Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Tips Sukses dalam Karier di 2026, Agar Semakin Cemerlang

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 06 Feb 2026 17:10 WIB

Asian business woman are excited business success with inspiration from their excellent financial results that are happy working in a modern office on a computer.
Ilustrasi tips sukses dalam karier di 2026 / Foto: Getty Images/Thicha Satapitanon
Daftar Isi

Ingin punya karier cemerlang di 2026? Mungkin bisa mencoba tips sukses dalam karier di bawah ini, Bunda.

Setelah melewati 2025 yang dihantam gelombang besar PHK di berbagai perusahaan ternama, 2026 tentu memberi harapan baru. Bunda juga berharap bisa meningkatkan karier setelah lesu di 2025.

Banyak orang memulai 2026 dengan optimisme bahwa pasar kerja akan kembali normal setelah dua tahun diwarnai isu resesi, gelombang pemutusan hubungan kerja, dan kekhawatiran kecerdasan buatan (AI), kenyataannya harapan itu belum sepenuhnya terwujud. Proses rekrutmen masih ketat, promosi kembali ditunda, dan kenaikan gaji dibekukan di berbagai perusahaan.

Di tengah situasi tersebut, istilah job hugging mulai menggantikan tren job hopping. Ambiguitas ini membuat banyak profesional kesulitan membangun momentum karier.

Pola lama tentang kenaikan jabatan yang terprediksi dan jalur karier linier tak lagi sepenuhnya relevan. Dunia kerja menuntut cara berpikir baru yang lebih adaptif.

Tips sukses dalam karier di 2026

Di 2026, kemampuan berkomunikasi akan menjadi keterampilan karier yang krusial. Mengutip India Times dan CNBC, mari simak tips sukses dalam karier tahun ini. 

1. Jangan melakukan upskilling berlebihan

Saat pasar kerja mengetat, banyak profesional berlomba-lomba meningkatkan keterampilan melalui kursus daring dan sertifikasi, termasuk di bidang AI. Sepanjang 2025, tren ini sangat dominan.

Sayangnya dalam banyak kasus, upskilling yang tidak terarah justru melemahkan posisi karier. Resume dipenuhi berbagai sertifikat, tapi tanpa target peran yang jelas.

Bunda yang berhasil justru memilih fokus pada sedikit keterampilan inti dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di tempat kerja. Memasuki 2026, prinsipnya jelas, yaitu keterampilan ada untuk menunjang pekerjaan, bukan sekadar mempercantik CV.

2. Bisa beradaptasi dengan perubahan

Selama ini, berpindah peran di dalam perusahaan sering dianggap lebih mudah dibandingkan mencari pekerjaan baru di luar. Namun 2025 membalikkan asumsi tersebut.

Mobilitas internal kini menuntut strategi yang lebih matang. Bukan sekadar melamar melalui Internal Job Posting (IJP), namun juga membangun visibilitas lintas tim, memahami prioritas baru perusahaan, dan menyusun narasi kesiapan peran secara sengaja.

Pada 2026, mengelola relasi internal dan memahami rencana sukses menjadi langkah penting agar peluang tidak terlewatkan.

3. Manfaatkan AI dengan baik

Pada 2025, hampir semua orang sudah bersentuhan dengan AI. Namun cara memanfaatkannya sangat beragam. Ada yang sekadar mencoba-coba tren, beberapa menggunakannya untuk merapikan email.

Sementara itu, sebagian kecil profesional benar-benar mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja mereka, mulai dari pemrograman, penulisan, pembuatan konten, hingga analisis data dan pengambilan keputusan. Bunda yang menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan kerja memperoleh keunggulan signifikan.

Pada 2026, keunggulan ini akan semakin nyata bagi siapa pun yang memperlakukan AI sebagai alat kerja strategis, bukan sekadar eksperimen.

4. Perluas relasi

Ketika jalur konvensional seperti lamaran daring semakin sepi hasil, rekomendasi dan referensi menjadi senjata utama pada 2025. Hubungan internal dan jaringan profesional terbukti membuka peluang yang tidak terlihat di permukaan.

Semakin kuat relasi yang dimiliki seseorang, semakin kecil dampak ketidakpastian pasar kerja terhadap dirinya. Memasuki 2026, membangun jaringan tidak lagi sekadar dianggap sebagai akselerator karier, tapi infrastruktur jangka panjang yang perlu dipersiapkan sebelum peluang besar datang.

5. Pahami lima prinsip utama dalam karier

Menghadapi 2026, para profesional dapat menjadikan lima prinsip utama sebagai panduan karier. Pertama, konsentrasi, dengan mengevaluasi apakah karier terlalu bergantung pada satu peran, satu atasan, atau satu keterampilan?

Kedua, kritikalitas, yakni menemukan satu keterampilan paling berdampak dan terus mengembangkannya. Ketiga, komunikasi, memastikan nilai dan kontribusi yang diberikan benar-benar dipahami oleh orang lain.

Keempat, koneksi, dengan berinvestasi pada hubungan yang lebih dalam dengan para pengambil keputusan. Terakhir, kontinjensi, yaitu menyiapkan setidaknya satu opsi cadangan di luar peran saat ini.

Dengan memahami pelajaran dari 2025 dan menerapkannya secara sadar, 2026 bukan sekadar tahun bertahan, melainkan kesempatan untuk membangun karier yang lebih sukses, relevan, dan cemerlang di tengah ketidakpastian.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda