MOM'S LIFE
Mengenal Aturan 3-6-9 Bulan yang Perlu Dipahami Pasangan Baru
Arina Yulistara | HaiBunda
Minggu, 11 Jan 2026 17:00 WIBBunda perlu memahami aturan 3-6-9 jika ingin hubungan harmonis. Berikut informasi mengenai aturan tersebut terutama untuk pasangan baru.
Punya hubungan baru sering kali terasa menyenangkan sekaligus membingungkan. Di satu sisi, ada perasaan berbunga-bunga dan harapan besar tentang masa depan.
Di sisi lain, banyak mungkin dari Bunda bertanya-tanya apakah hubungan yang dijalani benar-benar bisa harmonis dalam jangka panjang? Jika ingin hubungan tahan lama maka coba pahami sebuah konsep yang populer, yakni aturan 3-6-9 bulan dalam hubungan asmara.
Aturan 3-6-9 bulan dipercaya dapat membantu pasangan baru memahami dinamika hubungan mereka secara lebih realistis. Konsep ini menggambarkan tahapan emosional dan psikologis yang umumnya dialami pasangan sejak awal menjalin hubungan hingga hampir satu tahun bersama.
Dengan mengenali setiap fase, pasangan diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan besar. Namun Bunda juga tak terjebak terlalu lama dalam hubungan yang kurang sehat.
Banyak pasangan mengira perasaan cinta diawal hubungan sudah cukup menjadi penentu masa depan. Padahal menurut sejumlah pakar hubungan, waktu dan proses justru menjadi kunci untuk melihat apakah sebuah hubungan mampu bertahan menghadapi tantangan nyata.
Di sinilah aturan 3-6-9 bulan dianggap relevan sebagai panduan untuk menilai kelayakan hubungan secara lebih matang. Mengutip The Everygirl, berikut aturan 3-6-9 dalam hubungan asmara.
Apa itu aturan 3-6-9 Bulan?
Aturan 3-6-9 bulan adalah konsep yang membagi hubungan baru ke dalam tiga tahap utama. Setiap tahap berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan memiliki karakteristik emosional yang berbeda.
Dengan melewati ketiga tahap ini, Bunda diyakini akan memiliki gambaran yang lebih jelas apakah hubungan tersebut layak dilanjutkan ke arah lebih serius. Tahap pertama berlangsung pada tiga bulan awal hubungan dan dikenal sebagai fase bulan madu.
Tiga bulan berikutnya, yakni bulan keempat hingga keenam, menjadi awal fase konflik. Sementara itu, periode enam hingga sembilan bulan merupakan puncak konflik yang berujung pada tahap pengambilan keputusan. Pada titik inilah pasangan biasanya menentukan apakah hubungan akan diteruskan atau justru diakhiri.
Konsep tersebut banyak dibahas seiring meningkatnya tren hubungan baru. Aturan 3-6-9 bulan hadir sebagai alat bantu refleksi, bukan patokan kaku yang harus diikuti semua orang.
Aturan 3-6-9 bulan dalam hubungan asmara
Berikut detail aturan 3-6-9 bulan dalam hubungan.
1. Fase bulan madu (3 bulan pertama)
Tiga bulan pertama hubungan sering kali menjadi masa paling menyenangkan. Pada fase ini, segalanya terasa ringan, mudah, dan penuh antusiasme.
Pasangan masih saling menunjukkan sisi terbaik, rajin merencanakan kencan, dan menikmati proses saling mengenal tanpa banyak beban. Di fase bulan madu, fokus utama adalah menemukan kecocokan dasar, seperti kesamaan minat, nilai hidup, serta bagaimana perasaan yang muncul saat bersama pasangan.
Konflik biasanya jarang terjadi dan jika muncul pun masih tergolong ringan. Banyak pasangan membayangkan masa depan bersama tanpa terlalu memikirkan potensi masalah yang mungkin muncul.
Para ahli mengingatkan bahwa fase ini belum cukup untuk menilai hubungan secara menyeluruh. Perasaan cinta yang intens sering kali dipengaruhi oleh emosi dan hormon sehingga penilaian terhadap pasangan bisa menjadi kurang objektif.
2. Fase konflik: 3 hingga 9 bulan
Memasuki bulan keempat hingga keenam, hubungan mulai memasuki fase yang lebih menantang. Bunda dan pasangan mulai melihat sisi-sisi yang sebelumnya tersembunyi.
Kebiasaan kecil yang dulu dianggap lucu bisa berubah menjadi sumber kekesalan. Pada periode ini, perbedaan karakter, pola komunikasi, hingga cara menyelesaikan masalah mulai terlihat jelas.
Pertengkaran kecil dapat muncul lebih sering bahkan berkembang menjadi konflik yang lebih besar jika tidak dikelola dengan baik. Meski demikian, fase ini bukan berarti hubungan sedang gagal.
Justru di sinilah pasangan belajar tentang kompromi, empati, dan cara menghadapi ketidaksempurnaan satu sama lain. Hubungan membutuhkan waktu untuk benar-benar matang.
3. Fase pengambilan keputusan: setelah 9 bulan
Setelah melewati sembilan bulan bersama, pasangan biasanya sampai pada tahap refleksi dan pengambilan keputusan. Pada fase ini, hubungan telah melalui masa menyenangkan sekaligus masa sulit.
Pertanyaannya bukan lagi apakah pasangan sempurna, melainkan apakah kekurangan yang ada masih bisa diterima? Apakah ada perbedaan besar antara konflik yang wajar dan pertengkaran tanpa akhir yang menguras emosi?
Jika konflik yang terjadi membuat Bunda terus-menerus meragukan hubungan, bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat. Sebaliknya, jika perbedaan dapat dibicarakan dan diselesaikan maka berpotensi menjadi lebih kuat.
Tahap ini mendorong pasangan untuk jujur pada diri sendiri tentang masa depan. Apakah hubungan ini memberi rasa aman dan bertumbuh atau justru menahan langkah dan kebahagiaan pribadi?
Inilah mengapa hubungan membutuhkan waktu satu tahun untuk matang. Bunda benar-benar tidak bisa tahu apakah sudah berada di dalam atau luar hubungan tersebut sampai melihat semua sisi dari sebuah hubungan.
Mengapa aturan 3-6-9 bulan dianggap efektif?
Aturan 3-6-9 bulan dianggap efektif karena membantu Bunda memahami bahwa hubungan tidak selalu berjalan mulus. Konsep ini menegaskan bahwa naik turunnya emosi adalah hal yang normal, bukan tanda kegagalan semata.
Dengan ekspektasi yang lebih realistis, pasangan tidak mudah menyerah saat menghadapi konflik awal. Selain itu, aturan ini juga mencegah seseorang berkomitmen terlalu cepat hanya karena terbawa perasaan.
Di sisi lain, aturan ini membantu menghindari hubungan yang berlarut-larut tanpa kejelasan. Setelah sembilan bulan, Bunda diharapkan sudah cukup mengenal satu sama lain untuk mengambil keputusan yang bijak.
Bagi banyak orang, pendekatan ini terasa lebih sehat secara emosional. Jika hubungan berakhir, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang, bukan karena emosi sesaat. Kalau hubungan berlanjut, keyakinan yang dimiliki pun lebih kuat karena telah melewati berbagai ujian bersama.
Dengan memahami setiap fase yang dilalui, Bunda dan pasangan diharapkan lebih sabar, terbuka, serta jujur dalam menjalani hubungan. Pada akhirnya, keputusan untuk bertahan atau berpisah tetap berada di tangan masing-masing dengan pertimbangan terbaik untuk masa depan dan kebahagiaan Bunda juga pasangan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Benarkah Dosa Istri Jadi Tanggung Jawab Suami Setelah Menikah?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
7 Tujuan Menikah dalam Islam yang Perlu Diketahui
5 Pelajaran Pernikahan yang Bisa Diambil dari Serial Layangan Putus
Tips dari Pakar untuk Pasutri Baru Agar Pernikahan Langgeng, Penting Bun!
TERPOPULER
Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan
Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack
Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan
Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack
Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini
Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling
120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sydney Sweeney Sering Digodain Atlet, Scooter Braun Sampai Cemburu
-
Beautynesia
5 Alasan Orang Baik Justru Sering Merasa Paling Kesepian, Menurut Penelitian
-
Female Daily
Ini 5 Opsi Makan Malam untuk Kamu yang Lagi Diet!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Persiapan Golden Globes 2026, Nikki Glaser Siap Roasting Artis Hollywood
-
Mommies Daily
8 Cara Bertengkar dengan Sehat dalam Pernikahan, biar Makin Sayang!