moms-life
10 Fenomena Langit Februari 2026 Padat Agenda, dari Snow Moon-Gerhana Matahari Cincin
HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 15:40 WIB
Daftar Isi
-
10 Fenomena langit Februari 2026 dari Snow Moon hingga Gerhana Matahari Cincin
- 1. Snow Moon - 1 Februari 2026
- 2. Peluncuran Artemis II - 6 Februari 2026
- 3. Hujan Meteor Alpha Centaurid - 8 Februari 2026
- 4. Gerhana Cincin Matahari - 17 Februari 2026
- 5. Fase Bulan Baru - 17 Februari 2026
- 6. Bulan berdekatan dengan Merkurius - 18 Februari 2026
- 7. Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar - 19 Februari 2026
- 8. Bulan Sabit Dekat Saturnus - 19 Februari 2026
- 9. Bulan Dekat Gugus Bintang Pleiades - 23 Februari 2026
- 10. Parade Enam Planet - 28 Februari 2026
Bulan Februari 2026 akan menghadirkan banyak fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan oleh para pengamat maupun Bunda dan keluarga yang sekadar ingin menikmati keindahan malam. Bulan ini dikenal memiliki jadwal peristiwa astronomi yang cukup banyak dibanding bulan lainnya.
Bunda, berbagai fenomena langit 2026 ini menjadi momen menarik untuk mengenalkan keajaiban alam semesta kepada keluarga, terutama Si Kecil. Selain indah dipandang, peristiwa di langit juga bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Dengan banyaknya fenomena langit yang akan terjadi, Februari 2026 terasa istimewa bagi pencinta astronomi maupun masyarakat umum lainnya. Setiap fenomena langit menawarkan pemandangan unik yang hanya terjadi pada waktu tertentu.
Lantas, fenomena langit apa saja yang akan muncul di Februari 2026 ini? Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.
10 Fenomena langit Februari 2026 dari Snow Moon hingga Gerhana Matahari Cincin
Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini rangkuman fenomena langit 2026 yang terjadi sepanjang Februari. Bunda bisa menyimak satu per satu penjelasan berikut agar lebih mudah memahami keunikan setiap fenomena langit yang muncul.
1. Snow Moon - 1 Februari 2026
Dilansir dari laman Yahoo Travel, pada 1 Februari 2026 lalu terjadi Snow Moon dan menjadi salah satu fenomena langit malam hari yang paling terang di awal tahun. Bulan purnama ini mencapai puncak kecerahan pada kemarin malam dan terlihat paling indah sesaat setelah terbit di ufuk timur karena efek ilusi bulan yang membuatnya tampak lebih besar.
Bunda, Snow Moon menjadi bagian dari rangkaian fenomena langit kemarin yang menarik perhatian banyak pengamat langit di berbagai belahan dunia. Saat fase purnama, Bulan tampak bulat sempurna dan memancarkan cahaya terang yang mendominasi langit malam.
Bagi Bunda yang sempat menyaksikan fenomena langit tadi malam, Snow Moon biasanya terlihat lebih dramatis saat berada rendah di horizon sehingga cocok untuk fotografi langit. Nama Snow Moon sendiri berasal dari tradisi lama yang mengaitkannya dengan musim salju di wilayah belahan Bumi utara.
2. Peluncuran Artemis II - 6 Februari 2026
Bunda, pada Februari ini ada momen penting dalam rangkaian fenomena langit 2026, yaitu pembukaan peluncuran misi Artemis II milik NASA. Misi ini menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, manusia kembali melakukan perjalanan melampaui orbit rendah Bumi menuju sekitar Bulan.Â
Mengutip dari situs resmi NASA, peluncuran Artemis II termasuk peristiwa yang sering dikaitkan dengan perkembangan eksplorasi luar angkasa dan menjadi bagian menarik dari daftar fenomena langit yang dinantikan banyak orang. Roket Space Launch System dan pesawat Orion akan membawa empat astronaut dalam misi sekitar 10 hari untuk menguji kemampuan perjalanan manusia di ruang angkasa jauh.
Meski berasal dari Bumi, peluncuran ini sering disebut sebagai momen yang sayang dilewatkan, bahkan bagi Bunda yang akan mengikuti fenomena langit besok melalui siaran langsung. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah penting menuju rencana pendaratan manusia di Bulan pada misi Artemis berikutnya.
3. Hujan Meteor Alpha Centaurid - 8 Februari 2026
Bunda, pada 8 Februari 2026 akan terjadi hujan meteor Alpha Centaurid yang menjadi salah satu fenomena langit menarik. Jumlah meteor yang jatuh dalam fenomena langit ini tidak terlalu banyak. Hujan meteor ini biasanya menghasilkan sekitar 6 meteor per jam di langit gelap. Peristiwa ini tetap menjadi fenomena langit malam hari yang dinantikan pengamat bintang dan langit.
Dikutip dari laman Money Control, fenomena langit ini paling jelas terlihat di wilayah belahan Bumi Selatan seperti Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Waktu terbaik pengamatan biasanya setelah tengah malam ketika titik pancaran meteor berada tinggi di langit.
Meski tergolong hujan meteor kecil, Alpha Centaurid dikenal menghasilkan kilatan meteor terang seperti bola api yang sesekali muncul. Hal ini membuatnya tetap menjadi fenomena langit 2026 yang sayang dilewatkan bagi pengamat langit malam.
4. Gerhana Cincin Matahari - 17 Februari 2026
Berdasarkan informasi dari laman Fox Weather, gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan menjadi salah satu fenomena langit yang menarik perhatian banyak pengamat astronomi. Fenomena langit yang dikenal sebagai Cincin Api ini akan berlangsung sekitar 2 menit 20 detik saat Bulan menutupi sekitar 96 persen permukaan Matahari sehingga menyisakan lingkaran cahaya terang di sekelilingnya.
Lintasan gerhana ini melintasi daratan Antartika dan berakhir di lepas pantai Samudra Selatan. Menjelang waktu kejadiannya, peristiwa ini kerap dijadikan sebagai fenomena langit yang paling dinanti besok.Â
Fenomena langit ini tidak terjadi di Indonesia karena wilayah Indonesia tidak berada pada jalur lintasan gerhana. Hanya beberapa wilayah terpencil dari Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Antartika yang bisa melihatnya secara langsung.
5. Fase Bulan Baru - 17 Februari 2026
Fase bulan baru menjadi fenomena langit malam hari yang akan terjadi pada 17 Februari 2026. Pada fase bulan baru ini, Bulan akan berada sejajar dengan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari.
Kondisi ini membuat langit malam terlihat lebih gelap karena tidak ada penampakan cahaya di langit malam ini dari Bulan. Secara posisi, Matahari dan Bumi berada di sisi berlawanan dari Bulan sehingga Bulan hampir tidak terlihat dari Bumi.
Fase bulan baru juga akan menjadi salah satu fenomena langit di Indonesia. Dikutip dari detikcom, fenomena langit malam hari ini akan terjadi sekitar pukul 19.01 WIB di Indonesia. Fase bulan baru ini sekaligus juga menjadi salah satu fenomena langit di Indonesia yang menandai awal bulan Hijriah.
6. Bulan berdekatan dengan Merkurius - 18 Februari 2026
Pada 18 Februari 2026, bulan sabit tipis akan tampak berdekatan dengan Merkurius dan menjadi salah satu fenomena langit malam hari yang menarik untuk diamati. Peristiwa ini umumnya terlihat di langit barat setelah Matahari terbenam dan dapat disaksikan dari berbagai wilayah dunia, terutama di lintang menengah seperti negara di Eropa, Amerika Utara, dan sebagian negara Asia.Â
Keduanya akan tampak rendah di cakrawala sehingga terlihat seperti penampakan cahaya di langit malam ini yang berdampingan. Posisi Bulan dan Merkurius yang tampak rendah itu menjadikan peristiwa ini sebagai fenomena langit merah saat malam hari. Untuk melihat Merkurius dengan lebih jelas, penggunaan teropong sangat disarankan karena cahayanya cenderung lebih redup dibanding Bulan.
7. Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar - 19 Februari 2026
Pada 19 Februari 2026, Merkurius mencapai elongasi timur terbesarnya sehingga menjadi salah satu fenomena langit 2026 yang menarik untuk diamati saat senja. Pada momen ini, Merkurius tampak berada pada jarak sudut terjauh dari Matahari sehingga lebih mudah terlihat dibanding hari-hari biasanya.
Para pengamat bisa mencoba melihat penampakan cahaya di langit malam ini dengan mencari cakrawala barat yang terbuka sekitar 20–40 menit setelah Matahari terbenam. Merkurius biasanya tampak seperti bintang terang yang berada rendah di atas horizon dan sedikit ke kiri dari titik Matahari terbenam.
8. Bulan Sabit Dekat Saturnus - 19 Februari 2026
Pada 19 Februari 2026, bulan sabit akan tampak melintas dekat dengan planet Saturnus dan menjadi salah satu fenomena langit malam hari yang menarik di Februari ini. Bulan sabit dan Saturnus terlihat seolah berdekatan di langit barat setelah Matahari terbenam sehingga mudah dikenali oleh pengamat langit.
Peristiwa ini dapat disaksikan secara global di beberapa wilayah, seperti Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, India, dan Afrika. Kedekatan posisi antara bulan sabit dan Saturnus bisa terlihat sebagai penampakan cahaya di langit malam ini yang tampak saling berdekatan di ufuk barat.
9. Bulan Dekat Gugus Bintang Pleiades - 23 Februari 2026
Pada 23 Februari 2026 akan terjadi pertemuan visual antara bulan sabit dan gugus Bintang Pleiades yang menjadi bagian dari rangkaian fenomena langit Februari 2026. Bulan sabit akan tampak berada sangat dekat dengan kumpulan Bintang Pleiades sehingga menciptakan pemandangan langit yang menarik.
Fenomena langit ini dapat disaksikan di wilayah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, India, Jepang, dan Australia. Momen ini juga termasuk fenomena langit malam hari yang menawarkan pemandangan indah untuk fotografi maupun pengamatan langit santai.
10. Parade Enam Planet - 28 Februari 2026
Dikutip dari situs resmi NASA, langit malam akan menampilkan enam planet sekaligus dalam satu waktu pada 28 Februari 2026. Peristiwa tersebut menjadi salah satu fenomena langit yang cukup spesial di tahun 2026.
Planet yang terlibat adalah Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter yang tampak muncul setelah Matahari terbenam. Peristiwa ini membuat beberapa planet terlihat seolah berbaris mengikuti jalur yang sama di langit.
Dalam fenomena langit ini, tidak semua planet dapat dilihat dengan mudah tanpa alat bantu. Venus dan Jupiter biasanya paling terang sehingga lebih mudah dikenali, sedangkan Uranus dan Neptunus umumnya membutuhkan teropong atau teleskop kecil untuk diamati. Merkurius terkadang juga cukup sulit terlihat karena posisinya dekat dengan horizon.
Waktu pengamatan terbaik adalah pada awal malam sebelum langit benar-benar gelap karena beberapa planet akan cepat terbenam setelah senja. Meski tidak sebanyak parade planet tahun sebelumnya, peristiwa ini tetap menarik untuk diamati jika kondisi cuaca cerah. Pengamat disarankan melihat ke arah jalur ekliptika tempat planet-planet tampak berderet di langit.
Bunda, itulah rangkaian fenomena langit menarik yang menghiasi langit sepanjang Februari 2026 dengan berbagai peristiwa yang sayang untuk dilewatkan. Dengan mengetahui fenomena dan tanggal terjadinya, Bunda bisa menentukan waktu terbaik untuk menikmati keindahan langit bersama keluarga.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019, Begini Cara Aman Melihatnya
Mom's Life
Fenomena Bulan Kembar, Apakah Bisa Membahayakan Bumi? Ini Penjelasan BRIN
Mom's Life
Ada Gerhana Matahari Hibrida Hari Ini, Ini Waktu dan Lokasi Terjadinya
Mom's Life
Doa, Niat & Tata Cara Salat Gerhana Matahari 20 April 2023 Lengkap
Mom's Life
Jarang Terjadi Bun, Ada Gerhana Matahari Hibrida pada 20 April 2023
Mom's Life
Gerhana Matahari di Bulan Ramadan 2023: Ini Cara Mengamati dan Dampaknya
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Salat Gerhana Bulan: Hukum, Niat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya
Doa Gerhana Matahari Lengkap dengan Bacaan Zikirnya, Mudah Diamalkan
Indonesia Alami Blood Moon Tadi Malam, Kenapa Bulan Bisa Berwarna Merah Seperti Itu?