moms-life
9 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membiarkan Kasur Berantakan Menurut Psikologi
HaiBunda
Kamis, 26 Feb 2026 17:40 WIB
Daftar Isi
-
9 Ciri kepribadian orang dengan kasur berantakan
- 1. Lebih kreatif daripada orang lain
- 2. Memiliki regulasi emosi yang baik
- 3. Lebih percaya diri dan yakin pada diri sendiri
- 4. Sangat spontan
- 5. Tidak takut akan ketidaksempurnaan
- 6. Bersikap baik kepada diri sendiri
- 7. Lebih memprioritaskan kenyamanan
- 8. Pemikir yang berwawasan luas
- 9. Mereka introspektif
Tahukah Bunda, kebiasaan meninggalkan kasur berantakan ternyata bisa mencerminkan karakter tertentu pada seseorang? Psikologi menyebutnya sebagai kepribadian orang kasur berantakan yang memiliki ciri-ciri unik dan menarik untuk dipahami.
Dikutip dari laman Psychology Today, seorang psikiater bersertifikasi dan profesor madya di George Washington University, Susan B Trachman, MD., menyatakan bahwa merapikan tempat tidur terbukti dapat meningkatkan suasana hati, menjaga kesehatan mental, dan menurunkan tingkat stres. Meskipun merapikan tempat tidur setiap pagi bisa membuat suasana hati lebih baik, tidak semua orang melakukannya dan tetap membiarkan kasurnya berantakan saat bangun.Â
Bunda pasti penasaran, apa saja sifat dan karakter kepribadian orang dengan kasur berantakan. Simak terus di bawah ini karena penjelasan berikut bisa membuka sudut pandang baru tentang kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, Bun!Â
9 Ciri kepribadian orang dengan kasur berantakan
Dilansir dari situs YourTango, kebiasaan sering membiarkan kasur berantakan ternyata bisa mencerminkan karakter atau kepribadian pada seseorang. Berikut ini sembilan ciri kepribadian orang kasur berantakan yang menarik untuk Bunda pahami.
1. Lebih kreatif daripada orang lain
Bunda, salah satu ciri kepribadian orang yang sering membiarkan kasurnya berantakan adalah memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Mereka cenderung nyaman hidup di lingkungan yang sedikit berantakan karena hal itu justru menstimulasi ide-ide baru.
Studi pada tahun 2013 yang dilakukan oleh ilmuwan psikologi Kathleen Vohs dan timnya di Universitas Minnesota dan diterbitkan dalam Psychological Science, jurnal resmi dari Association for Psychological Science, menunjukkan bahwa kekacauan yang terkendali bisa membuat pikiran lebih produktif dan inovatif. Orang-orang ini menemukan inspirasi dari ruang yang mencerminkan gaya hidup mereka, bukan dari kerapian yang sempurna.
Mereka memilih kasur dan kamar yang sesuai dengan identitas dan kreativitas mereka, bukan hanya sekadar terlihat rapi. Dengan begitu, ciri kepribadian orang yang membiarkan kasur berantakan seringkali mencerminkan cara unik mereka mengekspresikan diri menjadi lebih kreatif.
2. Memiliki regulasi emosi yang baik
Bunda, salah satu ciri kepribadian orang yang sering meninggalkan kasur berantakan adalah kemampuan mereka mengatur emosi dengan baik. Mereka tidak merasa terganggu meski tempat tidur tidak rapi setelah bangun karena mampu mengatur emosi tanpa kehilangan fokus.
Seperti yang dijelaskan dalam sebuah studi dari Health Education and Health Promotion, kecerdasan emosional ini membuat seseorang lebih tangguh dan menikmati kualitas hidup yang lebih tinggi. Orang dengan kemampuan ini bisa tetap tenang meski rutinitas pagi atau rencana mereka sedikit terganggu.
Kemampuan mengendalikan diri dan kesadaran diri membuat mereka tetap stabil secara mental. Bunda bisa melihat, ciri kepribadian orang yang satu ini membantu mereka dalam menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih santai dan percaya diri.
3. Lebih percaya diri dan yakin pada diri sendiri
Tak sedikit orang tetap merasa nyaman dengan dirinya meski kamar tidak selalu tampak rapi. Dalam ciri kepribadian orang kasur berantakan, keyakinan pada kemampuan diri justru terlihat cukup kuat dan stabil.
Hal ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ulrich Orth dan Richard W. Robins tentang Is High Self-Esteem Beneficial? Revisiting a Classic Question yang dipublikasikan di American Psychological Association pada tahun 2022. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa harga diri yang tinggi dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi kondisi mental maupun fisik seseorang.
Mereka biasanya memiliki standar dan rutinitas pribadi yang membuat hidup terasa terarah. Rasa aman dan percaya diri itu tidak bergantung pada kebiasaan merapikan kasur, melainkan tumbuh dari kesadaran diri yang sudah terbentuk dengan baik.
4. Sangat spontan
Bunda, tidak semua orang merasa nyaman hidup dalam jadwal yang kaku sejak pagi hari. Dalam ciri kepribadian orang kasur berantakan, spontanitas justru menjadi warna utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh OnePoll yang dikutip dari laman New York Post, orang yang bertindak spontan cenderung merasa lebih bahagia dibandingkan mereka yang terlalu terpaku pada rutinitas. Sikap ini membuat mereka lebih terbuka pada pengalaman baru yang datang tanpa direncanakan.
Meski tetap memahami pentingnya kerapian, mereka tidak selalu menjadikannya prioritas utama setiap saat. Jika ada peluang menarik atau ide tiba-tiba muncul, ciri kepribadian orang seperti ini akan memilih bergerak cepat daripada terikat pada kebiasaan yang terlalu terstruktur.
5. Tidak takut akan ketidaksempurnaan
Bunda, tidak semua orang merasa harus selalu tampil sempurna setiap saat. Dalam ciri kepribadian orang dengan kasur berantakan, ada kecenderungan untuk mereka lebih santai dalam menghadapi kekurangan dan kesalahan diri sendiri.
Hal ini berkaitan dengan temuan sebuah studi pada tahun 2023 dalam National Library of Medicine yang membahas tentang Associations between perfectionism and symptoms of anxiety, obsessive-compulsive disorder and depression in young people: a meta-analysis. Studi tersebut menunjukkan bahwa standar perfeksionis yang terlalu tinggi sering dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan dan tekanan emosional seseorang.Â
Oleh karena itu, mereka yang nyaman dengan ketidaksempurnaan biasanya justru merasa lebih tenang dan percaya diri. Bagi mereka, kebahagiaan diri sendiri jauh lebih penting daripada mengikuti aturan atau ekspektasi orang lain.
6. Bersikap baik kepada diri sendiri
Bunda, di balik kebiasaan membiarkan kasur tetap berantakan, ada sikap lembut terhadap diri sendiri yang jarang disadari oleh banyak orang. Dalam ciri kepribadian orang seperti ini, kesejahteraan batin sering kali lebih diutamakan.Â
Hal tersebut sejalan dengan sebuah studi pada tahun 2022 yang dilakukan oleh Lauren Stutts mengenai Increasing Self-Compassion: Review of the Literature and Recommendations. Penelitian itu menegaskan bahwa sikap penuh belas kasih pada diri sendiri dapat memberi dampak yang kuat bagi kesehatan emosional.
Orang yang sering meninggalkan kasur berantakan dan tidak merapikannya ketika bangun cenderung memahami kapan harus beristirahat dan kapan perlu memberi ruang bagi diri sendiri. Jika suatu kebiasaan terasa tidak sesuai, mereka tidak akan memaksakan diri dan memilih langkah yang lebih menjaga ketenangan hati.
7. Lebih memprioritaskan kenyamanan
Dikutip dari laman Harvard Summer School, banyak para ahli dan psikolog menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman demi berkembang dan meraih tujuan hidup. Namun, ada kalanya rasa nyaman dan aman justru menjadi kebutuhan utama untuk menjaga keseimbangan diri.
Dalam konteks ini, ciri kepribadian orang kasur berantakan kerap menunjukkan kecenderungan mengutamakan kenyamanan pribadi. Mereka memahami kapan harus bergerak maju dan kapan perlu beristirahat.
Meski mampu bersikap spontan dan menghadapi tantangan di luar rumah, di ruang pribadinya mereka lebih memilih hal-hal yang terasa menenangkan. Bagi mereka, kenyamanan bukan tanda kemalasan, melainkan cara sederhana untuk mengisi ulang energi dan menjaga kestabilan emosi.
8. Pemikir yang berwawasan luas
Bunda, pada ciri kedelapan ini, orang yang sering membiarkan kasur berantakan dikenal sebagai sosok yang berpikir luas dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang lainnya. Dalam ciri kepribadian orang dengan kasur berantakan, fokus mereka lebih tertuju pada tujuan jangka panjang daripada urusan kecil.Â
Mereka cenderung mengambil keputusan berdasarkan nilai, perasaan, dan makna hidup yang lebih dalam. Pola pikir seperti ini membuat mereka lebih kreatif, tajam membaca situasi, serta tidak mudah tertekan oleh tuntutan rutinitas yang dianggap wajib oleh banyak orang.
9. Mereka introspektif
Pada ciri kesembilan, ciri kepribadian orang dengan kasur berantakan sering kali menunjukkan sifat introspektif. Mereka terbiasa melihat ke dalam diri mereka dengan memahami perasaan dan pikiran sendiri sebelum memikirkan penilaian orang lain.
Oleh karena itulah, mereka tidak terlalu terpaku pada rutinitas pagi yang hanya soal kerapian. Jika langsung bangun tanpa merapikan kasur membuat hati mereka lebih tenang dan hari terasa lebih ringan, mereka akan memilih itu demi menjaga kenyamanan perasaan sendiri daripada pendapat orang lain.
Bunda, itulah sembilan gambaran menarik tentang kepribadian orang kasur berantakan yang mungkin jarang kita sadari. Kini, Bunda bisa melihat bahwa kepribadian orang kasur berantakan tidak selalu negatif, melainkan bisa mencerminkan karakter dan cara pandang yang unik terhadap hidup.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bentuk Wajah Ternyata Bisa Ungkap Sifat Asli Seseorang, Simak Penjelasannya
5 Zodiak yang Terlahir Baik Hati & Sering Pikirkan Orang Lain
7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Merapikan Tempat Tidur di Pagi Hari