HaiBunda

MOM'S LIFE

Turun 40 Kg Tanpa Cara Ribet, Dokter Ungkap Satu Aturan Penting agar Diet Sukses

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 03 Mar 2026 11:35 WIB
Ilustrasi defisit kalori / Foto: Getty Images/iStockphoto/juststock
Jakarta -

Bunda, siapa sangka? Ternyata ada satu aturan penting yang dapat membantu diet sukses menurunkan berat badan tanpa ribet.

Mengelola berat badan adalah perjuangan bagi jutaan orang, dan pencarian solusi yang aman dan jangka panjang sering kali mengarahkan seseorang pada diet yang sedang tren, rutinitas olahraga yang ketat, dan program hasil cepat yang mungkin tidak bertahan lama.

Di tengah kebingungan ini, ahli nefrologi, Dr. Arjun Sabharwal, yang pernah berjuang melawan obesitas, muncul dengan pesan sederhana dan berbasis bukti.


Setelah menurunkan berat badan 40 kilogram dan mengubah gaya hidupnya, ia sekarang mendorong orang lain untuk fokus pada apa yang benar-benar efektif untuk perubahan yang berkelanjutan.

Lantas, bagaimana sang dokter berhasil menurunkan berat badannya dengan mudah? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Dokter ungkap satu aturan diet sukses

Dilansir dari laman Economic Times, Arjun mengunggah metode diet tersebut di akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa metode paling efektif untuk menurunkan berat badan adalah defisit kalori.

Menurutnya, banyak orang tersesat dalam tren kebugaran yang mewah, diet kaya protein, atau latihan beban yang berat. Namun, semua ini tidak akan berarti apa-apa kecuali asupan kalori dikontrol.

Ia mengatakan prinsip dasar di balik penurunan berat badan sangat sederhana, yakni hitung kalori dan pastikan Bunda membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.

Hitung kalori lebih penting dari diet ketat

Ia kemudian menceritakan percakapannya dengan seorang pasien yang menanyakan aturan dasar penurunan berat badan.

Jawabannya jelas dan lugas, terlepas dari rencana diet atau strategi olahraga, keberhasilan setiap pendekatan bergantung pada perhitungan kalori.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa asupan protein dan latihan di gym memang membantu, tetapi hanya berfungsi sebagai alat pendukung. Mekanisme inti yang membawa perubahan adalah mengelola konsumsi kalori harian.

Penurunan berat badan bergantung pada konsistensi dan niat

Meskipun logika di balik penurunan berat badan itu sederhana, Arjun mengakui bahwa perjalanan penurunan berat badan membutuhkan komitmen.

Ia menjelaskan bahwa minggu pertama defisit kalori akan terasa sulit, minggu kedua menjadi lebih mudah ditoleransi, dan pada minggu ketiga, praktik ini berubah menjadi kebiasaan.

Bersama dengan kalori, kemauan dan konsistensi menjadi dua variabel terpenting untuk keberhasilan. Ia percaya bahwa membangun disiplin sejak dini akan mempermudah proses dalam jangka panjang.

Jalan praktis menuju penurunan berat badan jangka panjang

Dengan transformasi pribadinya sebagai motivasi, Arjun mendorong orang untuk berhenti mengejar jalan pintas dan sebaliknya menerapkan pendekatan yang mantap dan praktis.

Pesannya jelas, menurunkan berat badan yang berkelanjutan bukanlah tentang diet yang rumit, tetapi tentang memahami kalori dan mengikuti rutinitas. Dengan kesabaran, konsistensi, dan kemauan yang kuat, siapa pun dapat mencapai penurunan berat badan yang aman dan tahan lama.

Tips menurunkan berat badan dengan defisit kalori

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa tips lainnya yang mungkin dapat Bunda terapkan ketika menurunkan berat badan dengan defisit kalori:

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Terkadang, apa yang terasa seperti lapar sebenarnya adalah sinyal tubuh untuk merasa haus. Minum banyak air juga membantu tubuh menyesuaikan diri dengan asupan kalori yang lebih sedikit.

2. Konsumsi protein yang cukup

Mengonsumsi protein yang cukup membantu Bunda merasa kenyang lebih lama dan tetap aktif untuk mempertahankan massa otot, yang bekerja untuk menjaga metabolisme tetap aktif.

3. Konsumsi buah dan sayuran

Serat dan air dalam makanan ini membuat Bunda merasa kenyang, dan mengunyah juga membuat makan lebih perlahan dan merasa lebih puas.

4. Konsumsi multivitamin

Di awal diet defisit kalori, multivitamin dapat mengisi kekurangan nutrisi saat Bunda menyesuaikan diri dengan cara makan baru. Bicaralah dengan dokter atau ahli gizi tentang vitamin yang tepat.

Nah, itulah diet sukses tanpa ribet dan beberapa tips yang dapat Bunda ikuti untuk menurunkan berat badan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Transformasi Peserta Acara Reality Show, Dari 270 Kg hingga Hidup Lebih Sehat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Isu MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran, Begini Kata BGN

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Hotel di Jakarta untuk Bukber 2026, Mulai Rp99 Ribu!

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

20 Rekomendasi Tempat Bukber di Bekasi Lengkap dari Pemandangan Bagus hingga Ramah Anak

Mom's Life Natasha Ardiah

Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kisah Bunda Kehilangan Bayi yang Baru Lahir karena Minum Susu 'Mentah' Selama Hamil

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Kalimat 'Kuno' Orang Tua yang Masih Digunakan Sampai Sekarang Menurut Psikolog

20 Rekomendasi Tempat Bukber di Bekasi Lengkap dari Pemandangan Bagus hingga Ramah Anak

Isu MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran, Begini Kata BGN

7 Hotel di Jakarta untuk Bukber 2026, Mulai Rp99 Ribu!

Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK