HaiBunda

MOM'S LIFE

Diet Mayo, Bantu Turunkan Berat Badan Hingga 8 Kg dalam 13 Hari

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Feb 2026 12:20 WIB
Ilustrasi diet mayo / Foto: Getty Images/iStockphoto/Angelina Zinovieva

Bunda ingin turun berat badan kurang dari 2 minggu? Mungkin bisa mencoba diet Mayo yang diklaim bisa menurunkan berat badan hingga 8 kg dalam 13 hari.

Diet Mayo menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang banyak diminati masyarakat. Program diet ini dikenal mampu membantu menurunkan berat badan secara signifikan dalam waktu relatif singkat sehingga sering dijadikan pilihan bagi Bunda yang ingin mendapatkan hasil cepat.

Hanya saja, diet Mayo tidak sekadar menurunkan angka timbangan. Metode ini menekankan perubahan pola hidup secara menyeluruh, mulai dari pengaturan menu makan hingga peningkatan aktivitas fisik.


Dengan penerapan yang tepat, diet Mayo dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Mari bahas mengenai serba-serbi diet Mayo yang bisa menurunkan berat badan hingga 8 kg hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Mengenal diet Mayo untuk turun berat badan

Diet Mayo merupakan metode pengaturan pola makan yang dikembangkan oleh Mayo Clinic, salah satu institusi kesehatan ternama di Amerika Serikat. Program ini sudah diperkenalkan sejak sekitar tahun 1940-an dan terus berkembang seiring penelitian mengenai pola hidup sehat.

Tidak seperti program diet yang hanya berfokus pada pembatasan makanan tertentu, diet Mayo menitikberatkan pada perubahan kebiasaan makan dan peningkatan aktivitas fisik. Pendekatan ini bertujuan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Mengutip Mayo Clinic, diet Mayo dirancang sebagai pola makan rendah kalori yang tetap mengenyangkan. Selain itu, metode ini mendorong Bunda untuk lebih aktif bergerak sepanjang hari guna mendukung pembakaran energi.

Diet mayo lebih menekankan pada pemangkasan konsumsi garam dalam makanan serta membatasi karbohidrat. Untuk mengganti keduanya, perbanyak makan sayuran dan buah-buahan. Diet tanpa garam ini di Indonesia dilakukan selama periode tertentu, yakni 13 sampai 14 hari.

Pola makan dalam diet Mayo

Diet Mayo mengutamakan konsumsi makanan bergizi seimbang dengan komposisi yang jelas. Dalam satu piring makan, setengah bagian dianjurkan berisi sayur-sayuran, seperempat bagian karbohidrat, dan seperempat sisanya protein.

Pola makan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus membantu mengontrol asupan kalori harian. Selain itu, menu diet Mayo didominasi buah dan sayuran, diikuti sumber karbohidrat kompleks, protein, produk susu rendah lemak, lemak sehat, serta konsumsi makanan manis yang sangat dibatasi.

Cara melakukan diet Mayo

Untuk mendapatkan hasil optimal, terdapat sejumlah kebiasaan baik yang dianjurkan selama menjalani diet Mayo, di antaranya:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Awali hari dengan sarapan sehat.
  • Biasakan mengonsumsi sereal atau biji-bijian utuh.
  • Pilih sumber lemak sehat.
  • Berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara itu, beberapa kebiasaan yang perlu dihindari meliputi:

  1. Mengonsumsi gula tambahan.
  2. Mengonsumsi camilan selain buah atau sayuran.
  3. Makan sambil menggunakan gadget atau menonton televisi.
  4. Mengonsumsi makanan olahan.
  5. Sering mengonsumsi makanan cepat saji atau tidak sehat.

Makanan yang dianjurkan

Dalam menjalani diet Mayo, pemilihan makanan menjadi faktor penting. Beberapa jenis makanan yang diperbolehkan antara lain buah segar, sayuran, biji-bijian utuh seperti oatmeal dan nasi merah, protein rendah lemak seperti ikan dan daging tanpa kulit, serta produk susu rendah lemak.

Selain itu, lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan juga dianjurkan dalam jumlah terbatas. Untuk makanan manis, konsumsi dibatasi sekitar 75 kalori per hari.

Makanan yang dihindari

Sebaliknya, makanan yang sebaiknya dihindari, meliputi produk tepung putih, daging tinggi lemak jenuh, produk susu penuh lemak, serta makanan tinggi gula dan makanan olahan.

Contoh menu diet Mayo

Hari ke-1

Sarapan: Roti gandum panggang dengan olesan stroberi dan almond
Makan siang: Sayuran, nasi merah, kacang hitam, bumbu taco, dan dua butir telur
Makan malam: Mi ayam bawang putih
Camilan: Buah dan sayuran segar

Hari ke-2

Sarapan: Smoothie pisang dan buah berry
Makan siang: Salad ayam dan kacang polong
Makan malam: Steak daging
Camilan: Buah dan sayuran

Hari ke-3

Sarapan: Telur orak-arik dengan asparagus
Makan siang: Roti panggang alpukat tinggi protein
Makan malam: Daging panggang
Camilan: Buah dan sayuran

Imbangi dengan olahraga

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi diet Mayo dengan olahraga dapat meningkatkan efektivitas penurunan berat badan. Latihan fisik, khususnya latihan ketahanan, terbukti membantu mengurangi lemak tubuh sekaligus mempertahankan massa otot.

Mayo Clinic merekomendasikan aktivitas fisik setidaknya selama 30 menit setiap hari. Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.

Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengontrol kadar gula darah, serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Efektivitas diet Mayo

Diet Mayo sering diklaim mampu menurunkan berat badan hingga 4 sampai 8 kg. Namun pakar nutrisi Victoria Djajadi menjelaskan bahwa penurunan berat badan yang terjadi pada tahap awal umumnya disebabkan berkurangnya kadar air dalam tubuh akibat pengurangan konsumsi garam.

Menurutnya, natrium memiliki sifat mengikat air dalam tubuh. Ketika asupan garam berkurang, cairan yang tersimpan dalam tubuh akan ikut berkurang sehingga berat badan menurun.

Jadi kalau kita makan banyak garam diikuti juga dengan minum air yang banyak, pasti airnya terserap dan terjadilah kenaikan berat badan yang sering disebut dengan 'berat air'," ujar pakar nutrisi Victoria Djajadi MnutrDiet, APD, seperti dilansir dari detikcom.

Meski memiliki sejumlah manfaat, diet Mayo tetap perlu dijalankan dengan pengawasan ahli gizi. Hal ini penting terutama bagi Bunda yang belum pernah menjalani program diet sebelumnya karena pembatasan kalori yang cukup ketat berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan jika dilakukan tanpa panduan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Metode Treadmill 12-3-30 Kembali Viral, Ini Manfaatnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang yang Suka Menghakimi, Sering Ucapkan 12 Kalimat Ini Menurut Psikologi

Mom's Life Azhar Hanifah

Bikin Haru, Ricky Harun Ungkap Perubahan Hidup Herfiza Jadi Ibu Usai Hamil & Melahirkan Empat Anak

Kehamilan Amrikh Palupi

Seberapa Sakit Bayi Tumbuh Gigi? Ini Gejala, Penyebab Rewel & Cara Meredakan

Parenting Indah Ramadhani

13 Artis Ini Punya Panggilan Sayang Unik dan Langka untuk Bayi di Kandungan

Kehamilan Amrikh Palupi

Kenapa Bayi Baru Lahir Wanginya Enak Banget?

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ini yang Terjadi pada Kepribadian Anak saat Dewasa, Ternyata....

Bikin Haru, Ricky Harun Ungkap Perubahan Hidup Herfiza Jadi Ibu Usai Hamil & Melahirkan Empat Anak

Seberapa Sakit Bayi Tumbuh Gigi? Ini Gejala, Penyebab Rewel & Cara Meredakan

5 Film Jepang Slice of Life yang Menyentuh Hati dan Penuh Pesan Kehidupan

Ciri Orang yang Suka Menghakimi, Sering Ucapkan 12 Kalimat Ini Menurut Psikologi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK