Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri-ciri Orang dengan Pola Pikir Mendalam, Sering Ucapkan 11 Kalimat ini Menurut Psikolog

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Rabu, 28 Jan 2026 13:50 WIB

Kata-kata orang dengan pemikiran mendalam
Kata-kata orang dengan pemikiran mendalam/ Foto: Getty Images/nathaphat
Daftar Isi

Setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda dalam memaknai hidup. Ada yang menjalani hari dengan mengalir apa adanya, ada pula yang terbiasa merenung lebih dalam sebelum mengambil keputusan. Pola pikir mendalam ini sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi bisa dikenali dari cara seseorang berbicara dan merespons situasi di sekitarnya.

Menariknya, para psikolog menyebut bahwa orang dengan pemikiran mendalam cenderung mengucapkan kalimat-kalimat tertentu yang mencerminkan cara mereka mengolah informasi, emosi, dan keputusan

Dikutip dari laman Your Tango, ada 11 kalimat yang sering diucapkan oleh orang dengan pola pikir mendalam menurut psikologi. Penasaran apa saja ciri-cirinya? Yuk, Bunda simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

11 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Pola Pikir Mendalam Menurut Psikologi

Berikut ini 11 kalimat yang sering muncul dari orang-orang yang terbiasa berpikir mendalam, lengkap dengan penjelasan psikologisnya.

1. "Mari kita pikirkan baik-baik"

Kalimat ini mencerminkan kehati-hatian. Orang dengan pemikiran mendalam tidak suka bertindak impulsif. Mereka cenderung menimbang risiko, konsekuensi, dan berbagai kemungkinan sebelum melangkah.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan proses berpikir analitis yang lebih lambat namun rasional. Association for Psychological Science menjelaskan saat seseorang mengajak “Memikirkan baik-baik”, itu tanda ia mampu melihat gambaran besar sebelum bertindak.

2. "Masalah ini lebih rumit dari yang terlihat"

Orang dengan pola pikir mendalam tidak takut mengakui bahwa mereka belum memiliki semua jawaban. Mereka tidak merasa perlu terlihat paling pintar atau lebih unggul dari orang lain.

Justru karena percaya pada kemampuan dirinya, mereka dengan jujur mengatakan bahwa suatu masalah “Ternyata lebih rumit dari yang terlihat”.

Melansir dari jurnal Frontiers in Psychology berjudul The Nature of Thinking, Shallow and Deep, cara manusia berpikir dipengaruhi oleh banyak sistem kognitif dalam otak. Ada keputusan yang lahir dari dorongan melindungi diri atau menjaga status sosial, ada pula yang dipengaruhi oleh hubungan dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, keluarga, dan teman.

3. "Apa dampak jangka panjangnya?"

Kalimat yang sering diucapkan orang dengan pola pikir mendalam menurut psikologi berikutnya adalah "Apa dampak jangka panjangnya?". Kalimat ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga memikirkan konsekuensi keputusan di masa depan.

Mereka cenderung mempertimbangkan efek pilihan yang diambil terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya, karena tidak ingin menimbulkan dampak negatif.

4. "Aku sudah lama merenungkan hal ini"

Orang dengan pola pikir mendalam sering mengatakan, “Aku sudah lama merenungkan hal ini.” Kalimat ini menunjukkan kebiasaan refleksi diri, yaitu kemampuan untuk melihat ke dalam diri dan memahami alasan di balik sikap serta reaksi yang muncul.

Life coach Debra Smouse menjelaskan bahwa kesadaran diri membantu seseorang mengenali pola pikir, emosi, dan perilakunya sendiri. Menurut Smouse, “Kesadaran diri tidak hanya berarti menerima apa yang kita temukan tentang diri kita, tetapi juga membantu kita membuat keputusan yang tepat tentang perubahan yang ingin kita lakukan dalam hidup.”

Kesadaran diri menjadi alat penting untuk mengelola pikiran, motivasi, dan emosi secara lebih sehat.

5. "Masih banyak yang bisa digali di sini"

Kalimat ini sering diucapkan oleh orang dengan pola pikir mendalam. Rasa ingin tahu menjadi ciri utama mereka, sekaligus penanda kecerdasan yang tinggi.

Melansir dari jurnal Personality and Individual Differences, rasa ingin tahu terdiri dari beberapa dimensi, salah satunya adalah dorongan untuk terus belajar dan menemukan hal baru.

Proses ini membuat seseorang berkembang karena pikirannya terus terbuka pada pengetahuan dan pengalaman baru.

6. "Mari kita mundur sejenak"

Kalimat "Mari kita mundur sejenak" kerap diucapkan oleh orang dengan pola pikir mendalam. Mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan, terutama saat menghadapi situasi yang berisiko. 

Melansir dari American Psychological Association, pengambilan keputusan merupakan proses kognitif yang bisa sangat sederhana hingga kompleks.

Pada keputusan yang rumit, orang yang berpikir mendalam memilih untuk berhenti sejenak agar tidak gegabah. Bagi mereka, kesabaran dan proses berpikir yang matang justru membantu menghasilkan keputusan yang lebih bijak.

7. "Aku butuh informasi lebih dulu sebelum memutuskan"

Orang dengan pola pikir mendalam juga sering mengucapkan kalimat, “Aku butuh informasi lebih dulu sebelum memutuskan.” Kalimat ini biasanya muncul saat mereka merasa belum memiliki gambaran yang cukup jelas.

Alih-alih terburu-buru, mereka memilih mengumpulkan dan mempertimbangkan berbagai informasi terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan.

8. "Selalu ada sudut pandang lain"

Ungkapan ini menunjukkan keterbukaan pikiran dan kesadaran bahwa cara pandang pribadi bukan satu-satunya kebenaran. Mereka terbiasa berpikir fleksibel dan tidak terpaku pada satu penilaian, sehingga mampu melihat situasi dengan lebih jernih.

Terapis Gottman bersertifikat Toni Parker menjelaskan bahwa memahami emosi diri adalah kunci untuk melihat masalah secara lebih utuh. 

Parker mengatakan, “Keluar dari mode autopilot dan mempercayai diri terdalam serta autentik untuk menjawab pertanyaan tentang situasi yang dihadapi akan menciptakan ruang untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.”

Inilah alasan mengapa orang yang terbuka pada berbagai perspektif cenderung hidup lebih sadar dan autentik.

9. "Aku harus melihat ini dari berbagai sisi"

Kalimat yang sering dikatakan orang yang berpikir mendalam selanjutnya adalah "Aku harus melihat ini dari berbagai sisi". Kalimat ini menunjukkan kesadaran bahwa satu persoalan tidak selalu memiliki satu jawaban saja.

Mereka terbiasa menggali beragam sudut pandang, mencari informasi pendukung, dan mendengarkan masukan dari banyak pihak sebelum menarik kesimpulan.

10. "Aku perlu waktu untuk memproses ini"

Kalimat ini memberi diri sendiri waktu untuk benar-benar memahami apa yang dirasakan. Dengan cara ini, mereka dapat menghadapi situasi secara lebih sadar dan tetap menjadi diri sendiri, tanpa terburu-buru bereaksi.

Terapis Toni Parker, menjelaskan bahwa praktik mindfulness membantu seseorang menenangkan diri sehingga bisa merespons dengan lebih bijak.

Prosesnya dimulai dengan mengenali dan menerima emosi yang muncul, memahami pemicunya, lalu menyadari bahwa perasaan tersebut tidak bersifat permanen. 

11. "Menurutmu bagaimana?"

Orang dengan pola pikir mendalam sering mengajukan kalimat ini bukan sekadar basa-basi. Mereka benar-benar ingin mendengar sudut pandang orang lain karena percaya bahwa pemahaman tentang manusia dan diri sendiri bisa tumbuh lewat pertukaran pikiran.

Mengutip pandangan psikolog Nick Wignall, proses mengenal diri tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan melalui interaksi sosial. Itulah sebabnya, orang yang berpikir mendalam senang bertanya “Menurutmu bagaimana?”, sebagai langkah untuk belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Nah, itu dia Bunda, 11 kalimat yang sering diucapkan orang dengan pola pikir mendalam menurut psikolog. Semoga bermanfaat, Bunda!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda