Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Makanan Resepsi Pernikahan Habis, Tamu Pesan Ayam Goreng dan Picu Keributan

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 15:20 WIB

Fresh flowers wedding decoration. Wedding table.
Ilustrasi makanan resepsi pernikahan habis, tamu pesan ayam goreng dan picu keributan / Foto: Getty Images/Vasil Dimitrov

Resepsi pernikahan identik dengan suasana bahagia, dekorasi indah, dan tentu saja hidangan lezat yang dinanti para tamu. Tidak sedikit tamu yang datang dengan perut kosong demi bisa menikmati sajian spesial di hari bahagia mempelai. Namun, bagaimana jadinya jika makanan justru habis sebelum semua tamu kebagian?

Sebuah kisah viral baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, Bun. Seorang tamu undangan nekat memesan makanan sendiri saat hidangan resepsi habis, hingga memicu keributan dengan keluarga pengantin. 

Kejadian ini sontak menuai pro dan kontra karena dinilai merusak suasana sakral pesta pernikahan. Lantas, bagaimana kronologi lengkap kejadiannya? Yuk, simak kisah selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tamu pesan makanan sendiri saat hidangan resepsi habis

Melansir dari laman Brides, kisah ini bermula dari sebuah unggahan anonim di forum Reddit pada Juli 2024. Dalam ceritanya, seorang pria mengaku menghadiri pernikahan temannya bersama sang istri. Acara tersebut dihadiri sekitar 70 tamu yang mayoritas merupakan keluarga dekat mempelai.

Setelah prosesi pernikahan selesai, para tamu diarahkan ke area resepsi. Di meja, mereka hanya disuguhi roti, mentega, dan dua botol anggur. Tidak lama kemudian, hidangan utama disajikan dalam bentuk prasmanan. Sang tamu mengenang momen itu dengan antusias.

Ia berkata, "Lalu makanan mulai dikeluarkan, tampilannya terlihat sangat menggugah selera, dan disusun secara prasmanan. Saat itu aku sudah agak mabuk dan benar-benar menantikan makanan untuk mengisi perutku"

Namun, karena sistem antrean per meja, tamu tersebut harus menunggu giliran. Saat menunggu, ia melihat beberapa anggota keluarga mempelai mengambil porsi besar, bahkan kembali lagi untuk menambah makanan. Awalnya ia berpikir hidangan pasti cukup untuk semua orang.

Sayangnya, dugaan itu keliru. Ketika gilirannya tiba, hampir semua makanan telah habis. Ia sempat menanyakan apakah akan ada hidangan tambahan, tetapi ternyata makanan memang sudah dikeluarkan seluruhnya. Alhasil, ia dan tamu satu meja hanya mendapatkan sisa-sisa makanan dan tetap merasa lapar.

Dalam kondisi kesal dan lapar, percakapan di meja mereka memanas. Seseorang berkata ingin makan pizza. Tidak lama kemudian, tamu tersebut benar-benar memesan makanan dari luar. Ia dan beberapa tamu lain patungan memesan beberapa pizza besar dan ayam goreng dari restoran terdekat agar cepat sampai.

Makanan itu kemudian mereka santap di meja resepsi. Tamu lain yang juga kelaparan ikut bertanya dan akhirnya memakan pizza dan ayam goreng tersebut. Situasi berubah tegang ketika kabar tersebut sampai ke telinga pengantin. Pengantin memanggil tamu tersebut dan menyatakan ketidaksenangannya atas tindakan memesan makanan dari luar.

Ketegangan semakin memuncak saat ayah pengantin perempuan meminta sepotong pizza. Sang tamu menolak dengan nada kesal. 

"Tidak, Anda dan semua orang di meja Anda sudah mengambil jauh lebih banyak dari jatah prasmanan dan menghabiskannya. Itulah alasan kami memesan makanan sendiri sejak awal. Dan sekarang Anda masih berani meminta kami berbagi." 

Mendengar hal itu, wajah ayah pengantin langsung memerah, sementara sang pengantin perempuan menjadi semakin marah. Pada akhirnya, pengantin pria meminta tamu tersebut untuk meninggalkan acara.

Beberapa waktu setelah kejadian, kedua sahabat itu bertemu kembali untuk membicarakan insiden tersebut. Pengantin pria mengakui bahwa keluarga istrinya memang bersalah karena merasa berhak mengambil makanan lebih banyak lantaran ikut membiayai konsumsi.

Sebagai bentuk permintaan maaf, ayah pengantin berencana mengadakan acara lagi dan memesan puluhan pizza dari tempat yang sama, sebagai upaya untuk mencairkan suasana.

Meski demikian, warganet tetap ramai berkomentar. Mayoritas menilai bahwa dalam konsep prasmanan, tuan rumah seharusnya menyediakan makanan lebih dari cukup untuk memastikan semua tamu mendapat bagian sebelum ada yang menambah porsi.

Itu dia kisah dari tamu undangan yang memesan makanan sendiri saat hidangan resepsi pernikahan habis hingga berujung keributan. Semoga kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa perencanaan yang matang dapat memperlancar suatu acara.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda