MOM'S LIFE
Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan & Doa Berbuka
Azhar Hanifah | HaiBunda
Minggu, 01 Feb 2026 23:00 WIBBulan Syaban menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat malam Nisfu Syaban, malam penuh keberkahan dan ampunan. Pada waktu ini, banyak muslim mulai mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, salah satunya melalui puasa Nisfu Syaban.
Namun, mendekatnya Ramadhan juga memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama bagi Bunda yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya. Tidak sedikit yang bertanya-tanya, apakah puasa Nisfu Syaban boleh dilakukan bersamaan dengan qadha Ramadhan, serta bagaimana tata cara niat yang benar agar ibadah tetap sah dan bernilai pahala.
Agar tidak bingung, penting bagi Bunda untuk memahami niat puasa Nisfu Syaban, keutamaannya, hukum pelaksanaannya, hingga doa berbuka yang dianjurkan. Yuk, simak panduan lengkapnya dalam artikel di bawah ini, Bunda.
Malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Bulan Syaban dikenal sebagai salah satu bulan istimewa dalam Islam Karena di dalamnya terdapat malam Nisfu Syaban, malam yang dipenuhi keutamaan dan ampunan. Malam ini jatuh pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya saat memasuki tanggal 15 Syaban.
Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, malam Nisfu Syaban 1447 H diperkirakan bertepatan dengan malam tanggal 2 Februari 2026, yaitu sejak terbenamnya matahari.
Kapan puasa Nisfu Syaban 2026?
Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada tanggal 15 Syaban, yaitu sehari setelah malam Nisfu Syaban. Berdasarkan penanggalan resmi Kementerian Agama RI yang dikutip dari detikcom, puasa Nisfu Syaban 2026 diperkirakan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Umat Islam dapat mulai berniat puasa Nisfu Syaban sejak malam hari, yaitu setelah waktu Maghrib pada malam Nisfu Syaban. Meski bersifat sunnah, puasa ini memiliki nilai ibadah yang tinggi.
Keutamaan puasa Nisfu Syaban yang istimewa
Puasa Nisfu Syaban memiliki sejumlah keutamaan, salah satunya adalah meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban.
Mengutip buku karya Ahmad Syahirul Alim, Lc.,M.Pd yang berjudul "Rahasia Puasa Sunnah", puasa di pertengahan Syaban termasuk amalan yang dicintai oleh Rasulullah SAW.
Hal tersebut berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha yang berbunyi:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولُ لَا يَصُومُ وَمَا اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa sampai kami berkata ia tidak berbuka, dan beliau berbuka sampah kami berkata ia tidak berpuasa. Tidak pernah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh, kecuali di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat bulan yang beliau paling banyak melakukan puasa selain Sya'ban." (HR. Bukhari Muslim).
Hukum puasa Nisfu Syaban dan lama berpuasanya
Puasa Nisfu Syaban merupakan amalan sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya tanggal 15 Hijriah.
Dalam buku Mana Dalil Malam Nisfu Sya’ban? karya Ma’ruf Khozin dijelaskan bahwa puasa di hari tersebut tidak dilarang karena termasuk dalam ayyamul bidh, yaitu puasa sunnah pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Hal serupa juga dijelaskan dalam buku Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, Lc., bahwa puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah dan dapat dikerjakan selama satu hari penuh, sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.
Apakah boleh menunaikan puasa Nisfu Syaban sekaligus qadha Ramadhan?
Mengutip dari laman detik, banyak umat Islam memanfaatkan puasa sunnah di bulan Syaban sebagai momentum untuk sekaligus menunaikan puasa qadha Ramadhan.
Dalam kajian fiqih, penggabungan niat ini dikenal dengan istilah at-tasyriik fin niyyah, yaitu menyatukan dua niat ibadah dalam satu pelaksanaan. Terkait penggabungan niat antara ibadah fardhu dan sunnah, Imam As-Suyuthi membaginya ke dalam empat ketentuan hukum, yaitu:
- Sah untuk keduanya, baik ibadah fardhu maupun ibadah sunnah.
- Sah untuk ibadah fardhu saja, namun tidak bernilai sebagai ibadah sunnah.
- Sah untuk ibadah sunnah saja, tetapi tidak mencukupi kewajiban ibadah fardhu.
- Tidak sah untuk keduanya, sehingga ibadah perlu diulang.
Penggabungan niat puasa Nisfu Syaban dengan puasa qadha Ramadhan termasuk dalam kategori pertama, yaitu sah untuk kedua ibadah tersebut.
Lebih lanjut, dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab, dan Syaban karya Udji Asiyah dijelaskan bahwa bulan Syaban merupakan waktu yang dianjurkan untuk melunasi utang puasa Ramadhan sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.
Hal ini juga dicontohkan oleh Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»، قَالَ يَحْيَى: الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: "Saya mempunyai tanggungan utang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Syaban.
Karena puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah, maka menggabungkan niatnya dengan puasa qadha Ramadhan diperbolehkan dan dinilai sah. Dengan niat yang tepat, seseorang berpeluang mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut sekaligus.
Bacaan doa niat puasa Nisfu Syaban
Dikutip dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, berikut bacaan niat untuk Bunda yang ingin menjalankan ibadah Puasa Nisfu Syaban.
Bacaan niat puasa Nisfu Syaban malam hari
نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitush shauma fin nishfi min sya'bana sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah pada pertengahan bulan Syaban karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat puasa Nisfu Syaban siang hari
Jika lupa berniat di malam hari, Bunda dapat melafalkannya di siang hari dengan bacaannya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
Bacaan niat puasa qadha Ramadhan
Sementara itu, berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan:
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى.
Latin: Nawaitu Shauma Ghodin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.
Artinya : "Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu ramadhan Lillahi Ta'ala."
Tata cara puasa Nisfu Syaban
Berikut tata cara untuk melaksanakan puasa Nisfu Syaban:
- Sahur
- Ada niat dan keikhlasan
- Menahan diri
- Berdoa dan berzikir
- Buka puasa dengan yang halal dan berkah
Doa berbuka puasa Nisfu Syaban
Melansir dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc, bacaan niat yang dapat dibaca saat hendak berpuasa Nisfu Syaban, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'baani sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta'ala."
Itulah panduan lengkap, keutamaan, dan doa berbuka untuk Puasa Nisfu Syaban. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)