Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ini yang Terjadi pada Kepribadian Anak saat Dewasa, Ternyata....

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Feb 2026 15:20 WIB

Ini yang Terjadi pada Kepribadian Anak saat Dewasa
Ilustrasi Ini yang Terjadi pada Kepribadian Anak saat Dewasa/Foto: Getty Images/iStockphoto/CandyRetriever
Jakarta -

Setiap anak punya cara tersendiri dalam mengekspresikan dirinya sejak mereka kecil. Dari cara berbicara, bermain, hingga bersikap dengan orang sekitar, tampak sikap anak cenderung sama dari waktu ke waktu.

Menilik dari laman Rutgers University, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian anak bisa menjadi gambaran awal tentang dirinya di masa depan, Bunda. Apa yang kelihatan sekarang bisa berlanjut hingga mereka dewasa nanti.

Hal inilah yang jadi perhatian seorang psikolog dari Rutgers University bernama Christopher Nave. Ia meneliti hubungan antara kepribadian anak dan perilakunya ketika sudah dewasa. Hasilnya pun didapat dari membandingkan data masa kecil anak hingga kehidupan bertahun-tahun kemudian.

"Mengidentifikasi seperti apa kepribadian kita di usia dini dapat memberi kita petunjuk penting tentang bagaimana kita mungkin bertindak sebagai orang dewasa, tetapi itu tidak menentukan," ujar psikolog kepribadian yang menjabat sebagai asisten profesor psikologi di Rutgers-Camden, Christopher Nave.

Ini yang terjadi pada kepribadian anak saat dewasa nanti

Penelitian menunjukkan bahwa apa yang terlihat sejak anak di usia Sekolah Dasar (SD) bisa terus terbawa hingga bertahun-tahun kemudian, termasuk cara anak bersikap dan berinteraksi.

Hal ini ditemukan dalam penelitian yang melibatkan Christopher Nave dari Oregon Research Institute. Ia melihat adanya kesamaan antara ciri kepribadian siswa kelas satu dengan perilaku mereka saat sudah dewasa.

Menurut Christopher Nave, temuan ini memberi gambaran bahwa kepribadian di usia muda bisa menjadi petunjuk tentang sikap mereka di masa depan. Namun, bukan berarti kepribadian anak tidak bisa berkembang seiring berjalannya waktu ya, Bunda.

Sebelumnya, penelitian ini ditulis dalam sebuah makalah ilmiah berjudul On the Contextual Independence of Personality: Teachers' Assessments Predict Directly Observed Behavior After Four Decades. Makalah tersebut diterbitkan di jurnal Social Psychological and Personality Science.

Dalam temuan tersebut, anak yang sejak kecil dikenal banyak bicara cenderung tetap aktif dan suka menyampaikan pendapat saat dewasa. Mereka biasanya lebih lancar berbicara dan nyaman saat sedang menyampaikan pendapatnya.

Sebaliknya, anak yang dinilai kurang lancar berbicara saat kecil lebih sering terlihat ragu ketika dewasa. Mereka cenderung mencari arahan dari orang lain atau tampak canggung dalam berinteraksi.

Lebih lanjut, penelitian juga menemukan bahwa anak yang mudah beradaptasi dengan situasi baru kerap tumbuh menjadi pribadi yang ceria. Sementara itu, anak yang sulit beradaptasi lebih sering membicarakan pandangan negatif tentang dirinya sendiri ketika dewasa.

Kepribadian anak tetap bisa berkembang hingga dewasa

Penelitian menunjukkan bahwa kepribadian anak memang memiliki pola yang cukup bertahan hingga dewasa. Namun, hal ini tidak berarti sifat anak akan selalu sama tanpa bisa berubah ya, Bunda.

Menurut psikolog Christopher Nave, ada pola kepribadian anak yang bisa terlihat sejak kecil hingga mereka dewasa. Meski begitu, perubahan tetap mungkin terjadi seiring pengalaman hidup anak.

"Itu tidak berarti bahwa anak tidak dapat mengubah kepribadiannya. Hanya saja mungkin sedikit lebih sulit daripada yang kita duga," tambahnya.

Dalam praktiknya, orang tua kerap bertanya tentang apa yang sebaiknya dilakukan ketika melihat sifat tertentu pada anak. Pertanyaan ini wajar saja, apalagi ketika Bunda ingin membantu anak untuk berkembang lebih baik.

"Salah satu pertanyaan besar yang sering saya terima adalah apa yang harus orang tua lakukan sebagai guru atau orang tua ketika mengidentifikasi seorang anak dengan sifat tertentu," kata Nave.

Nave menjelaskan bahwa orang tua bisa memberi dukungan sesuai dengan kebutuhan anak sejak dini. Namun, pendekatan ini tetap perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi anak.

"Jika kita mengetahui sejak dini bahwa seorang anak pemalu, kita dapat memberi anak tersebut kesempatan sejak usia muda untuk berinteraksi dengan orang lain. Tetapi, kita tidak boleh menuntut anak-anak kita secara tidak realistis untuk menjadi sangat berbeda dari diri mereka yang sebenarnya. Kita harus menghargai siapa mereka dan tidak mencoba membuat mereka menjadi sesuatu yang bukan diri mereka," jelasnya.

Itulah penjelasan seputar berbagai hal yang terjadi pada kepribadian anak saat dewasa.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda