HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Penyakit Menular yang Diprediksi Naik di 2026 Menurut Pakar

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Senin, 19 Jan 2026 13:42 WIB
Ilustrasi penyakit menular/Foto: Getty Images/iStockphoto/

Bunda, awal tahun sering diiringi harapan baru untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Namun, di tengah optimisme tersebut, para pakar justru melihat ancaman kesehatan yang tidak bisa diabaikan, termasuk penyakit diprediksi naik pada 2026.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah menurunnya cakupan vaksinasi pada anak-anak. Kondisi ini membuat perlindungan terhadap penyakit menular menjadi semakin rapuh.

Tak hanya itu, meningkatnya kelonggaran aturan vaksinasi di lingkungan sekolah turut memperbesar risiko penularan. Michael Moody, profesor pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas Duke, menilai situasi ini berpotensi mendorong penyakit diprediksi naik dalam waktu dekat.


“Saya rasa situasinya akan memburuk sebelum membaik,” kata Michael Moody yang dikutip dari laman US News

Jumlah masyarakat yang belum menerima vaksin secara lengkap menciptakan celah besar bagi penyebaran penyakit menular. Kondisi tersebut menjadi lahan subur bagi penyakit diprediksi naik dan sulit dikendalikan.

“Fakta bahwa orang-orang belum pernah melihat penyakit-penyakit ini seringkali membuat kita cenderung meromantisasi penyakit-penyakit tersebut,” lanjutnya.

5 Penyakit Menular yang Diprediksi Naik di 2026

Lantas apa saja lima penyakit menular apa saja yang diprediksi akan naik di tahun 2026? Berikut daftar lima penyakit yang diprediksi naik tahun ini menurut para ahli seperti dikutip dari laman US News:

1. Flu

Flu menjadi salah satu penyakit yang akan diprediksi naik pada 2026 karena musimnya berlangsung lebih panjang dari biasanya. Munculnya varian baru membuat penyebarannya semakin cepat dan sulit dikendalikan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mencatat setidaknya ada 15 juta kasus flu sejauh musim ini. Angka tersebut mencakup sekitar 180.000 rawat inap dan 7.400 kematian, termasuk 17 anak-anak.

Rendahnya cakupan vaksin turut memperburuk situasi flu dan akan menjadi penyakit yang diprediksi naik. Menurut US News, berdasarkan Data CDC, menunjukkan kurang dari 50 persen anak menerima vaksin flu tahun ini. Data tersebut menjadi yang terendah dalam enam musim terakhir.

“Tahun lalu sebenarnya merupakan tahun flu yang cukup signifikan,” kata Michael Moody. 

Profesor Moody juga berharap bahwa tahun ini akan jauh lebih tenang dan lebih baik terhadap penyakit flu. Namun, ia merasa bahwa tahun ini akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya

“Saya pikir awalnya kami berharap tahun ini akan lebih tenang, tetapi kenyataannya, saya rasa situasinya akan sangat mirip dengan tahun lalu," lanjutnya. 

Perubahan rekomendasi vaksin flu tahunan juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga medis. Flu kini semakin berisiko menjadi penyakit yang diprediksi akan naik, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki perlindungan atau kekebalan imun secara optimal.

2. Polio

Penyakit polio kembali menjadi perhatian serius para ahli kesehatan masyarakat. Penyakit yang sempat dianggap terkendali ini kini masuk dalam daftar penyakit yang diprediksi akan naik pada tahun 2026.

Dulu, polio berhasil dieliminasi di Amerika Serikat berkat program vaksinasi yang masif. Sayangnya, tingkat vaksinasi kini menurun sehingga perlindungan terhadap penyakit ini semakin melemah.

Kekhawatiran juga meningkat karena munculnya pernyataan publik yang meragukan keamanan vaksin polio. Narasi keliru semacam ini berpotensi membuat orang tua ragu, padahal dampaknya bisa sangat berbahaya bagi anak-anak.

Di sisi lain, polio masih ditemukan di beberapa negara seperti Pakistan dan Afghanistan. Selama virus ini masih menyebar di wilayah mana pun, risikonya tetap bisa mengancam negara lain.

Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin secara lengkap menjadi kelompok paling rentan. Kondisi inilah yang membuat polio masuk sebagai penyakit diprediksi naik dan perlu kembali diwaspadai bersama.

3. Campak

Campak kembali menjadi perhatian serius karena jumlah kasusnya melonjak tajam. Kondisi ini membuat campak masuk dalam daftar penyakit diprediksi naik pada 2026.

Berdasarkan laporan dari CDC yang dikutip dari US News, Amerika Serikat mencatat lebih dari 2.000 kasus campak sepanjang 2025, angka tertinggi dalam beberapa dekade. Jumlah ini jauh melampaui kondisi setelah campak dinyatakan diberantas pada tahun 2000.

Lonjakan kasus tersebut berisiko mencabut kembali status eliminasi. Situasi tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap vaksin dan memperbesar kerentanan kelompok anak-anak serta populasi berisiko lainnya.

Dengan kembalinya lonjakan kasus penyakit campak di berbagai negara, campak menjadi salah satu penyakit yang diprediksi akan naik di tahun 2026. Oleh karena itu, Bunda perlu mewaspadai hal tersebut agar Si Kecil selalu sehat dan terhindar dari penyakit campak. 

4. Flu Burung

Flu burung menjadi salah satu penyakit diprediksi naik pada 2026 yang terus dipantau ketat oleh otoritas kesehatan. Meski risikonya bagi masyarakat umum masih tergolong rendah, kewaspadaan tetap diperlukan.

CDC menyatakan bahwa mereka terus mengamati perkembangan flu burung dengan saksama. Pemantauan difokuskan pada individu yang memiliki kontak langsung dengan hewan.

Seorang ahli epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Derek Cummings, mengatakan bahwa virus yang menyebabkan flu burung ini telah menyebar luas pada burung liar di berbagai belahan dunia dan memicu wabah pada unggas serta sapi perah dan spesies lainnya. 

“Sungguh mengkhawatirkan bahwa virus-virus ini tidak hanya menyerang burung tetapi juga menginfeksi sapi dan spesies lainnya,” kata Cummings. 

5. Penyakit X

Penyakit X bukanlah nama virus yang saat ini beredar di masyarakat. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ancaman penyakit diprediksi naik yang berpotensi muncul di masa depan.

Penyakit X merujuk pada patogen hipotetis yang dapat menyebar luas dan memicu wabah besar. Risiko ini membuat para pakar memasukkannya dalam daftar penyakit diprediksi naik di 2026.

Penamaan sementara Penyakit X bertujuan sebagai pengingat dini bagi dunia kesehatan. Dengan cara ini, para ilmuwan didorong untuk memikirkan penyebab wabah berikutnya sejak sekarang.

“Para ilmuwan menyebutnya Penyakit X untuk mempersiapkan diri menghadapi virus atau bakteri hipotetis yang di masa depan dapat menyebabkan wabah besar, epidemi, atau pandemi,” kata Ana Maria Henao Restrepo dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penyakit X bisa menjadi simbol pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Meski belum nyata, ancaman penyakit yang diprediksi akan naik ini mengingatkan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. 

Melalui penjelasan para pakar di atas, kita diingatkan bahwa penyakit yang diprediksi naik pada 2026 bukan sekadar isu kesehatan, melainkan peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada. Bunda, mari menjaga pola hidup bersih, rutin memeriksakan kesehatan, dan membekali keluarga dengan informasi yang benar agar tetap terlindungi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dermatologis Ungkap Risiko Memakai Makeup saat Olahraga

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Nussa Rara Sempat Jadi Kartun Favorit Anak Lalu Menghilang, Pendiri Animasi Ungkap Masalah di Balik Layar

Mom's Life Annisa Karnesyia

Tanda Anak Mengalami Child Grooming dan Alasan Mereka Tidak Melawan

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Resep Dubai Chewy Cookies yang Viral dan Di-recook Yoona SNSD

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri-ciri Orang Iri Sama Kita, Ini 7 Kalimat yang Sering Diucapkan Mereka

Mom's Life Amira Salsabila

11 Ide Kado Bayi Baru Lahir Anti Mubazir & Bermanfaat

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kenali Executive Function untuk Mengembangkan Kecerdasan Anak Versi Harvard University

Reimburs Uang Belanja ke Ayah Be Like...

Resep Dubai Chewy Cookies yang Viral dan Di-recook Yoona SNSD

11 Ide Kado Bayi Baru Lahir Anti Mubazir & Bermanfaat

Nussa Rara Sempat Jadi Kartun Favorit Anak Lalu Menghilang, Pendiri Animasi Ungkap Masalah di Balik Layar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK