MOM'S LIFE
Puasa Tapi Tetap Produktif, Ini 8 Tips untuk Bunda Bekerja
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 27 Feb 2026 15:35 WIBSering merasa lemas saat puasa? Agar puasa tetap produktif, simak tips untuk Bunda pekerja.
Puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, namun juga mengelola energi, emosi, serta ritme aktivitas harian. Bagi Bunda yang tetap bekerja, tantangan tersebut bisa terasa berlipat ganda.
Di satu sisi ingin menjalankan ibadah dengan baik, namun di sisi lain tanggung jawab profesional tetap menuntut fokus dan performa terbaik. Rasa lemas, kurang tidur karena bangun sahur, hingga dehidrasi kerap membuat konsentrasi menurun.
Belum lagi jika Bunda harus menghadapi rapat panjang, tenggat waktu, atau perjalanan ke kantor yang melelahkan. Kondisi ini membuat banyak Bunda merasa produktivitas menurun selama bulan puasa.
|
Baca Juga : Kapan THR 2026 PNS & Karyawan Swasta Cair?
|
Meski demikian, bukan berarti puasa menjadi penghalang untuk tetap berprestasi di tempat kerja. Dengan strategi yang tepat, Bunda tetap bisa menyelesaikan pekerjaan secara optimal tanpa merasa kewalahan.
Tips untuk Bunda bekerja agar tetap produktif saat puasa
Mengutip The Daily Star, berikut tips tetap produktif selama bulan Ramadhan.
1. Atur pekerjaan sesuai level energi
Salah satu cara paling efektif untuk tetap produktif saat puasa adalah menyesuaikan jadwal kerja dengan tingkat energi harian. Biasanya, setelah sahur dan salat Subuh, tubuh masih terasa segar dan pikiran relatif lebih jernih.
Manfaatkan waktu pagi ini untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti membuat laporan, analisis data, atau menyusun strategi. Memasuki siang hingga sore hari, energi umumnya mulai menurun.
Pada sore hari, Bunda bisa mengerjakan tugas yang lebih ringan dan rutin, seperti membalas e-mail, administrasi, atau koordinasi sederhana. Dengan cara ini, tenaga tidak terkuras habis diawal hari.
2. Gunakan to-do list dan sistem prioritas
Agar pekerjaan tidak terasa menumpuk, gunakan planner atau daftar tugas harian. Tuliskan prioritas utama dan kerjakan terlebih dahulu sebelum berpindah ke tugas lain.
Memecah proyek besar menjadi beberapa langkah kecil juga membantu pekerjaan terasa lebih ringan dan terkontrol. Jika memungkinkan, manfaatkan sistem otomatisasi atau delegasikan tugas kepada rekan kerja.
Ramadhan bukan waktu untuk memaksakan diri menyelesaikan semuanya sendirian. Mengatur beban kerja dengan bijak dapat mencegah kelelahan berlebihan.
3. Manfaatkan teknologi
Teknologi dapat menjadi sahabat terbaik Bunda selama Ramadhan. Aplikasi manajemen tugas seperti Notion, Asana, atau Google Calendar membantu pekerjaan tetap terorganisir.
Sementara aplikasi otomatisasi seperti Zapier atau Microsoft Power Automate bisa menangani pekerjaan berulang sehingga menghemat energi. Asisten berbasis AI seperti ChatGPT juga dapat dimanfaatkan untuk riset cepat, menyusun draf e-mail, atau merangkum informasi penting secara efisien.
Selain itu, memilih rapat daring dibandingkan pertemuan tatap muka bisa membantu menghemat tenaga.
4. Perhatikan pola makan dan asupan cairan
Perencanaan makan yang tepat sangat berpengaruh terhadap produktivitas saat puasa. Dengan merencanakan pola makan secara bijak, tetap aktif, dan mengoptimalkan waktu tidur, para profesional dapat mempertahankan fokus dan efisiensi meskipun sedang berpuasa.
Sahur yang seimbang, mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks, mampu memberikan energi tahan lama. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka dan sahur sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Bunda disarankan menghindari makanan manis berlebihan atau gorengan karena dapat menyebabkan tubuh mudah mengantuk dan sulit fokus.
5. Jangan abaikan waktu istirahat
Beristirahat sejenak disela pekerjaan bukanlah tanda malas, melainkan strategi menjaga stamina. Bunda bisa mencoba teknik Pomodoro, yakni bekerja selama 25 menit lalu beristirahat 5 menit.
Waktu istirahat singkat ini dapat digunakan untuk peregangan ringan, berjalan sebentar, atau latihan pernapasan. Jika tempat kerja memungkinkan, tidur singkat selama 15 sampai 20 menit (power nap) juga bisa membantu memulihkan energi. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki pun dianjurkan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
6. Ciptakan ruang kerja yang nyaman
Lingkungan kerja yang rapi dan minim distraksi dapat meningkatkan fokus. Pastikan meja kerja tidak berantakan dan posisi duduk ergonomis.
Sesuaikan tinggi meja dan kursi untuk menjaga postur tubuh, atur posisi laptop dan mouse secara ergonomis agar tidak menimbulkan ketegangan. Dan yang paling penting, hindari multitasking. Fokuslah pada pekerjaan mendalam (deep work) untuk memaksimalkan efisiensi.
7. Atur rapat dan komunikasi secara efektif
Rapat penting sebaiknya dijadwalkan pada pagi hari ketika energi masih tinggi. Usahakan diskusi tetap ringkas dan langsung pada inti pembahasan.
Gunakan pesan suara dibandingkan mengetik panjang lebar juga dapat menghemat waktu dan tenaga. Aplikasi kolaborasi seperti Slack, Trello, atau Microsoft Teams dapat membantu koordinasi tim lebih efisien tanpa harus sering bertemu langsung.
8. Kelola jadwal harian
Bagi Bunda yang harus menghadapi kemacetan, perencanaan menjadi kunci. Jika memungkinkan, manfaatkan sistem kerja fleksibel atau bekerja dari rumah untuk mengurangi kelelahan perjalanan. Banyak profesional memilih menyelesaikan tugas berat pagi hari dan mengerjakan hal kreatif malam hari setelah berbuka ketika suasana lebih santai.
Puasa Ramadhan dan pekerjaan bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan tepat. Dengan perencanaan matang, Bunda tetap bisa menjalani hari kerja dengan efektif.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Butuh obat untuk keluarga? Pesan dengan praktis di sini.