parenting
Manfaat Anak Bermain Musik Diyakini Bisa Membantu Belajar Membaca
HaiBunda
Minggu, 15 Feb 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Tahukah Bunda, musik bukan sekadar hiburan lho. Musik juga dapat meningkatkan berbagai kemampuan anak, termasuk membantu proses belajar membaca. Menarik sekali, ya, Bunda?
Musik tidak hanya sekadar seni, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, mulai dari aspek kognitif, emosional, hingga sosial. Oleh karena itu, musik kini mulai banyak diterapkan dalam dunia pendidikan, lho.
Yuk, pahami bagaimana bermain musik dapat membantu anak belajar membaca melalui penjelasan berikut ini, Bunda.
Bagaimana bermain musik membantu anak belajar membaca
Melansir laman Little Acorn Padiham, ketika anak-anak memainkan alat musik, belajar membaca notasi merupakan bagian penting dari perkembangan mereka. Meskipun yang dibaca berupa simbol-simbol, membaca musik tetap serupa dengan membaca kata-kata dalam sebuah buku.
Dalam notasi, terdapat alur yang bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya, dan setiap detailnya pun perlu dipertimbangkan. Pada proses inilah bagian otak kiri anak berperan dalam memproses bahasa serta mengendalikan penalaran, Bunda. Sebab, baik saat membaca notasi musik maupun kata-kata, setiap tanda memiliki arti yang menyampaikan sesuatu kepada pembacanya.
Dengan demikian, anak-anak yang bermain musik secara konsisten akan terbiasa membaca notasi, yang pada akhirnya membantu mereka belajar membaca kata-kata di dalam buku. Hal ini secara alami juga dapat meningkatkan keterampilan matematika serta bidang pengetahuan lainnya, Bunda.
Dampak anak belajar dengan bermain musik
Selain membantu anak belajar membaca, berikut ini dampak yang dirasakan anak yang bermain musik saat belajar.
1. Meningkatkan kemampuan matematika
Matematika dan musik diketahui sama-sama mengandalkan pengenalan pola, Bunda. Dengan membaca pola dan menggunakan working memory anak-anak akan mampu memahami kaitan notasi dan ketukan dalam satu birama dengan konsep pecahan di matematika.
Mempelajari nilai notasi, seperti setengah ketukan atau seperempat ketukan, dapat membantu memahami konsep pecahan dalam matematika dengan lebih mudah melalui suara. Selain itu, mengenali pengulangan nada dalam lagu dapat memperkuat kemampuan anak mengenali pola angka.
2. Meningkatkan kreativitas dan keaktifan anak
Selain membantu anak di bidang matematika, belajar melalui musik juga dapat meningkatkan kreativitas anak, komunikasi, serta pemahaman atau pengetahuan umum tentang dunia. Hal ini setidaknya menjadi sebuah keterampilan yang harus dikuasai anak dalam kurikulum EYFS (Early Years Foundation Stage).
3. Meningkatkan perkembangan kognitif
Bermain musik membantu anak mendapatkan pemahaman membaca sekaligus mendukung keterampilan kognitif, motorik, koordinasi dan kemampuan mendengarkan anak. Belajar memainkan instrumen serta membaca notasi musik tentunya membutuhkan pemikiran, konsentrasi, dan analisis, yang akan memicu sel-sel saraf bekerja.
4. Membuka jendela duniaÂ
Berbagai kebudayaan tercipta di seluruh negeri. Oleh karena itu, dengan musik anak akan belajar mengenali hal-hal yang ada di dunia, baik itu bahasa, kebudayaan, ataupun ciri khas lainnya. Musik dapat memantik imajinasi anak sehingga membuat anak seolah-olah melakukan eksplorasi ke berbagai tempat.
Jadi, dengan memperluas pengetahuan mereka tentang musik, anak-anak dapat memperoleh gambaran tentang berbagai budaya, agama, negara, dan masyarakat yang berbeda. Musik benar-benar mampu memperluas pandangan anak tentang dunia serta orang-orang di dalamnya, Bunda.
Manfaat musik untuk perkembangan anak
Musik memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung perkembangan anak. Melalui kegiatan yang melibatkan musik, kemampuan anak semakin terlatih dengan cara yang lebih menyenangkan dan minim stres. Berikut beberapa manfaat musik di berbagai bidang.
1. Manfaat secara kognitif
Musik dapat meningkatkan daya ingat, perhatian, fungsi otak, serta mendukung keterampilan anak untuk mengingat kembali. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa musik akan membantu mempertahankan informasi dan membuat proses belajar menjadi lebih berkesan.
Dengan mengubah karena konsep yang kompleks menjadi nada-nada dan lirik yang mudah diingat, suasana belajar menjadi lebih hidup yang dapat meningkatkan mood belajar sehingga pemberian dan penerimaan materi menjadi lebih optimal. Melalui musik, konten akademik anak-anak menjadi lebih menarik dan relevan.
2. Manfaat secara emosional
Dari segi emosional, tak jarang musik sering menjadi ‘obat’ di kala perasaan kita sedih atau sedang stres. Mendengarkan musik dapat membantu merilekskan tubuh, merangsang produksi dopamin dan serotonin, serta membantu pikiran menjadi lebih segar ketika menghadapi tugas-tugas yang begitu banyak dan menantang.
3. Manfaat secara sosial
Tak sampai di sana, musik bahkan begitu bermanfaat untuk kehidupan sosial. Bermusik dapat mendorong interaksi, kerja sama melalui kegiatan bernyanyi, serta aktivitas kelompok lain yang menyatukan berbagai kalangan dalam hobi yang sama. Musik pun mendukung perkembangan bahasa dan mampu memperbaiki pengucapan, irama, dan kelancaran bicara.
Cara sederhana untuk melatih kepekaan musik pada anak
Cara sederhana untuk membuat anak lebih peka terhadap musik sekaligus belajar membaca melalui musik dapat dimulai dari suasana belajar yang dibangun, Bunda. Menggunakan musik saat belajar, baik di kelas maupun di rumah, dapat memberikan dampak positif terhadap keterlibatan anak dalam proses pembelajaran.
Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru, maupun pengasuh untuk membuat musik dan kegiatan membaca semakin terhubung, dikutip dari laman Artis Learning Creatively.
1. Â Mulai dari hal kecil
Mulailah dengan aktivitas singkat yang tidak mengandung, seperti lagu berdurasi dua menit untuk menarik perhatian dan fokus anak di awal pelajaran atau selama perpindahan materi. Cara ini dapat membantu membangun suasana positif dan menarik.
2. Gunakan musik di sela pelajaran
Gunakanlah musik sebagai tanda pergantian kegiatan. Misalnya, musik yang lembut menandakan pelajaran telah selesai, sedangkan lagu yang ceria bisa menjadi tanda dimulainya kegiatan kelompok.
3. Menggabungkan musik ke dalam materi
Musik dapat membantu memperkuat pelajaran yang sedang dipelajari. Misalnya, gunakanlah lagu untuk menghafal tabel perkalian, pengetahuan umum, bahkan pelajaran tentang agama, sehingga materi yang sulit menjadi lebih mudah diingat oleh anak.
4. Buat playlist atau daftar putar
Siapkanlah daftar lagu-lagu anak, instrumental, atau musik yang lembut untuk diputar sebagai latar saat anak sedang melakukan kegiatan seperti membaca, menulis, menggambar, atau belajar sendiri. Musik ini dapat membantu anak lebih fokus dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan riang, Bunda.
5. Ciptakan suasana lebih menyenangkan
Ciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dengan bertepuk tangan mengikuti irama musik. Guru atau orang tua juga dapat memainkan alat musik agar anak-anak tahu bahwa semua orang boleh ikut bersenang-senang, meskipun tidak memiliki kemampuan khusus.
Demikian informasi mengenai bagaimana bermain musik dapat membantu anak belajar membaca. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Ajari Anak Membaca Pakai Gadget Lebih Menarik, Tapi...
Parenting
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Parenting
Kebutuhan Energi Anak Usia 6 Tahun yang Baru Masuk Sekolah
Parenting
9 Tips Lindungi Mata Anak Gatal Akibat Gadget, Berkedip Salah Satunya
Parenting
Mengenal Najis Mugholadoh dan Ajari Si Kecil Cara Menghilangkannya Bun
5 Foto
Parenting
Potret Fajar Alamri Bocah 5 Tahun Jadi Peserta Termuda di Kompetisi Biliar Internasional
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Musik Disebut Bikin Bayi Tidur Nyenyak, Benarkah? Simak Faktanya
5 Manfaat Menyanyikan Lagu untuk Bayi, Meningkatkan Mood dan Bantu Perkembangan Otaknya
Studi Ungkap Kesalahan Mendidik Anak Berbakat, Orang Tua Sering Tidak Menyadarinya