Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ketahui Ciri-Ciri Suami Punya Sifat Kekanak-kanakan atau Manchild

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 16 Feb 2026 17:40 WIB

Ciri-Ciri Suami Punya Sifat Kekanak-kanakan atau Manchild
Ilustrasi Ciri-Ciri Suami Punya Sifat Kekanak-kanakan atau Manchild/Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij
Daftar Isi
Jakarta -

Selama ini mungkin kita berpikir kalau setelah menikah, suami otomatis menjadi sosok yang dewasa dan bisa diandalkan. Namun pada kenyataannya, ada juga suami yang punya sifat kekanak-kanakan alias manchild dan belum siap menghadapi tanggung jawab rumah tangga.

Dalam keluarga, kedewasaan suami sangat diperlukan untuk menciptakan keseimbangan dan rasa saling menghargai. Sayangnya, ada juga pasangan yang meski sudah dewasa, perilakunya masih seperti anak-anak.

Sikap seperti ini biasa disebut dengan manchild, yaitu laki-laki yang secara usia sudah dewasa, tapi emosinya masih kekanak-kanakan. Istilah ini sebenarnya sudah lama ada, tapi tetap perlu diperhatikan dalam hubungan rumah tangga.

Kalau kita ingin mengenal kondisi ini lebih jauh, ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan kalau suami memiliki sifat kekanak-kanakan. Simak yuk, Bunda.

Ciri-ciri suami memiliki sifat manchild

Dikutip dari laman InStyle, ada beberapa ciri yang bisa menunjukkan bahwa Bunda memiliki suami dengan sifat kekanak-kanakan:

1. Suami bertingkah seperti anak muda

Meskipun usia suami sudah dewasa, terkadang ia masih sering berperilaku seperti anak muda yang belum memiliki tanggung jawab. Suami tampak sangat menikmati hidup, bahkan kerap terlihat lebih suka menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.

Saat sedang berkumpul bersama teman-temannya, sifat remajanya akan muncul kembali dan sulit untuk dikendalikan.

2. Selalu mencari alasan

Ketika suami melakukan kesalahan seperti tidak tepat waktu atau lupa membayar tagihan, ia pasti selalu punya 'seribu alasan' untuk membela diri. Baginya, semua janji yang tidak ditepati itu bukanlah kesalahannya, melainkan karena situasi atau faktor lain di sekitarnya.

Suami cenderung memposisikan dirinya sebagai 'korban' dan sulit mengakui bahwa dialah penyebab utama dari masalah.

3. Suka mengeluh masalah keuangan

Masalah keuangan yang suami hadapi biasanya bukan karena keadaan darurat, melainkan karena ia sulit mempertahankan pekerjaannya dalam waktu yang lama.

Selain kesulitan dalam mendapatkan penghasilan yang stabil, mungkin ia juga punya kebiasaan mengeluarkan uang secara spontan untuk hal-hal yang kurang mendesak.

Selain itu, mungkin ia juga kurang tertata dalam mengelola urusan keuangannya yang lebih serius, seperti kewajiban membayar pajak sesuai dengan waktunya.

4. Tidak bisa diandalkan

Bunda mungkin suka merasa kecewa ketika membutuhkan kehadirannya, seperti saat minta diantar ke dokter. Sayangnya, suami dengan sifat ini biasanya sulit untuk menepati janji-janjinya meskipun itu adalah momen penting bagi Bunda.

Baginya, janji yang sudah dibuat sebelumnya sering dianggap sepele, sehingga ia jarang bisa hadir sesuai dengan kesepakatan awal.

Anehnya, saat sudah mengecewakan, ia justru tidak merasa ada masalah yang terjadi pada hubungan. Ia mungkin akan memanipulasi keadaan supaya Bunda merasa bahwa masalah itu hanyalah hal kecil yang tak perlu diperdebatkan.

5. Suami tidak bisa menerima kritik

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, ada saat-saat di mana kita menghadapi perilaku dari pasangan yang membuat kita merasa kesulitan. Salah satu perilaku yang bisa muncul adalah kesulitan menerima masukan atau kritik.

Ada kalanya seseorang merasa sangat sensitif ketika diberikan saran, bahkan yang bersifat baik sekalipun. Mereka mungkin cenderung merasa diserang dan langsung bersikap membela diri, sehingga sulit untuk melihat dirinya sendiri, Bunda.

6. Sulit mengelola stres dan mencari pelarian

Mengelola stres merupakan bagian dari kedewasaan. Seseorang yang kesulitan dalam hal ini mungkin merasa stresnya lebih berat dari orang lain.

Hal ini yang terkadang membuat seseorang merasa berhak untuk mengekspresikan kekesalannya. Selain itu, ada juga kecenderungan untuk mencari kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian dari masalah.

7. Menghindari obrolan serius

Ketika Bunda mencoba mengajaknya bicara tentang arah hubungan atau masa depan anak-anak, ia biasanya langsung merasa tidak nyaman. Bukannya menanggapi dengan bijak, ia justru lebih memilih untuk diam 'seribu bahasa' atau berusaha menghindari topik tersebut.

Bunda bisa melihat dengan jelas ada rasa cemas yang muncul di matanya saat pembicaraan ini mulai dibahas. Sikap menghindar ini berarti bahwa suami belum sanggup memikul tanggung jawab yang menyangkut kehidupan rumah tangga.

8. Kesulitan melakukan tugas yang sesuai dengan usianya

Ada kalanya suami terlihat kurang terampil dalam melakukan tugas rumah tangga yang umumnya sudah bisa dilakukan oleh orang dewasa. Misalnya, ia kesulitan mengatur meja makan, mengikat dasi, atau membuat janji temu dengan dokter sendiri.

Sikap ini tak jarang membuatnya terlihat menghindari tanggung jawab atau tugas yang seharusnya bisa dikerjakan. Ketika diminta atau diajarkan cara melakukannya, ia cenderung menghindar atau meminta orang lain untuk menyelesaikannya.

9. Suami menggunakan ketidakmampuannya sebagai senjata

Ketidakmampuan yang disengaja kerap menjadi cara bagi suami untuk menghindar dari tanggung jawab rumah tangga. Ia mungkin berpura-pura tidak tahu cara melakukan sesuatu atau sengaja mengerjakannya dengan buruk supaya Bunda merasa gemas.

Perilaku ini sering terjadi terutama saat Bunda dan Ayah sudah memiliki anak, serta beban pekerjaan rumah tangga pun semakin meningkat.

Selain itu, sifat ini sebenarnya adalah bentuk senjata agar suami tetap bisa bersantai sementara Bunda yang menyelesaikan semuanya sendiri.

10. Bunda menjadi sering mengomel

Bunda merasa sering harus mengingatkan suami tentang bagaimana cara bersikap yang pantas saat sedang berada di luar rumah. Rasa kecewa pun kerap muncul karena ia sulit sekali untuk diandalkan.

Tidak ada orang yang senang harus terus-menerus mengomel setiap harinya, bukan begitu, Bunda? Sayangnya, hal ini suka terjadi ketika menghadapi pasangan yang masih bersikap kekanak-kanakan.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri suami yang memiliki sifat kekanak-kanakan atau manchild.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda