telat mengirim uang kepada sang putri

Mendengar cerita sang putri, Wanda Hamidah mengakui bahwa hal itu terjadi karena keadaan yang mendesak. Ia bercerita bahwa dahulu memang sering terlambat mengirimkan uang saku untuk kebutuhan Shalima di Yogyakarta.

"Ibunya juga sering telat kirim uang. Kadang bilang, 'Maaf ya, ibu kirimnya telat. Kamu bertahan dulu, baru ada minggu depan. Hari ini enggak ada,'. Jadi dia harus mengatur dirinya sendiri," kata Wanda Hamidah.

Kondisi ekonomi Wanda saat itu memang sedang berada di titik yang cukup sulit, Bunda. Maka itu, pembayaran sekolah anak-anaknya pun ikut menunggak, termasuk biaya kuliah Shalima.

Melihat kondisi tersebut, Shalima ternyata sudah memahami kesulitan sang Bunda sejak dirinya masih kecil. Putri Wanda Hamidah ini mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan Bundanya, sehingga komunikasi di antara selalu terbuka.

"Soalnya ibu aku orangnya terbuka. Menurut aku, sebagai single parent, pasti hubungannya lebih dekat sama anak, dan anaknya pun jadi lebih dekat sama ibunya," ujarnya.

"Jadi dari kecil aku sudah tahu aja sebetulnya," kata Shalima.

Wanda Hamidah juga menjelaskan bahwa dirinya hanyalah pekerja biasa, sehingga penghasilannya tak selalu stabil, Bunda.

"Sebetulnya karena aku ini pekerja biasa. Bisa saja hari ini ada uang, tapi minggu depan enggak ada. Tapi ya, begitulah hidup pekerja biasa. Kalau kita enggak kerja hari ini, besok juga enggak ada makan," tuturnya.

Pengorbanan Wanda Hamidah untuk pendidikan Shalima

Sebagai bentuk rasa terima kasihnya, Shalima ternyata menuliskan dedikasi khusus untuk sang Bunda di lembar skripsinya. Hal ini ia lakukan karena Bundanya berperan besar dalam mendukung pendidikannya.

"Pertama karena ibu sponsornya" ungkap Shalima.

Wanda Hamidah diketahui merupakan sosok Bunda yang pekerja keras untuk putrinya sejak SMP hingga SMA. Ia bahkan pernah menyetujui permintaan Shalima untuk masuk ke sekolah yang biayanya sangat mahal.

"Dahulu dia pilih sekolah yang mahal sekali. Tapi, dia bikin proposal menjelaskan kenapa saya harus masuk sekolah itu," ujar Wanda.

Wanda Hamidah pun kemudian luluh dan berusaha sekuat tenaga untuk membiayai sekolah sang putri. Baginya, pengorbanan itu sepadan karena ini akan jadi investasi untuk masa depan anaknya.

"Luluhlah ibunya ya. Jadi, ya ibunya kepala di kaki, kaki di kepala untuk membiayai sekolahnya. Tapi memang buat aku enggak apa-apa, karena itu akan jadi investasi masa depan ya," katanya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda