MOM'S LIFE
Waktu Tepat Berhubungan Intim saat Puasa Ramadhan dengan Suami
Arina Yulistara | HaiBunda
Kamis, 26 Feb 2026 21:25 WIBBunda dan Ayah memang dilarang berhubungan intim saat puasa Ramadhan. Namun ada waktu yang diperbolehkan bercinta saat Ramadhan, kapan waktu yang tepat?
Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan pasangan. Namun tak sedikit Bunda yang masih bertanya-tanya mengenai kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim dengan suami selama menjalani puasa.
Kekeliruan memahami aturan bisa berakibat fatal, bukan hanya membatalkan puasa namun menambah konsekuensi dosa.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu, termasuk dorongan seksual. Untuk itu, mengetahui batas waktu yang diperbolehkan dalam syariat menjadi sangat penting bagi suami-istri.
Jangan sampai niat menjaga keharmonisan rumah tangga justru membuat ibadah puasa menjadi sia-sia. Para ulama dan pakar pun menegaskan bahwa pengendalian diri selama Ramadhan memiliki makna spiritual yang mendalam.
Seyyed Hossein Nasr, profesor studi Islam di George Washington University, menjelaskan bahwa puasa memberi kesempatan bagi manusia untuk memahami dimensi jasmani dan rohaninya. Dalam Al Quran, kondisi jiwa yang cenderung mengikuti hawa nafsu disebut sebagai al nafs al-ammarah.
Melalui puasa, seseorang belajar mengendalikan ego dan keinginan diri. Puasa melatih disiplin dan kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
"Sebagai hasil dari pengekangan yang sistematis ini, jiwa manusia menjadi sadar bahwa ia tidak tergantung pada lingkungan alamiahnya," jelas Dr Nasr.
Mari bahas lebih lanjut mengenai waktu yang tepat berhubungan intim dengan suami selama menjalankan ibadah di bulan suci ini.
Waktu tepat berhubungan intim saat puasa Ramadhan dengan suami
Secara umum, berhubungan suami-istri diperbolehkan setelah waktu berbuka puasa hingga sebelum terbit fajar. Jadi, malam hari menjadi waktu yang sah untuk Bunda dan Ayah menikmati keintiman tanpa khawatir membatalkan puasa.
Hal ini juga ditegaskan dalam surat Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi;
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْن اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya:
“Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."
Mengutip penjelasan dari laman IslamQA, hubungan seksual pada malam Ramadhan hukumnya boleh dan tidak termasuk larangan selama dilakukan dalam rentang waktu tersebut. Jadi, Bunda jangan salah ya.
Hubungan intim siang hari jelas membatalkan puasa dan bisa menimbulkan kewajiban qadha bahkan kafarat, tergantung situasinya.
Pilihan waktu terbaik berhubungan intim saat Ramadhan
Jika malam setelah Tarawih masih terasa cukup bertenaga, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk berhubungan intim. Energi sudah kembali setelah berbuka dan tubuh relatif lebih siap.
Namun bila malam terasa terlalu lelah, dini hari menjelang sahur bisa menjadi alternatif. Selain suasana lebih tenang dan rileks, memulai hari dengan penuh kehangatan juga bisa membuat sahur terasa lebih bersemangat.
Pastikan saja selesai sebelum azan Subuh dan segera mandi wajib agar dapat menunaikan salat Subuh tepat waktu.
Tips berhubungan intim saat Ramadhan
Berikut tips berhubungan intim saat Ramadhan.
1. Atur durasi dengan bijak
Pilih waktu yang tidak terlalu larut agar jam istirahat tetap terpenuhi. Hubungan intim tidak harus berlangsung lama untuk memberikan manfaat. Bahkan aktivitas singkat tetap bisa membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran.
2. Perhatikan pola makan
Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa. Perut yang terlalu kenyang justru membuat tubuh tidak nyaman dan mengganggu kualitas hubungan intim. Pilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral agar energi stabil.
3. Segera mandi wajib
Setelah selesai, jangan menunda mandi wajib, terutama jika dilakukan sebelum sahur. Selain menjaga kesucian untuk ibadah berikutnya, langkah ini juga mencegah risiko tertidur hingga melewatkan sahur atau salat Subuh.
4. Luruskan niat sebagai ibadah
Dalam Islam, hubungan suami-istri yang halal juga bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar. Selama Ramadhan, setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Untuk itu, sertakan niat yang baik agar keintiman terasa lebih tenang dan bermakna.
Hindari pula sikap atau perkataan yang memicu pertengkaran. Selain merusak keharmonisan, emosi negatif bisa mengurangi kualitas ibadah puasa.
Jadi, hubungan intim saat Ramadhan bukanlah hal yang dilarang sepenuhnya, melainkan diatur waktunya. Siang hari merupakan waktu menahan diri, sedangkan malam hingga sebelum Subuh menjadi waktu yang diperbolehkan berhubungan intim dengan suami Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)