Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kebiasaan Orang yang Mandiri secara Emosional

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Rabu, 14 Jan 2026 15:40 WIB

Young attractive beautiful casual asia female lady student look at cellphone play social media sit at sofa couch living room feel relax comfort carefree with green houseplant at cozy home apartment.
9 Kebiasaan Orang yang Mandiri secara Emosional/Foto: Getty Images/iStockphoto/ChayTee
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda semua pasti percaya bahwa kemandirian emosional adalah bekal penting dalam menjalani hidup. Orang yang mandiri secara emosional akan mampu memahami perasaannya dan bersikap bijak dalam berbagai situasi.

Kemandirian secara emosional tidak terbentuk dalam semalam. kebiasaan kecil yang konsisten justru menjadi fondasi kuat bagi ketenangan batin dan kedewasaan sikap.

Orang yang mandiri secara emosional tidak mudah larut dalam emosi yang negatif. Ia mampu mengelola rasa kecewa, marah, dan sedih dengan cara yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Kebiasaan orang yang mandiri secara emosional

Melalui artikel ini, Bubun akan mengajak Bunda untuk memahami kebiasaan orang mandiri secara emosional yang telah dilansir menurut laman YourTango. Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda!

1. Lebih memilih penerimaan, bukan penolakan

Kebiasaan pertama yang sering ditemui oleh orang mandiri secara emosional adalah mereka lebih menerima dan tidak menyalahkan pilihan yang mereka pilih. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa orang tersebut telah mandiri secara emosional karena bertanggung jawab atas tindakan dan emosi mereka.

Orang yang mandiri secara emosional akan memahami bahwa tidak seorang pun yang dapat benar-benar memaksa mereka untuk melakukan atau merasakan apa pun tanpa izin mereka. Dengan demikian, jika Bunda melihat seseorang dengan kebiasaan seperti ini, bisa jadi orang tersebut adalah orang yang cerdas secara emosional.

2. Melakukan perawatan diri secara teratur

Kebiasaan selanjutnya yang menunjukkan bahwa orang tersebut mandiri secara emosional adalah mereka sering kali melakukan perawatan diri dengan teratur. Orang yang mandiri secara emosional tidak akan menunggu sampai tubuh mereka kotor atau tidak terawat.

Kebiasaan ini dijadikan sebagai hobi oleh orang yang mandiri secara emosional. Tentunya kebiasaan untuk merawat diri sendiri ini juga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

3. Tidak terpaku pada masa lalu dan fokus pada masa kini

Bunda pasti setuju bahwa masa lalu dapat membebani sebagian orang jika mereka tidak belajar untuk melepaskannya. Alangkah baiknya jika masa lalu yang diingat hanya hal-hal yang baik saja belajar dari hal yang buruk.

Orang yang mandiri secara emosional akan selalu fokus pada masa kini dan tidak fokus pada masa lalu. Mereka akan cenderung memikirkan apa yang dapat dilakukan saat ini untuk masa depan yang lebih cerah. Jika Bunda sering kali mengalami kebiasaan tersebut, bisa jadi Bunda adalah orang yang mandiri secara emosional.

4. Lebih mengenal diri sendiri

Memiliki identitas diri yang jelas sangat penting untuk kemandirian emosional. Hal ini dikarenakan orang yang mandiri secara emosional perlu mampu menangani berbagai hal tanpa membiarkan pendapat orang lain mengganggu. 

Penelitian dari Europe's Journal of Psychology dan PsychOpen Publishing Psychology pada tahun 2022 menunjukkan bahwa memiliki pandangan yang jelas tentang diri sendiri mengarah pada aktualisasi diri dan harga diri. Keduanya sangat penting untuk menciptakan kepercayaan diri dan menjadi mandiri secara emosional.

5. Rasa syukur yang menjadi bagian dari hidup

Kebiasaan lainnya yang bisa menjadi tanda orang mandiri secara emosional adalah adanya rasa syukur yang jadi bagian dari diri mereka. Orang yang mandiri secara emosional sering kali mensyukuri apa yang mereka miliki agar mampu menghadapi tantangan dengan tenang.

Penelitian dari Nicholas Kerry pada tahun 2023 tentang Being Thankful for What You Have: A Systematic Review of Evidance for the Effect of Gratitude on Life Satisfication menunjukkan bahwa orang yang bersyukur mengalami kepuasan hidup yang lebih besar. Mereka lebih menghargai apa yang mereka miliki sambil terus berupaya mencari yang lebih baik.

6. Tidak mencari pengakuan dari orang lain

Mencari validasi atau pengakuan dari orang lain dianggap sebagai hal yang wajar oleh sebagian orang. Namun, hal ini tidak akan terjadi oleh orang yang mandiri secara emosional.

Orang yang mandiri secara emosional tidak akan mencari pengakuan dari orang lain atau haus akan validasi dari orang lain. Mereka cukup bertanggung jawab pada diri mereka sendiri sebaik mungkin dan tidak butuh pengakuan dari yang lainnya.

7. Terbiasa memecahkan masalah sendiri

Aspek kunci dari kemandirian emosional adalah kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan diri sendiri. Orang yang mandiri secara emosional mampu mengelola perasaan dan mengambil keputusan tanpa selalu bergantung pada orang lain.

Namun, kemandirian ini bukan berarti menutup diri atau menolak bantuan. Mereka tetap terbuka untuk menerima dukungan, tetapi memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi masalah dan tantangan dengan kemampuan yang dimiliki.

8. Tidak terlalu berpegang teguh pada bagaimana seharusnya segala sesuatu berjalan

Ketika orang lain menciptakan versi ideal tentang bagaimana seharusnya segala sesuatu berjalan di kepala, kekecewaan mudah muncul saat kenyataan tidak sejalan dengan harapan. Orang yang mandiri secara emosional memahami hal ini dan memilih untuk tidak menetapkan ekspektasi berlebihan pada orang lain.

“Ketika kita menaruh harapan pada orang lain, kita pasti akan membuat diri kita dan mereka gagal,” jelas pelatih kesehatan mental Mac Brazina di TikTok. Menurutnya, hal itu terjadi karena kita meminta orang lain memenuhi kebutuhan kita sebelum kita mampu memenuhinya sendiri.

9. Meluangkan waktu untuk merenungkan emosi 

Baik di sekolah, tempat kerja, maupun saat mengasuh anak, banyak dari kita menjalani jadwal padat hingga sulit menemukan waktu sejenak untuk bernapas. Saat waktu luang datang, sering kali kita tergoda menghabiskannya dengan menonton TV berjam-jam, menjelajahi media sosial tanpa henti, atau sekadar tidur tanpa tujuan.

Namun, orang yang mandiri secara emosional memanfaatkan waktu luang untuk merenungkan perasaan mereka dan memberi perhatian yang layak pada emosi yang dirasakan. Mereka belajar merasakan, mengenali, dan menerima emosi agar dapat memahaminya dengan lebih baik.

Itulah 9 kebiasaan orang mandiri secara emosional yang tercermin dari sikap dan cara mereka menjalani keseharian. Kebiasaan orang mandiri ini membuat seseorang lebih mampu memahami diri sendiri dan bersikap tenang dalam menghadapi berbagai keadaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda