MOM'S LIFE
Ribuan Orang Tewas Terkontaminasi Zat Berbahaya, Akhirnya Kota Ini Hilang dari Peta
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 28 Feb 2026 14:45 WIBKota Wittenoom di wilayah Pilbara, Australia Barat, pernah menjadi tempat tinggal ribuan orang di tahun 1950-an. Kota ini juga sempat berada di masa kejayaannya karena menjadi salah satu tambang asbes biru terbesar di negara tersebut.
Namun, banyak warga tidak mengetahui bahaya paparan asbes tersebut pada kesehatan. Hingga pada satu ketika, ribuan orang meninggal karena paparan asbes yang menyebabkan kanker paru-paru.
Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di Australian and New Zealand Journal of Public Health menemukan bahwa penduduk asli Australia Barat memiliki tingkat kematian akibat kanker mesotelioma tertinggi di dunia, dengan sebagian besar kasus terkait dengan penambangan dan kontaminasi asbes di Wittenoom.
Ribuan tewas karena kanker akibat paparan asbes
Menurut basis data yang dikelola oleh University of Western Australia's Occupational Respiratory Epidemiology Group, setidaknya 1.200 mantan penduduk dan pekerja Wittenoom telah meninggal karena kanker paru-paru dan mesotelioma. Mereka terpapar oleh asbes biru yang dihasilkan dari tambang di Wittenoom.
Melansir The Guardian, asbes biru dianggap sebagai bentuk asbes yang paling berbahaya dan telah diidentifikasi sebagai penyebab kanker mesotelioma. Serat dari asbes ini juga tidak dapat terurai di lingkungan.
Tambang abses biru di kota Wittenoom beroperasi dari tahun 1943 hingga 1966. Setidaknya, lebih dari 3 juta ton limbah beracun di Wittenoom telah dibuang oleh tambang selama beroperasi, Bunda. Kondisi tersebut membuat tempat ini digambarkan sebagai 'lokasi terkontaminasi terbesar di belahan bumi selatan'.
Sejak akhir tahun 1940-an, inspektur kesehatan dari pemerintah setempat telah memperingatkan tentang bahaya penyakit akibat asbes di lokasi tersebut. Tetapi, hanya sedikit yang telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Tak hanya itu. Pabrik-pabrik tambang diketahui memiliki ventilasi buruk dan menggunakan peralatan bekas. Sementara para pekerja yang sebagian besar berasal dari Eropa selatan harus tidur di asrama barak dan makan di tenda komunal.
Kesaksian keluarga korban
Menurut ulasan di laman Australian Asbestos Network, diagnosis penyakit paru-paru kronis karena menghirup asbes (asbestosis) yang pertama dan diakui secara publik di Australia Barat dilakukan pada tahun 1959. Diagnosis pertama mesotelioma (kanker) yang disebabkan oleh kontak dengan serat asbes dilaporkan pada tahun 1962.
Pada akhir tahun 1966, tim CSR mengambil keputusan untuk menutup pabrik Wittenoom. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan ekonomi, bukan keselamatan, karena perusahaan menganggap usaha tersebut tidak memiliki masa depan yang menguntungkan.
Sudah banyak kesaksian muncul dari pekerja dan penduduk pernah tinggal di Wittenoom. Salah satunya adalah Bronwen Duke, yang lahir di Wittenoom.
Duke mengatakan bahwa ia telah kehilangan 16 orang anggota keluarganya karena insiden di kota kelahirannya. Kakaknya David meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan asbes.
"Kota ini harus ditutup total, orang-orang harus berhenti datang ke sini," katanya, dikutip dari ABC News.
"Sepertinya mereka tidak memahami betapa seriusnya fakta bahwa hanya satu serat saja dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar."
Korban lainnya adalah Butch Taylor. Pada tahun 1999, Butch kehilangan istrinya karena mesothelioma. Putranya Brent juga meninggal setelah didiagnosis mengidap kanker yang sama pada usia 31 tahun. Bagi Butch, kehilangan kedua anggota keluarga ini meninggalkannya dengan rasa bersalah yang mendalam.
Penutupan kota Wittenoom dan tuntutan warga
Sejak akhir tahun 1980-an, tim CSR perusahaan telah membayarkan jutaan dolar kepada para korban tambang Wittenoom, menyusul putusan pengadilan yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah bertindak dengan mengabaikan keselamatan karyawannya secara sembrono.
Setelah puluhan tahun, Pemerintah akhirnya menutup kota Wittenoom pada tahun 2006. Kota itu dinyatakan sebagai lokasi yang terkontaminasi dan semua layanan pemerintah ditarik. Pada Juni 2007, Wittenoom dicabut statusnya dan dihapus dari peta.
Menurut ulasan tahun 2022, Rancangan Undang-undang untuk menutup kota Wittenoom yang dipenuhi asbes telah disahkan oleh Parlemen. Rancangan Undang-undang ini diresmikan menyusul banyak wisatawan terus mengunjungi kota tersebut, meski telah diberikan peringatan tentang risiko kesehatan serius.
Menteri Pertanahan John Carey mengatakan dia berharap penutupan terakhir ini akan menghentikan apa yang dia sebut sebagai perilaku 'bodoh'. "Pada intinya, tidak akan ada lagi yang bisa dikunjungi. Saya tidak mengerti para influencer Instagram ini... yang aktif di sana, karena itu adalah tindakan konyol," katanya.
Pengacara Peter Gordon pernah ikut dalam kasus tuntutan kompensasi. Gordon memenangkan kasus kompensasi asbes pertama terkait tambang Wittenoom pada tahun 1988, mewakili pekerja tambang dan korban mesotelioma, Klaus Rabenalt.
Meskipun pemerintah negara bagian mengesahkan undang-undang pada tahun 2022 untuk menutup Wittenoom, Gordon mengatakan bahwa pemerintah tidak membuang satu pun muatan sekop limbah asbes biru dari kota mati tersebut.
Pemerintah Negara Bagian telah mengakuisisi sebagian besar properti pribadi di Wittenoom melalui akuisisi sukarela. Carey mengatakan bahwa warga yang terpaksa pindah karena undang-undang baru tersebut akan diberi kompensasi dari negara bagian, Bunda.
"Dengan disahkannya RUU ini, pemerintah negara bagian sekarang akan mengakuisisi properti yang tersisa di kawasan kota tersebut, sebelum merobohkan semua bangunan yang masih berdiri di area tersebut," katanya.
"Pengesahan RUU Penutupan Wittenoom merupakan langkah signifikan dalam menyelesaikan tragedi industri yang telah berlangsung lama ini, yang akan melindungi kesehatan masyarakat dan mengakhiri periode kelam dalam sejarah negara bagian kita."
Namun, masalah kompensasi ini tampaknya belum sepenuhnya selesai. Di berita terbaru yang diterbitkan di The Guardian, sekelompok warga asli Australia yang tanahnya telah terkontaminasi selama beberapa dekade oleh limbah asbes telah mengajukan gugatan hukum senilai 1,5 miliar dollar terhadap pemerintah negara bagian Australia.
Demikian kisah kota yang ditutup dari peta usai kontaminasi zat berbahaya di Australia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Sinyal Kanker Paru-paru yang Sering Muncul Saat Bangun Tidur
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Adik Kiki Fatmala Ungkap Kronologi Meninggalnya Sang Kakak yang Disebut Mendadak
Optimisme Kiki Fatmala Hadapi Kanker Paru Stadium Akhir, Selalu Berpikir Positif Bun
Kiki Fatmala Selalu Tersenyum saat Jalani Pengobatan Kanker: Obatnya Hati Gembira
Ketahui 4 Gejala Kanker Paru Serta Pengobatannya Bun
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
Sekolah di Jakarta Diizinkan PJJ 18 Agustus 2026, Simak Ketentuan Lengkapnya Bun!
REKOMENDASI PRODUK
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan
Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Main Mobile Legends atau PUBG Masih Pakai Jempol? Coba Gamepad Wireless Ini
-
Beautynesia
5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bikin Orang Tidak Betah Ngobrol Denganmu
-
Female Daily
POP TOY SHOW Singapore 2026 Hadir dengan Koleksi Eksklusif dan Mainan yang Wajib Diburu Kolektor!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sosok Miss Peru 2026 yang Gelarnya Mendadak Dicopot, Batal ke Miss Universe
-
Mommies Daily
Jangan Langsung Marah! 7 Cara Menegur Anak Remaja Tanpa Memicu Pertengkaran di Rumah