HaiBunda

MOM'S LIFE

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Senin, 02 Feb 2026 17:00 WIB
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026: Arab, Latin, dan Terjemahannya/Foto: Getty Images/Amorn Suriyan

Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen istimewa yang dinantikan umat muslim setiap tahunnya. Pada malam ini, banyak yang melakukan ibadah, termasuk membaca doa malam Nisfu Syaban, sebagai bentuk harapan dan permohonan kepada Allah SWT.

Memahami bacaan doa malam Nisfu Syaban sangat penting agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan penuh makna. Oleh karena itu, mengetahui doa Nisfu Syaban dalam bahasa Arab dan artinya bisa membantu Bunda dan keluarga mengamalkannya dengan benar.

Melalui amalan doa pada malam Nisfu Syaban, diharapkan hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat dengan Allah SWT. Semoga Bunda bisa memanfaatkan malam penuh berkah ini dengan memperbanyak doa dan kebaikan.


Apa itu malam Nisfu Syaban? 

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, hadis riwayat Nasai No. 2356, Ahmad No. 21753, dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, menyatakan bahwa malam Nisfu Syaban adalah waktu ketika catatan amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, banyak umat muslim memperbanyak ibadah seperti membaca doa malam Nisfu Syaban dan melakukan berbagai amalan Nisfu Syaban.

Dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam istimewa karena menjadi waktu dikabulkannya doa atau Lailah Al-Ijabah. Hal ini membuat doa malam Nisfu Syaban semakin dianjurkan untuk dipanjatkan dengan penuh keikhlasan.

Selain itu, malam Nisfu Syaban dipercaya sebagai waktu diampuninya dosa-dosa orang mukmin sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Baihaqi. Oleh sebab itu, Bunda bisa memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak amalan Nisfu Syaban agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kapan malam Nisfu Syaban? 

Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam. Tidak heran jika banyak umat muslim mulai mencari informasi pasti tentang kapan malam Nisfu Syaban agar bisa mempersiapkan ibadah dengan baik.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kementerian Agama RI yang dikutip oleh detikcom, tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Namun, karena perhitungan hari Islam dimulai sejak Maghrib, maka malam Nisfu Syaban sudah berlangsung sejak Senin, 2 Februari 2026 setelah waktu Maghrib.

Mengetahui jadwal pastinya membantu umat Islam dalam mengatur waktu untuk menjalankan berbagai amalan malam Nisfu Syaban. Melakukan amalan Nisfu Syaban dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan Bunda dan keluarga.

Keutamaan malam Nisfu Syaban

Bunda, bulan Syaban dikenal sebagai salah satu bulan yang memiliki nilai keutamaan tinggi selain Ramadhan dan Syawal. Banyak ulama menjelaskan bahwa memperbanyak ibadah seperti doa malam Nisfu Syaban menjadi salah satu cara memuliakan bulan ini.

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa orang yang menjaga ketaatan di bulan Syaban akan mendapatkan perlindungan dan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan menghidupkan malamnya dengan ibadah seperti sholat Nisfu Syaban dan berbagai amalan kebaikan di bulan Syaban.

Di pertengahan bulan Syaban terdapat malam yang sangat dimuliakan, yaitu malam Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban. Pada waktu ini, banyak umat muslim yang meningkatkan ibadah termasuk amalan malam Nisfu Syaban dengan baca Yasin sebanyak 3x sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Malam istimewa ini juga sering dijadikan momentum memperbaiki diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Dengan memperbanyak ibadah seperti doa malam Nisfu Syaban, diharapkan hati menjadi lebih siap menyambut bulan suci dengan iman yang lebih kuat.

Keutamaan lainnya dari malam Nisfu Syaban adalah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hambanya, menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, hingga peningkatan dari doa-doa yang dipanjatkan. Malam Nisfu Syaban juga menjadi momen yang tepat sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan.

Doa malam Nisfu Syaban dibaca kapan? 

Malam Nisfu Syaban memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Tak heran banyak yang bertanya-tanya doa malam Nisfu Syaban dibaca kapan. Bunda, doa malam Nisfu Syaban dapat diamalkan ketika malam Nisfu Syaban sedang berlangsung, yaitu saat memasuki pertengahan bulan Syaban pada tanggal 15 Syaban. 

Dalam kalender Hijriah, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam, sehingga malam Nisfu Syaban sudah dimulai sejak tanggal 14 Syaban ketika waktu Maghrib tiba. Berdasarkan kalender resmi Indonesia, doa malam Nisfu Syaban 2026 dapat mulai diamalkan sejak Senin, 2 Februari 2026 saat Maghrib, karena keesokan harinya sudah memasuki 15 Syaban 1447 H.

Selain itu, umat muslim juga dianjurkan memanfaatkan waktu-waktu yang dianggap mustajab untuk berdoa. Salah satunya setelah sholat fardhu atau di tengah malam, sehingga membaca doa Nisfu Syaban pada waktu tersebut diharapkan semakin menambah kekhusyukan dan harapan dikabulkannya doa.

Amalan saat malam Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Ada beberapa amalan malam Nisfu Syaban yang dianjurkan untuk dilakukan agar malam tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Berikut ini adalah sejumlah amalan yang bisa dikerjakan pada malam penuh keberkahan tersebut.

  1. Sholat Nisfu Syaban atau sholat malam seperti tahajud
  2. Puasa Nisfu Syaban
  3. Membaca Al-Qur'an
  4. Istighfar
  5. Dzikir
  6. Perbanyak doa
  7. Sedekah 

Dengan menjalankan berbagai amalan tersebut secara konsisten, diharapkan malam Nisfu Syaban dapat menjadi momen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Setiap amalan malam Nisfu Syaban juga menjadi bentuk kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Doa Malam Nisfu Sya'ban & 3 Amalan yang Bisa Dilakukan/ Foto: HaiBunda / Novita Rizki

Bacaan Surat Yasin 3 kali saat malam Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan terjemahannya

Amalan malam Nisfu Syaban baca Yasin 3x merupakan amalan yang banyak dikerjakan oleh umat Islam saat malam Nisfu Syaban. Amalan ini dapat dilakukan secara sendirian maupun bersama-sama sesuai kebiasaan masing-masing.

Dalam praktiknya, Surat Yasin dianjurkan untuk dibaca tiga kali pada malam Nisfu Syaban, baik setelah salat Maghrib maupun setelah salat Isya. Selain membaca suratnya, terdapat niat khusus setiap kali pembacaan serta doa yang dibaca setelahnya, dan berikut disajikan Surat Yasin lengkap 83 ayat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

1. يٰسۤ ۚ
Arab Latin: Yā sīn.
Artinya: "Ya Sin."

2. وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ
Arab Latin: Wal-qur`ānil-ḥakīm.
Artinya: "Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah."

3. اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Arab Latin: Innaka laminal-mursalīn.
Artinya: "Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul."

4. عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
Arab Latin: 'Alā ṣirāṭim mustaqīm.
Artinya: "(Yang berada) di atas jalan yang lurus,"

5. تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Arab Latin: Tanzīlal-'azīzir-raḥīm.
Artinya: "(Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,"

6. لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
Arab Latin: Litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn.
Artinya: "Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai."

7. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Arab Latin: Laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn.
Artinya: "Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman."

8. اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ
Arab Latin: Innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn.
Artinya: "Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah."

9. وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Arab Latin: Wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn.
Artinya: "Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat."

10. وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Arab Latin: Wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn.
Artinya: "Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga."

11. اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
Arab Latin: Innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm.
Artinya: "Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia."

12. اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ
Arab Latin: Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn.
Artinya: "Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)."

13. وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ
Arab Latin: Waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn.
Artinya: "Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;"

14. اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ
Arab Latin: Iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn
Artinya: "(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, 'Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.'"

15. قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ
Arab Latin: Qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn.
Artinya: "Mereka (penduduk negeri) menjawab, 'Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka.'"

16. قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ
Arab Latin: Qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn.
Artinya: "Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu."

17. وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Arab Latin: Wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn.
Artinya: "Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."

18. قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Arab Latin: Qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm.
Artinya: "Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.'"

19. قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Arab Latin: Qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn.
Artinya: "Mereka (utusan-utusan) itu berkata, 'Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.'"

20. وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ
Arab Latin: Wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn.
Artinya: "Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, 'Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu."

21. اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ۔
Arab Latin: Ittabi'ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn.
Artinya: "Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

22. وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Arab Latin: Wa mā liya lā a'budullażī faṭaranī wa ilaihi turja'ụn.
Artinya: "Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan."

23. ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ
Arab Latin: A attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn,
Artinya: "Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku."

24. اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Arab Latin: Innī iżal lafī ḍalālim mubīn.
Artinya: "Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata."

25. اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ
Arab Latin: Innī āmantu birabbikum fasma'ụn.
Artinya: "Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku."

26. قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ
Arab Latin: Qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lamụn.
Artinya: "Dikatakan (kepadanya), 'Masuklah ke surga.' Dia (laki-laki itu) berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,'"

27. بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ
Arab Latin: Bimā gafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn.
Artinya: "Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."

28. وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ
Arab Latin: Wa mā anzalnā 'alā qaumihī mim ba'dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn.
Artinya: "Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya."

29. اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ
Arab Latin: Ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn.
Artinya: "Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati."

30. يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Arab Latin: Yā ḥasratan 'alal-'ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn.
Artinya: "Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya."

31. اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
Arab Latin: Alam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji'ụn.
Artinya: "Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka."

32. وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
Arab Latin: Wa ing kullul lammā jamī'ul ladainā muḥḍarụn.
Artinya: "Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami."

33. وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ
Arab Latin: Wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn.
Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan."

34. وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ
Arab Latin: Wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a'nābiw wa fajjarnā fīhā minal-'uyụn.
Artinya: "Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air."

35. لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
Arab Latin: Liya`kulụ min ṡamarihī wa mā 'amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn.
Artinya: "Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?"

36. سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
Arab Latin: Sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamụn.
Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

37. وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖنَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ
Arab Latin: Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn.
Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan."

38. وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ
Arab Latin: Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm.
Artinya: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."

39. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
Arab Latin: Wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā 'āda kal-'urjụnil-qadīm.
Artinya: "Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."

40. لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Arab Latin: Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn.
Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

41. وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
Arab Latin: Wa āyatul lahum annā ḥamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masy-ḥụn.
Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan."

42. وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ
Arab Latin: Wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabụn.
Artinya: "Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai."

43. وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ
Arab Latin: Wa in nasya` nugriq-hum fa lā ṣarīkha lahum wa lā hum yungqażụn.
Artinya: "Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan."

44. اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ
Arab Latin: Illā raḥmatam minnā wa matā'an ilā ḥīn.
Artinya: "Melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu."

45. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Arab Latin: Wa iżā qīla lahumuttaqụ mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum tur-ḥamụn.
Artinyua: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."

46. وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ
Arab Latin: Wa mā ta`tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānụ 'an-hā mu'riḍīn.
Artinya: "Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya."

47. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ ۙقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓ ۖاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Arab Latin: Wa iżā qīla lahum anfiqụ mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū a nuṭ'imu mal lau yasyā`ullāhu aṭ'amahū in antum illā fī ḍalālim mubīn.
Artinya: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,' orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.'"

48. وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Arab Latin: Wa yaqụlụna matā hāżal-wa'du ing kuntum ṣādiqīn.
Artinya: "Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, 'Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?'"

49. مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ
Arab Latin: Mā yanẓurụna illā ṣaiḥataw wāḥidatan ta`khużuhum wa hum yakhiṣṣimụn.
Artinya: "Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar."

50. فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ
Arab Latin: Fa lā yastaṭī'ụna tauṣiyataw wa lā ilā ahlihim yarji'ụn.
Artinya: "Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya."

51. وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ
Arab Latin: Wa nufikha fiṣ-ṣụri fa iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilụn.
Artinya: "Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya."

52. قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Arab Latin: Qālụ yā wailanā mam ba'aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa'adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalụn.
Artinya: "Mereka berkata, 'Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?' Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya)."

53. اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
Arab Latin: Ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum jamī'ul ladainā muḥḍarụn.
Artinya: "Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)."

54. فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Arab Latin: Fal-yauma lā tuẓlamu nafsun syai`aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta'malụn.
Artinya: "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan."

55. اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ
Arab Latin: Inna aṣ-ḥābal-jannatil-yauma fī syugulin fākihụn.
Artinya: "Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)."

56. هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِـُٔوْنَ ۚ
Arab Latin: Hum wa azwājuhum fī ẓilālin 'alal-arā`iki muttaki`ụn.
ARtinya: "Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan."

57. لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ ۚ
Arab Latin: Lahum fīhā fākihatuw wa lahum mā yadda'ụn.
Artinya: "Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan."

58. سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
Arab Latin: Salām, qaulam mir rabbir raḥīm.
Artinya: "(Kepada mereka dikatakan), 'Salam,' sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

59. وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ
Arab Latin: Wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimụn.
Artinya: "Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!'."

60. اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Arab Latin: A lam a'had ilaikum yā banī ādama al lā ta'budusy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīn.
Artinya: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu."

61. وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Arab Latin: Wa ani'budụnī, hāżā ṣirāṭum mustaqīm.
Artinya: "Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."

62. وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗاَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ
Arab Latin: Wa laqad aḍalla mingkum jibillang kaṡīrā, a fa lam takụnụ ta'qilụn.
Artinya: "Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?"

63. هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Arab Latin: Hāżihī jahannamullatī kuntum tụ'adụn.
Artinya: "Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu."

64. اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
Arab Latin: Iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurụn.
Artinya: "Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya."

65. اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Arab Latin: Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn.
Artinya: "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

66. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ
Arab Latin: Walau nasyā`u laṭamasnā 'alā a'yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣirụn.
Artinya: "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?"

67. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ
Arab Latin: Walau nasyā`u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famastaṭā'ụ muḍiyyaw wa lā yarji'ụn.
Artinya: "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali."

68. وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
Arab Latin: Wa man nu'ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lā ya'qilụn.
Artinya: "Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?"

69. وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗاِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ
Arab Latin: Wa mā 'allamnāhusy-syi'ra wa mā yambagī lah, in huwa illā żikruw wa qur`ānum mubīn.
Artinya: "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas."

70. لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Arab Latin: Liyunżira mang kāna ḥayyaw wa yaḥiqqal-qaulu 'alal-kāfirīn.
Artinya: "Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir."

71. اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُوْنَ
Arab Latin: A wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aidīnā an'āman fa hum lahā mālikụn.
Artinya: "Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?"

72. وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ
Arab Latin: Wa żallalnāhā lahum fa min-hā rakụbuhum wa min-hā ya`kulụn.
Artinya: "Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan."

73. وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
Arab Latin: Wa lahum fīhā manāfi'u wa masyārib, a fa lā yasykurụn.
Artinya: "Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?"

74. وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَ ۗ
Arab Latin: Wattakhażụ min dụnillāhi ālihatal la'allahum yunṣarụn.
Artinya: "Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan."

75. لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ
Arab Latin: Lā yastaṭī'ụna naṣrahum wa hum lahum jundum muḥḍarụn
Artinya: "Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu."

76. فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
Arab Latin: Fa lā yaḥzungka qauluhum, innā na'lamu mā yusirrụna wa mā yu'linụn.
Artinya: "Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan."

77. اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Arab Latin: A wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmum mubīn.
Artinya: "Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!"

78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ
Arab Latin: Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm.
Artinya: "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?'"

79. قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ
Arab Latin: Qul yuḥyīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin 'alīm.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.'"

80. الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ
Arab Latin: Allażī ja'ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nāran fa iżā antum min-hu tụqidụn
Artinya: "Yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

81. اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗبَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ
Arab Latin: A wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-'alīm
Artinya: "Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui."

82. اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Arab Latin: Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn.
Artinya: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu."

83. فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Arab Latin: Fa sub-ḥānallażī biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa ilaihi turja'ụn.
Artinya: "Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan."

Doa setelah membaca Surat Yasin 3 kali di malam Nisfu Syaban

Doa Nisfu Syaban setelah baca Yasin berisi harapan agar Allah SWT melimpahkan kebahagiaan, menjauhkan dari kesulitan hidup, serta membuka pintu rezeki seluas-luasnya. Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun yang disusun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan pula bahwa doa ini menjadi bentuk permohonan agar Allah SWT mengganti ketetapan buruk menjadi takdir yang lebih baik.

Berikut ini adalah doa Nisfu Syaban setelah baca Yasin yang disertai dengan bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya dan bisa Bunda lafalkan di malam Nisfu Syaban:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمَ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، إِكْشِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Bismillaahir rahmaanir rahim. Allaahumma yaa dzal manni wa laa yumannu 'alaika yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in'aam. Laa ilaaha illaa anta zhahral laajiina wajaaral mustajiiriina wa ma' manal khaa-ifiin. Allaahumma in kunta katabtanaa indaka fii ummil kitaabi asyiqiyaa'a au mahruumiina au muqtarran 'alaina fir rizqi fahumllaahumma bifadhlika syaqaawatanaa wa hirmaananaa wa iqtaara arzaaqinaa wa atsbitnaa 'indaka fii ummil kitaabi su'adaa'a marzuuqina muwaffaqiin lil khairaat. Fa- innaka qulta waqaulukal haqqu fii kitaabikal munzali 'alaa lisaani nabiyyikal mursal, yamhullaahu maa yasyaa-u wa yutsbitu wa 'indahu ummul kitaab. Ilaahii bit tajallil a'zhami fii lailatin nishfi min syahri sya'baanal mukarram allatii yufraqu fiiha kullu amrin hakiimin wa yubram nas-aluka an taksyifa 'annaa minal balaa-i maa na'lamu wa maa laa na'lam, wa maa anta bihi a'larna. Innaka antal a'azzul akram. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dzat yang mempunyai anugerah, dan Engkau tidak diberi anugerah, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, wahai Dzat yang mempunyai kekuasaan dan memberikan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau- lah Penolong orang-orang yang memohon pertolongan, Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan Pemberi Keamanan kepada orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu dalam induk catatan sebagai orang-orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu dijauhkan dari-Mu, atau disempitkan dalam mendapat rezeki, dengan karunia-Mu, ya Allah, hapuskanlah kecelakaan kami, keterhalangan kami, kejauhan kami dari rahmat-Mu, dan kesempitan rezeki kami. Dan tetapkanlah kami di sisi-Mu dalam catatan sebagai orang-orang yang berbahagia, diberi rezeki yang luas, serta diberi petunjuk menuju kebajikan. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada rasul-Mu, sedangkan firman-Mu itu benar, Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi-Nya terdapat induk kitab. Tuhan kami, dengan tajalli-Mu (penampakan sifat-Mu) Yang Maha Besar pada malam Nishfu Syaban yang mulia ini, saat setiap urusan dibedakan dan ditetapkan di dalamnya, kami memohon kepada-Mu agar Engkau palingkan kami dari segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Paling Mulia dan Paling Pemurah. Dan, semoga Allah senantiasa memberi rahmat serta kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya.

Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi

3 Bacaan doa malam Nisfu Syaban 2026: Arab, latin, dan terjemahannya

Pada malam Nisfu Syaban, Bunda bisa memperbanyak amalan Nisfu Syaban dengan membaca beragam doa sesuai anjuran para ulama. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa terdapat 3 doa Nisfu Syaban yang sering diamalkan. 

Panduan mengenai doa malam Nisfu Syaban ini juga dijelaskan oleh Syekh Abdullah bin Bayyah serta Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun. Keduanya merekomendasikan doa-doa inti yang biasa dibaca umat Muslim sebagai doa malam Nisfu Syaban 2026. 

Doa malam Nisfu Syaban 1

Doa Nisfu Syaban yang pertama diyakini sebagai doa yang pernah dipanjatkan Nabi Adam AS saat awal beliau diturunkan ke dunia. Setelah itu, beliau melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dan menunaikan salat dua rakaat di area belakang makam.

Berikut ini adalah doa Nisfu Syaban dengan bahasa Arab dan artinya:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤَلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِنِي بِقَضَائِكَ

Arab Latin: Allaahumma innaka ta'lamu sirrii wa 'alaaniyati faqbal ma'dzirati, wata'lamu haajatii fa'thinii suaa-li, wata'lamu maa fii nafsii faghfir lii dzambii. Allaahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a'lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Doa malam Nisfu Syaban 2

Setelah itu, Bunda juga bisa membaca doa Nisfu Syaban dalam bahasa Arab ini sebagai ikhtiar memohon pengampunan atas segala kesalahan yang pernah dilakukan. Melalui doa tersebut, Bunda berharap mendapatkan petunjuk terbaik dari Allah SWT agar senantiasa menjadi hamba yang beriman dan berada di jalan yang diridhai.

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَار رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Doa malam Nisfu Syaban yang telah dibaca sebelumnya juga bisa disempurnakan dengan tambahan doa lain yang diriwayatkan dari Syekh Ma'ul 'Ainain as-Syinqithi. Bagian doa ini menjadi pelengkap yang dapat diamalkan untuk menambah kekhusyukan saat memanjatkan doa Nisfu Syaban di malam penuh keberkahan tersebut.

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمَ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشَفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Ilahi bitajalli al 'adzam fi lailati an nishf min sahri sya'ban al mukarram, allati yufraqu fiiha kullu amrin hakiim wa yubram. Nas`aluka an taksyifa 'anna minal balaa maa na'lam, wamaa laa na'lam wamaa anta bihi a'lam. Innaka anta al a'azzu al akram, washallalahu 'ala sayyidina Muhammad an nabiy al ummi wa'ala aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Tuhanku, dengan penampakan-Mu yang agung pada malam pertengahan Syaban yang dimuliakan, di mana pada malam itu adalah dipisahkan urusan yang penting dan ditetapkan, kami bermohon kepada Engkau agar dihilangkan dari kami ujian dan cobaan yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, sedangkan Engkau adalah yang maha mengetahui. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha tinggi dan mulia, semoga shalawat dan salam selalu teruntuk kepada Nabi Muhammad SAW.”

Doa malam Nisfu Syaban 3

Dalam kitab Ghunyah al-Thalibin, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani juga menuliskan amalan doa khusus yang dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai ujian dan godaan kehidupan. Bunda dan keluarga dapat membaca bacaan doa Nisfu Syaban latin di bawah agar lebih mudah mengamalkan doa tersebut dengan pelafalan yang tepat.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Arab Latin: Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni'mati, wa ma'âdinil 'ishmati, wa'shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta'khudznî 'alâ ghirratin wa lâ 'ala ghaflatin, wa lâ taj'al 'awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla 'annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a'thinî mâ lâ yanfa'uka, fainnaka al-wâsi'atu rahmatuhu, al-badî'atu hikmatuhu, fa a'thini as-sa'ata wad da'ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu'âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa 'alayya, wa 'alâ auliyâi fîka, wa a'thinî al-yusra, walâ taj'al ma'ahu al-'usra, wa a'imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu'minîna wal mu'minâti.

Artinya: "Ya Allah limpahkan rahmat ta'dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat." (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 249)

Bacaan tahmid dan takbir Nisfu Syaban

Bunda, tidak ada perbedaan khusus antara bacaan tahmid dan takbir pada malam Nisfu Syaban dengan yang lazim dibaca setelah salat wajib maupun sunnah. Berdasarkan penjelasan yang dikutip di laman detikcom, Bunda dan keluarga selaku umat Muslim dapat mengamalkan susunan bacaan tahmid dan takbir tersebut pada malam Nisfu Syaban yang penuh keutamaan ini.

Bacaan tahmid saat malam Nisfu Syaban

Berikut ini bacaan tahmid lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya:

اَلْحَمْدُ لِلهِ

Arab Latin: Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Bacaan tahmid dianjurkan untuk dilantunkan sebanyak 33 kali, lalu ditutup dengan bacaan tahmid khusus seperti berikut. Urutan ini dilakukan sebagai penyempurna rangkaian zikir yang dibaca setelahnya.

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ

Arab Latin: Alhamdulillahi rabbil 'alamin, 'ala kulli halin wa fi kulli halin wa ni'mah.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, dalam setiap keadaan dan pada setiap keadaan, serta atas setiap nikmat.”

Bacaan takbir saat malam Nisfu Syaban

Bacaan takbir yang dilafalkan saat malam Nisfu Syaban, yakni:

اَللهُ اَكْبَرْ

Arab Latin: Allahuakbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Sebagaimana tahmid, bacaan takbir juga dianjurkan untuk dilafalkan sebanyak 33 kali. Setelah itu, rangkaian zikir ditutup dengan membaca takbir versi panjang yang dilanjutkan dengan kalimat tahlil berikut.

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ .

Arab Latin: Allahu Akbar Kabiran, wal-hamdu lillahi kathiran, wa subhanallahi bukratan wa aseela. La ilaha illallah, wahdahu la sharika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumeetu wa huwa 'ala kulli shayin qadeer. Wal hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azheem.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah yang banyak, dan Maha Suci Allah di pagi dan petang. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Seseorang yang rutin melafalkan amalan malam Nisfu Syaban tersebut diyakini berpeluang memperoleh ampunan dari Allah SWT atas kesalahan yang pernah diperbuat. Dengan mengamalkannya secara tulus, diharapkan rahmat dan penghapusan dosa dapat diberikan oleh-Nya.

Bacaan dzikir lengkap lainnya untuk dibaca

Secara umum, terdapat tiga jenis dzikir yang bisa menjadi bagian dari amalan Nisfu Syaban di malam penuh keberkahan ini. Dzikir tersebut meliputi bacaan kalimat thayyibah, memperbanyak istighfar, serta membaca sholawat Nabi, yang dapat diamalkan pada malam Nisfu Syaban.

1. Membaca kalimat Thayyibah

Kalimat thayyibah merupakan kumpulan lafaz dzikir berisi pengagungan kepada Allah SWT yang bila dibaca dengan penghayatan dapat memperkuat iman sekaligus mendekatkan hati kepada-Nya. Berikut ini bacaan dzikir berupa kalimat Thayyibah:

1. Tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ

Arab Latin: Subḥānallāh

Artinya: "Maha Suci Allah."

b. Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Arab Latin: Alḥamdulillāh

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

c. Tahlil

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Arab Latin: Lā ilāha illallāh

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."

d. Takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Allāhu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar.”

Empat lafaz dzikir ini termasuk kalimat thayyibah yang sering dijadikan amalan malam Nisfu Syaban oleh umat Muslim. Jika dibaca secara konsisten, amalan ini diyakini membantu menenangkan jiwa, menghapus kesalahan, serta menambah pahala.

2. Perbanyak mengucapkan istighfar

Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai malam turunnya ampunan Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar sebagai wujud taubat. Berikut ini bacaan istighfar yang bisa Bunda lafalkan sebagai amalan malam Nisfu Syaban:

Bacaan Istighfar:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: Astaghfirullāhal 'aẓhīm wa atūbu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca sholawat Nabi

Pada malam Nisfu Syaban, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Sholawat yang dianjurkan:

اللَّهُمّٓ صَلِّ وسلِّم على سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ حَبيبِ الرَّحْمَنْ، عَدَدَ ما يَكونْ وما قَدْ كَانْ

Arab Latin: Allāhumma ṣalli wa sallim 'alā sayyidinā Muḥammadin ḥabīb al-Raḥmān, 'adada mā yakūn wa mā qad kān.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah salam dan rahmat kepada junjungan kami Muhammad, kekasih Yang Maha Pemurah, sebanyak yang akan terjadi dan sebanyak yang telah terjadi.”

Dengan memahami dan mengamalkan doa malam Nisfu Syaban 2026, Bunda dan keluarga dapat memanfaatkan malam penuh kemuliaan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga setiap doa yang dipanjatkan membawa kebaikan, ketenangan hati, dan keberkahan dalam kehidupan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tradisi dan Makna Nisfu Syaban di Berbagai Negara

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Mom's Life Natasha Ardiah

Malam Nisfu Syaban 2026: Arti, Waktu, Keutamaan, Hadits, hingga Amalannya

Mom's Life Azhar Hanifah

Gen Z Makin Banyak Kena Kanker Usus, Ini Tanda & Penyebabnya

Mom's Life Azhar Hanifah

Akhirnya, Denada Akui Ressa Rossano Sebagai Anak Kandung & Berharap Sang Putra Memaafkan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Anak-anak di Inggris Disebut Paling Tidak Sehat di Eropa, Kenapa?

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Nutrisi Buruk Selama Kehamilan Bisa Sebabkan Nutrisi Otak Janin Terhambat? Ini Faktanya!

40 Soal Pecahan Kelas 6 SD Matematika, Cara Menghitung & dan Kunci Jawabannya

Gen Z Makin Banyak Kena Kanker Usus, Ini Tanda & Penyebabnya

Malam Nisfu Syaban 2026: Arti, Waktu, Keutamaan, Hadits, hingga Amalannya

Namira Andjani, Putri Alya Rohali Cetak Rekor MURI Lewat World Major Marathon

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK