Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kirim Stiker Doa di WhatsApp Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 03 Mar 2026 05:55 WIB

Muslim businesswoman using mobile phone in the office.
Ilustrasi kirim stiker doa di WhatsApp / Foto: Getty Images/AmnajKhetsamtip
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, perkembangan teknologi membuat cara berinteraksi terasa semakin praktis dan cepat. Salah satunya yang kini banyak digunakan adalah stiker doa di WhatsApp, yang kerap dibagikan saat merespons kabar baik maupun duka.

Ungkapan seperti Alhamdulillah, MasyaAllah, atau Innalillahi wa inna ilaihi raji’un sering kali hadir dalam bentuk gambar atau stiker menarik, sehingga percakapan Bunda dengan lawan bicara terasa lebih ekspresif dan hangat.

Kehadiran fitur tersebut tentu bukan sekadar pelengkap obrolan. Banyak orang memanfaatkannya untuk menyampaikan harapan, dukungan, atau empati tanpa perlu mengetik panjang lebar.

Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai nilainya dari sudut pandang agama. Banyak orang, mungkin termasuk Bunda, bertanya terkait apakah mengirim stiker tersebut dapat termasuk ibadah, atau hanya sebatas bentuk komunikasi digital?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kali ini Bubun telah merangkum pandangan Islam terkait fenomena stiker doa di WhatsApp yang mungkin dapat Bunda pahami. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Apakah kirim stiker doa di WhatsApp termasuk ibadah?

Lewat kanal YouTube resminya, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menjelaskan bahwa zikir dan doa yang disampaikan dalam bentuk visual ternyata bukan termasuk ibadah.

“Imam al-Nawawi dalam kitab al-Azkar menyatakan bahwa zikir dan doa yang disyariatkan tidak dihitung sebagai ibadah, sampai benar-benar diucapkan dengan lisan, sehingga terdegnar oleh diri sendiri,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube Kementerian Agama Pusat, Jumat (27/2/2026).

علم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها، واجبةً كانت أو مستحبةً، لا يُحسبُ شيءٌ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به، بحيثُ يسمعُ نفسهُ إذا كان صحيح السمع لا عارض له

Artinya:

“Ketahuilah bahwa zikir-zikir yang disyariatkan, baik dalam shalat maupun di luar shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah, tidak dihitung dan tidak dianggap sah sampai diucapkan dengan lisan, sehingga orang yang mengucapkannya dapat mendengar dirinya sendiri, jika ia memiliki pendengaran yang normal dan tidak ada halangan”. (Imam Nawawi, Al-Adzkar, [Beirut, Dar Ibn Hazm: 2004], h. 46-47)

Artinya, doa yang hanya dikirim dalam bentuk teks, gambar, atau stiker, belum termasuk zikir yang bernilai ibadah, ya, Bunda.

Dilansir dari laman Kemenag, meski begitu, hal ini bukan berarti zikir dalam hati tidak bernilai. Ibnu Allan menegaskan bahwa zikir hati tetap sah secara syariat, bahkan merupakan bentuk zikir yang paling utama.

Oleh karena itu, zikir lisan diperlukan pada amalan yang mengharuskan untuk dilafalkan, seperti beberapa bacaan rukun dalam salat.

3 Keutamaan membaca zikir lisan

Dilansir dari laman detikcom, Allah SWT menganjurkan umat muslim untuk terus melantunkan zikir. Adapun beberapa keutamaan yang mungkin dapat Bunda peroleh dengan berzikir:

1. Ungkapan rasa syukur

Dalam firman Allah SWT surat Al-Baqarah ayat 152 dijelaskan bahwa ketika umat muslim bersyukur dan mengingat Allah SWT, maka kenikmatannya juga akan bertambah:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn

Artinya:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

2. Menghapus dosa

Membaca zikir secara lisan juga dapat menjadi amalan yang menghapus segala dosa. Abu Hurairai Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang mengucapkan, Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-nya walaupun sebanyak buih laut.” (Muttafaq ‘alaih)

3. Amalan yang diganjar dengan pahala besar

Dari ‘Abdullah bin Busr RA bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Nah, itulah penjelasan terkait stiker doa di WhatsApp yang tidak termasuk ibadah hingga keutamaan membaca zikir lisan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda