Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bawa Uang Tunai Meski Jarang Dipakai Menurut Psikolog

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Kamis, 05 Mar 2026 17:40 WIB

Woman take out from her wallet and Showing 100.000 Indonesian Rupiah Money
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang selalu bawa uang tunai meski jarang dipakai menurut psikolog / Foto: Getty Images/iStockphoto/Sino Images Studio
Daftar Isi

Di era serba digital seperti sekarang, hampir semua transaksi bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan di layar ponsel. Mulai dari belanja bulanan, membayar parkir, hingga membeli kopi, semuanya terasa praktis tanpa perlu repot membawa dompet tebal berisi uang tunai.

Namun, menariknya, ciri kepribadian orang yang selalu bawa uang tunai justru sering menjadi sorotan di tengah tren cashless yang semakin populer.

Bunda mungkin pernah memperhatikan bahwa masih ada orang yang selalu menyelipkan uang tunai di dompetnya, meski jarang benar-benar dipakai. Kebiasaan ini sering dianggap kuno. Padahal, menurut psikologi, pilihan tersebut bisa mencerminkan karakter dan pola pikir tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang selalu membawa uang tunai? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.

6 Ciri kepribadian orang yang selalu bawa uang tunai meski jarang dipakai

Mengutip dari laman Veg Out, berikut beberapa ciri kepribadian orang yang selalu bawa uang tunai meski jarang dipakai.

1. Memegang kontrol di tengah situasi yang tidak pasti

Salah satu ciri kepribadian orang yang selalu bawa uang tunai adalah kebutuhan kuat untuk tetap merasa memegang kendali, terutama di situasi yang tidak pasti. Mereka sadar bahwa sistem digital bisa saja bermasalah, seperti kartu tertolak, jaringan error, atau mesin pembayaran rusak.

Secara psikologis, uang tunai memberikan rasa aman. Tidak ada gangguan sistem yang membuatnya tidak bisa digunakan. Karakter ini juga terlihat dalam aspek kehidupan lain, seperti punya rencana cadangan, stok kebutuhan di rumah, hingga menyiapkan berbagai kemungkinan sebelum bepergian.

2. Memiliki kesadaran finansial yang tinggi

Menurut Rod Duclos, Ph.D., profesor dan peneliti pemasaran di Western University, Kanada, orang cenderung merasakan "rasa sakit psikologis" saat mengeluarkan uang tunai dibandingkan pembayaran non fisik. Situasi ini membuat seseorang lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Ketika menyerahkan uang tunai secara langsung, otak memproses transaksi itu dengan lebih nyata. Inilah sebabnya orang yang terbiasa membawa uang tunai sering lebih sadar terhadap pengeluaran mereka.

3. Praktis dan selalu siap

Bunda mungkin pernah berada dalam situasi di mana pedagang kecil hanya menerima uang tunai atau mesin pembayaran digital tiba-tiba tidak berfungsi. Orang yang membawa uang tunai jarang merasa panik dalam kondisi seperti ini.

Sifat ini menunjukkan kesiapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Mereka biasanya juga tipe yang membawa charger cadangan, tisu di tas, atau selalu punya pulpen saat dibutuhkan.

4. Menjaga batasan dan privasi pribadi

Dalam dunia digital, hampir semua transaksi meninggalkan jejak data. Pembayaran non-tunai bisa memunculkan iklan, email promosi, hingga analisis kebiasaan belanja.

Membayar dengan uang tunai menciptakan batas yang lebih jelas. Transaksi selesai tanpa rekam jejak digital. Orang yang memiliki kebiasaan ini umumnya juga berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, tidak terlalu aktif di media sosial, dan lebih selektif dalam berinteraksi.

5. Disiplin dalam mengelola keuangan

Brad Klontz, Psy.D., seorang psikolog keuangan dan pendiri Financial Psychology Institute, menjelaskan bahwa hubungan seseorang dengan uang sering terbentuk sejak masa kecil.

Ketika seseorang membawa uang tunai, ada batasan dalam pengeluaran, yaitu hanya bisa membelanjakan sesuai yang ada di dompet. Prinsip ini selaras dengan metode amplop dalam pengelolaan keuangan yang terbukti membantu banyak orang lebih disiplin menabung.

6. Menilai uang sebagai sesuatu yang nyata, bukan sekadar angka

Ciri kepribadian orang yang bawa uang tunai terakhir adalah menilai uang sebagai sesuatu yang nyata, bukan sekadar angka. Ada sensasi berbeda saat menyerahkan uang secara langsung dibandingkan mentransfer lewat aplikasi.

Uang tunai memiliki bentuk, berat, dan tekstur yang bisa dirasakan. Orang yang menyukai uang tunai sering kali juga menghargai pengalaman yang nyata dan berwujud dalam aspek lain kehidupan.

Mereka mungkin lebih menyukai buku fisik dibanding e-book, surat tulisan tangan dibanding pesan singkat, atau pertemuan tatap muka dibanding panggilan video. 

Nah, itu dia enam ciri kepribadian orang yang suka membawa uang tunai meski jarang dipakai. Jadi, Bunda termasuk tim tunai atau tim cashless?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda