HaiBunda

MOM'S LIFE

Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 02 Feb 2026 21:10 WIB
Ilustrasi quiet leadership / Foto: Getty Images/Ivan Pantic
Jakarta -

Jauh dari sikap pasif, para quiet leadership secara aktif menentukan kapan harus berbicara, memastikan kata-kata mereka memiliki bobot dan dapat yang signifikan melalui pengendalian diri yang strategis.

Bunda, terkadang pemimpin yang paling efektif bukanlah mereka yang paling lantang bersuara di ruangan. Justru mereka adalah orang-orang yang bertindak dengan bijaksana dan membangun kepercayaan melalui konsistensi, bukan melalui pertunjukan.

Gaya ini, sering dikaitkan dengan introversi dan kepemimpinan reflektif, semakin diakui sebagai pendekatan yang ampuh dalam organisasi modern, di mana keamanan psikologis sangat penting.


Mengutip Forbes, seorang quiet leadership memahami bahwa kata-kata dan tindakannya mencerminkan karakternya. Keuntungan menjadi quiet leadership adalah kepercayaan. Ketika mereka berbicara, orang-orang mendengarkan karena suara mereka belum terkikis oleh penggunaan yang berlebihan.

Quiet leadership punya kinerja yang lebih baik

Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tim yang dipimpin oleh quiet leadership dan introvert sering kali berkinerja lebih baik daripada tim yang dipimpin oleh kepribadian yang dominan, terutama dalam situasi di mana karyawan proaktif dan memiliki motivasi diri.

Sebuah studi mendasar di Harvard Business Review menemukan bahwa pemimpin introvert dapat 28 persen lebih produktif daripada rekan-rekan mereka yang ekstrovert.

Dilansir dari laman Psychology Today, pemimpin yang tenang unggul karena mereka mengembangkan kepemimpinan internal, keselarasan yang mendalam dengan nilai-nilai mereka, kecerdasan emosional, dan kesadaran diri yang mendalam.

Kejar internal ini memungkinkan mereka untuk memimpin dengan autentik dan jelas di dunia eksternal.

Alih-alih berusaha mendominasi, mereka berusaha untuk memahami. Daripada menutupi orang lain, mereka memberikan ruang bagi beragam perspektif. Kekuatan mereka terletak bukan pada menuntut sorotan, tetapi pada menyinari orang lain.

Ciri-ciri quiet leadership

Dalam praktiknya, quiet leadership adalah tentang pengendalian diri secara strategis. Berikut ciri-ciri gaya kepemimpinan yang satu ini:

1. Mendengarkan secara aktif

Pemimpin yang tenang benar-benar mendengarkan masukan, termasuk pandangan yang berbeda, sebelum mengambil keputusan. Mereka menganggap keheningan sebagai informasi.

2. Empati dan pengaturan emosi

Mereka tetap tenang di bawah tekanan, memupuk rasa aman secara psikologis yang memungkinkan tim untuk mengambil risiko dan berinovasi.

3. Pemberdayaan di atas otoritas

Alih-alih memberikan perintah, mereka mengajukan pertanyaan yang membantu anggota tim menciptakan strategi efektif mereka sendiri.

4. Komunikasi yang bijaksana

Ketika para pemimpin yang pendiam berbicara, mereka melakukannya dengan penuh tujuan, menembus kebisingan dengan substansi.

Kriteria pemimpin yang menerapkan quiet leadership

Penelitian tentang komunikasi nonverbal menunjukkan bahwa kehadiran kepemimpinan sering kali terbentuk bahkan sebelum sepatah kata pun diucapkan.

Pemimpin yang menerapkan quiet leadership cenderung mengandalkan isyarat halus dan konsisten yang mengkomunikasikan otoritas dan ketenangan tanpa mendominasi ruangan, termasuk:

  • Postur tubuh yang terbuka dan tegak menunjukkan kepercayaan diri dan keramahan, bukan ketegangan atau sikap defensif.
  • Kontak mata yang stabil dan disengaja menyampaikan perhatian dan rasa hormat.
  • Gerakan minimal, tetapi terarah, menghindari gelisah atau gerakan berlebihan, menunjukkan minat.

Pemimpin tipe ini mengandalkan jeda untuk menggeser dinamika kelompok dari reaksi ke refleksi. Ketika quiet leadership berbicara, mereka sering memulai dengan kalimat pengantar singkat sebelum memberikan arahan, seperti:

  • “Saya ingin memastikan saya memahami ini dengan benar.”
  • “Izinkan saya merenungkan kembali apa yang saya dengar.”
  • “Sebelum kita memutuskan, saya ingin berhenti sejenak untuk membahas satu poin.”
  • “Berdasarkan informasi yang telah dibagikan, inilah kecenderungan saya.”

Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui tentang gaya quiet leadership. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

70 Persen Gen Z Sering Minta Bantuan Orang Tua untuk Cari Kerja, Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Mom's Life Natasha Ardiah

Malam Nisfu Syaban 2026: Arti, Waktu, Keutamaan, Hadits, hingga Amalannya

Mom's Life Azhar Hanifah

5 Potret Anak Artis Penghafal Al-Qur'an, Terbaru Putra Alyssa Soebandono Selesaikan 4 Juz

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hampir Setahun Kematian Barbie Hsu, DJ Koo Menolak Terima Warisan Mendiang Istri

5 Potret Anak Artis Penghafal Al-Qur'an, Terbaru Putra Alyssa Soebandono Selesaikan 4 Juz

Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja

Ngidam Unik Zaskia Sungkar di Kehamilan Kedua, Ajak Fajar Sadboy Fashion Show

Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK