MOM'S LIFE
7 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Meneteskan Air Mata saat Melihat Orang Menangis
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 15 Feb 2026 17:40 WIBBunda mudah meneteskan air mata saat melihat orang lain menangis? Kebiasaan tersebut mungkin cerminan dari kepribadian yang sulit dikenali oleh seseorang.
Orang yang mudah menangis sering kali disebut 'orang yang sangat sensitif'. Namun, orang menangis biasanya karena berbagai alasan. Ada yang menangis karena sedih, kesepian, atau justru sedang merasa bahagia.
Para peneliti dari Harvard University percaya bahwa menangis dapat membuat seseorang merasa lebih baik karena membersihkan zat kimia yang menumpuk di dalam tubuh selama periode stres. Air mata yang keluar dianggap sebagai respons sehat terhadap suatu rangsangan. Ketika seseorang menangis, ia merasa lebih lega karena sudah mengeluarkan emosinya.
Sayangnya, menangis mungkin sulit dipahami oleh beberapa orang yang mudah meneteskan air mata. Padahal, seseorang yang mulai meneteskan air mata ketika melihat orang lain menangis bisa jadi memiliki ciri kepribadian yang berbeda dari orang pada umumnya, Bunda.
Simak penjelasan dari Bubun berikut ini ya!
Ciri kepribadian orang yang mudah menangis
Melansir dari laman Your Tango, berikut 7 ciri kepribadian orang yang mudah meneteskan air mata saat melihat orang lain menangis:
1. Mereka sering kali kelelahan secara emosional
Saat kurang tidur, sistem tubuh Bunda tidak dapat berfungsi dengan baik. Tubuh akan fokus pada proses-proses penting, bukan pada ketahanan emosional. Kondisi tersebut bisa membuat seseorang lebih mudah menangis daripada saat ia waspada dan dalam kondisi bugar.
Menurut studi yang diterbitkan di AIMS Neuroscience tahun 2017, ketika seseorang kurang tidur, area otak yang mengatur emosinya menjadi 60 persen lebih reaktif terhadap rangsangan negatif. Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan otak dalam mengatur emosi secara efektif, sehingga membuat orang lebih rapuh secara emosional dan reaktif terhadap stres sehari-hari.
2. Mereka memiliki batasan emosional yang tipis
Stres dapat mengacaukan emosi. Ketika Bunda mengalami banyak stres dalam jangka waktu yang lama, maka toleransi terhadap stres lainnya akan menurun drastis.
Pada kondisi itu, Bunda bisa lebih sering mengumpat ketika melakukan sesuatu yang salah, merasa putus asa ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, atau menangis ketika bertengkar kecil dengan orang terdekat.
3. Merasakan emosi yang mendalam dan intens
Mereka yang mudah menangis mungkin tengah merasakan emosi yang mendalam dan intens. Misalnya, merasa sedih setelah kehilangan seseorang dalam hubungan atau kehilangan pekerjaan.
Perasaan ini biasanya hanya bersifat sementara. Jika sudah berubah menjadi kecemasan, Bunda biasanya akan merasa terus-menerus khawatir, mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi, dan sering menangis. Setelah periode refleksi dan kesadaran diri selesai, kondisi akan kembali normal.
Tapi, jika sering menangis atau tanpa alasan sama sekali, itu mungkin merupakan tanda depresi. Bicaralah dengan dokter atau terapis untuk mengeksplorasi kemungkinan gejala lain dan menyingkirkan kondisi medis atau gangguan suasana hati.
4. Mereka cenderung sangat sensitif
Menurut psikolog Dr. Elaine Aron, sekitar 20 persen populasi di dunia adalah orang yang sangat sensitif. Menjadi orang yang sangat sensitif berarti Bunda memiliki sifat temperamen bawaan (bukan gangguan), di mana akan sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar.
Orang yang sangat sensitif mudah menangis karena merasakan sesuatu dengan sangat mendalam. Ia dapat menangis hanya karena rangsangan kecil, seperti melihat penderitaan orang lain.
5. Mereka mengenali rasa sakit karena pernah merasakannya
Keinginan untuk menangis dapat muncul dari trauma yang membekas di pikiran. Secara khusus, perempuan yang mengalami masa kecil traumatis atau bahkan peristiwa yang sangat traumatis di suatu waktu, sering kali akan lebih banyak menangis dan menganggapnya sebagai respons normal.
Secara sains, mereka mudah menangis karena sistem saraf simpatik mengalami trauma dengan cara yang sama seperti respons somatik. Itu artinya, tubuh seseorang tanpa disadari dapat menyimpan trauma sebesar atau sekecil apa pun itu.
6. Mereka biasanya bersifat reaktif secara emosional
Seseorang reaktif secara emosional karena mengalami neurotik akan mengalami emosi inti (kebahagiaan, kesedihan, kemarahan) lebih sering dan sangat intens. Orang neurotik dapat menjadi sangat marah dalam sekejap, serta menangis tersedu-sedu hanya karena mengalami kemunduran kecil.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat neurotisme yang lebih tinggi mengalami emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan yang lebih sering dan lebih intens daripada orang lain. Mereka tidak hanya merasakan emosi negatif lebih kuat, tetapi juga bereaksi lebih intens terhadap peristiwa buruk ketika hal itu terjadi.
7. Mereka merasa nyaman mengungkapkan emosi secara terbuka
Perasaan sedih dan menangis secara terbuka adalah hal yang kerap dikaitkan dengan kepribadian perempuan. Sejak kecil, perempuan dan laki-laki disosialisasikan untuk berbeda.
Perempuan didorong untuk mengeksplorasi, membicarakan, dan mengekspresikan perasaan mereka sepenuhnya sejak usia muda, sementara laki-laki sering kali diminta untuk menyembunyikannya.
Demikian 7 ciri kepribadian orang yang mudah meneteskan air mata saat orang lain menangis. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)