moms-life
Salat Lailatul Qadar 2 dan 4 Rakaat: Niat & Tata Caranya, Lengkap Sendiri-Berjemaah
HaiBunda
Senin, 09 Mar 2026 17:20 WIB
Daftar Isi
Bunda, malam Lailatul Qadar adalah momen istimewa di bulan Ramadhan yang selalu dinantikan oleh umat Muslim. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah salat Lailatul Qadar sebagai bentuk ikhtiar meraih pahala malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dalam praktiknya, salat Lailatul Qadar biasanya dikerjakan 2–4 rakaat dengan bacaan dan tata cara tertentu. Oleh karena itu, banyak yang mulai mencari tahu niat salat Lailatul Qadar serta memahami tata cara salat Lailatul Qadar agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
Tidak sedikit pula yang bertanya, apakah salat Lailatul Qadar harus tidur dulu sebelum melaksanakannya pada sepertiga malam. Selain itu, ada juga yang masih bingung menentukan salat tahajud dahulu atau salat Lailatul Qadar saat ingin memperbanyak ibadah malam.
Melalui penjelasan dalam artikel ini, Bunda dapat memahami panduan lengkap salat Lailatul Qadar, mulai dari niat hingga langkah pelaksanaannya. Dengan mengetahui tata cara salat Lailatul Qadar yang benar, ibadah di malam penuh kemuliaan ini bisa dijalankan dengan lebih tenang dan penuh harap.
Amalan di malam Lailatul Qadar
Bunda, memasuki paruh akhir Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam semakin mendekati hari kemenangan, yaitu Idul Fitri 2026. Pada sepuluh malam terakhir inilah terdapat malam istimewa yang sangat dinanti, sehingga banyak Muslim memperbanyak ibadah seperti salat Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan, termasuk salat malam dan memperbanyak doa. Setelah melaksanakan salat Lailatul Qadar, Bunda juga dapat memanjatkan doa setelah salat Lailatul Qadar agar memohon ampunan dan keberkahan di malam yang penuh kemuliaan ini.
Dilansir dari laman detikcom yang mengutip buku Meraih Lailatul Qadar Haruskah I'tikaf oleh Ahmad Zarkasih LC, berikut amalan lainnya yang bisa dikerjakan pada malam Lailatul Qadar:
1. Menghidupkan malam
Bunda, salah satu amalan utama di malam yang penuh kemuliaan ini adalah berusaha menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai bentuk ibadah. Selain memperbanyak doa dan zikir, Bunda juga bisa melaksanakan salat Lailatul Qadar sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan menghidupkan malam Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam hadis berikut:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qodr dengan Iman dan Ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau" (HR Bukhori)
Bunda dapat mengisi malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, i’tikaf di masjid, hingga memperbanyak salat Lailatul Qadar. Bahkan amalan sederhana seperti sahur dengan niat ibadah juga termasuk cara untuk memakmurkan malam yang penuh keberkahan ini.
2. Memperbanyak berdoa
Bunda, setelah menunaikan salat Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan ini sangat dianjurkan untuk diisi dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Doa setelah salat Lailatul Qadar menjadi bentuk harapan dan permohonan seorang hamba agar mendapatkan ampunan serta keberkahan di malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Rasulullah SAW juga mencontohkan doa yang dapat dibaca setelah salat Lailatul Qadar, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA berikut ini.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab Latin: Allahumma Innaka 'Afuwwun Tuhibbul-'Afwa Fa'fu 'Anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku" (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa'l, Ibnu Majah)
3. Memperbanyak tilawah Al-Qur'an
Umat Muslim juga dianjurkan untuk menghidupkan malam mulia ini dengan membaca Al-Qur’an. Tilawah dapat menjadi amalan yang menenangkan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Allah di malam penuh keberkahan.
Meski demikian, membaca Al-Qur’an pada malam tersebut tidak harus sampai khatam. Namun jika Bunda mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur’an di malam Lailatul Qadar setelah menunaikan salat Lailatul Qadar, tentu pahala yang didapatkan akan semakin besar.
4. Melaksanakan salat malam
Bunda, pada malam yang penuh kemuliaan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menunaikan salat Lailatul Qadar. Amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam pelaksanaannya, salat Lailatul Qadar termasuk bagian dari salat malam yang dapat dikerjakan dengan rakaat bebas. Namun, umumnya dilakukan dua rakaat dengan satu salam sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
Artinya: "salat malam itu 2 rokaat 2 rokaat...." (HR Bukhori & Muslim)
Salat malam yang dimaksud bukanlah salat Tarawih, melainkan ibadah qiyamul lail yang juga dapat diniatkan sebagai salat tahajud.
5. I'tikaf
Bunda, selain memperbanyak salat Lailatul Qadar, ada banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam penuh kemuliaan ini. Salah satu yang sangat dianjurkan adalah i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid sambil memperbanyak ibadah, doa, dan zikir kepada Allah SWT.
Amalan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang rutin melaksanakannya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sambil memperbanyak salat Lailatul Qadar dan ibadah lainnya. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis berikut:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ
Artinya: 'Aisyah ra bercerita bahwa: "Nabi saw (selalu) beri'tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau" (HR Bukhori & Muslim)
Kapan waktu salat malam Lailatul Qadar?
Bunda, banyak umat Muslim yang bertanya kapan waktu terbaik untuk melaksanakan salat Lailatul Qadar. Pada dasarnya, ibadah ini dilakukan pada malam hari di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan saat umat Islam berlomba mencari malam kemuliaan tersebut.
Dilansir buku Perjalanan Menuju Fitri karya Agung Syuhada, sejumlah ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar biasanya berada pada malam-malam ganjil setelah tanggal 20 Ramadhan. Oleh karena itu, salat Lailatul Qadar dianjurkan untuk lebih diperbanyak pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa malam yang paling diharapkan adalah tanggal 27 Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang ingin mengintai malam qadar, hendaklah diintai pada malam dua puluh tujuh," (HR. Ahmad dengan sanad sahih).
Berdasarkan petunjuk tersebut, Bunda bisa mulai memperbanyak salat Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil Ramadhan. Berikut perkiraan malam Lailatul Qadar 2026 yang dapat menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah:
- 10 Maret 2026 (Malam 21 Ramadhan 1447 H)
- 12 Maret 2026 (Malam 23 Ramadhan 1447 H)
- 14 Maret 2026 (Malam 25 Ramadhan 1447 H)
- 16 Maret 2026 (Malam 27 Ramadhan 1447 H)
- 18 Maret 2026 (Malam 29 Ramadhan 1447 H)
Apakah boleh salat Lailatul Qadar sendiri?
Mengutip dari detikcom, salat Lailatul Qadar pada dasarnya boleh dilakukan secara sendiri atau berjemaah. Ibadah sunnah ini biasanya dikerjakan sebanyak 2 atau 4 rakaat dalam satu salam dan dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang sangat mulia karena menjadi waktu turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, banyak umat Islam yang berusaha memperbanyak ibadah, termasuk memahami tata cara salat Lailatul Qadar agar dapat menjalankannya dengan benar.
Bagi Bunda yang tidak sempat ke masjid, cara salat Lailatul Qadar di rumah juga tetap diperbolehkan dan sah dilakukan. Waktu pelaksanaannya biasanya setelah salat tarawih hingga menjelang waktu subuh, bahkan sering dikerjakan pada sepertiga malam terakhir sekitar pukul 3 pagi.
Bacaan niat salat Lailatul Qadar
Sebelum melaksanakan salat Lailatul Qadar, penting bagi Bunda untuk mengetahui bacaan niatnya agar ibadah dapat dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran. Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa salat Lailatul Qadar termasuk salat sunnah yang minimal dikerjakan dua rakaat sebagaimana salat sunnah pada umumnya.
Selain itu, jumlah rakaatnya juga boleh ditambah hingga maksimal 12 rakaat sesuai kemampuan masing-masing. Agar lebih jelas, berikut ini niat salat Lailatul Qadar yang lengkap dengan niat salat Lailatul Qadar Arab dan artinya yang bisa Bunda pelajari.
Niat salat Lailatul Qadar 2 rakaat
أُصَلِّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Arab latin: "Ushalli sunnatan fi lailatul qadri rak'ataini (imaaman/makmuuman) lillahita'ala"
Artinya: "Saya niat salat sunnah lailatul qadar dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
Niat salat Lailatul Qadar 4 rakaat
أُصَلِّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Arab latin: "Ushalli sunnata lailatil qadri arba'arakaatin lillahi ta'aalaa"
Artinya: "Saya niat salat sunnah lailatul qadar empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata cara melakukan salat Lailatul Qadar
Mengacu pada buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustaz M. Kamaluddin, terdapat panduan mengenai langkah-langkah pelaksanaan salat Lailatul Qadar yang dapat dikerjakan dua maupun empat rakaat. Berikut ini penjelasan tata cara salat Lailatul Qadar yang dapat Bunda ikuti.
1. Tata cara salat 2 rakaat
Secara umum, pelaksanaan salat Lailatul Qadar tidak jauh berbeda dengan salat sunnah lainnya. Salat ini dapat dilakukan dua atau empat rakaat dengan urutan ibadah tertentu sebagai berikut:
- Membaca Surah Al-Fatihah pada rakaat pertama.
- Setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.
- Pada rakaat kedua kembali membaca Surah Al-Fatihah.
- Setelah itu dilanjutkan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali pada rakaat kedua.
- Setelah rakaat kedua selesai, melakukan salam.
- Menutup salat dengan salam, kemudian dianjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali dengan lafaz berikut:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Arab latin: Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."
2. Tata cara salat 4 rakaat
Apabila Bunda ingin menunaikan salat Lailatul Qadar sebanyak empat rakaat, langkah-langkahnya pada dasarnya hampir sama seperti ketika mengerjakan dua rakaat. Meski demikian, ada beberapa aturan tambahan yang sebaiknya diperhatikan agar pelaksanaannya lebih sesuai dengan anjuran.
Hal lain yang perlu diingat, dalam salat Lailatul Qadar empat rakaat tidak terdapat tahiyat awal. Adapun tata cara salat Lailatul Qadar 4 rakaat adalah sebagai berikut:
- Melakukan niat salat Lailatul Qadar 4 rakaat tanpa tahiyat awal.
- Setelah rakaat kedua, tidak duduk tahiyat awal, melainkan langsung berdiri melanjutkan rakaat ketiga.
- Pada rakaat keempat, membaca tahiyat akhir seperti salat wajib.
- Mengucapkan salam setelah tahiyat akhir.
- Setelah salam, membaca istigfar seperti bacaan di atas.
- Selain membaca surah Al-Fatihah satu kali dan Al-Ikhlas tujuh kali, dapat pula membaca:
-Rakaat pertama: Al-Fatihah satu kali, Al-Qadr satu kali, dan Al-Ikhlas 15 kali.
-Rakaat kedua: Al-Fatihah satu kali, Al-Qadr satu kali, dan Al-Ikhlas 15 kali.
Dalam praktiknya, salat Lailatul Qadar di kalangan umat Islam dapat memiliki perbedaan cara pelaksanaan, termasuk antara NU dan Muhammadiyah. Perbedaan tersebut umumnya terletak pada bentuk amalan tambahan, seperti bacaan surat tertentu atau jumlah rakaat yang dianjurkan, meskipun tujuan utamanya tetap sama yaitu menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.
Di lingkungan NU, salat Lailatul Qadar sering dikaitkan dengan amalan khusus, misalnya dikerjakan empat rakaat dengan bacaan surat tertentu pada setiap rakaat. Sementara itu, dalam tata cara salat Lailatul Qadar Muhammadiyah, ibadah ini lebih dipahami sebagai bagian dari qiyamul lail atau salat malam seperti tahajud yang mengikuti tuntunan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Zikir malam Lailatul Qadar sesuai sunnah
Bagi Bunda yang ingin menghidupkan malam penuh kemuliaan di malam Lailatul Qadar ini, ada beberapa bacaan zikir Lailatul Qadar yang dianjurkan sesuai sunnah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut kumpulan zikir yang bisa diamalkan untuk memperbanyak ibadah di malam tersebut.
1. Bacaan zikir pertama
Bacaan zikir ini dibaca sebanyak 3 kali. Berikut rincian bacaannya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدِ الظَّالِمِينَ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَانُشُورًا.
Arab latin: Astaghfirullâhal 'adzhîm, alladzî lâ ilaha illâ huwal hayyul qayyûm wa atûbû ilaihi taubata 'abdidzh dzhâlimîna lâ yamliku linafsihi dharraw walâ naf'aw walâ mautaw wa lâ hayyâtaw wa lâ nusyûrâ. (3x)
Artinya: "Hamba memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, hamba mengaku bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan hanya Allah Yang Mahahidup dan Maha Mandiri dan hamba bertaubat kepada-Nya, selaku taubat seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudarat dan manfaat untuk mati, hidup, maupun bangkit nanti."
2. Bacaan zikir kedua
Bacaan zikir yang kedua ini juga dibacakan sebanyak 3 kali. Berikut bacaannya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ الْعَظِيمِ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ.
Arab latin: Astaghfirullâhal 'adzhîm, min kulli dzanbil 'adzhîm lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta faghfir lanâ maghfiratan min 'indika warhamnå innaka antal ghafûrur rahîm. (3x)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari semua dosa yang besar, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau; maka berilah ampunan kepada kami ampunan dari sisi-Mu dan kasihilah kami. Sungguh Engkaulah Sang Maha Pengampun dan Maha Penyayang."
3. Bacaan istighfar
Berikutnya, zikir dilanjutkan dengan beristighfar sebanyak 70 kali. Berikut lafadznya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Arab latin: Astaghfirullâhal 'adzhîm. (70x)
Artinya: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung."
4. Bacaan zikir keempat
zikir ini bisa dibaca sebanyak 11, 33, atau 200 kali. Berikut rincian bacaannya:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيُّ دَائِمُ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Arab latin: Lâ ilaha illallah, wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa hayyun dâʻimun lâ yamûtu biyadihil khair, wa huwa 'alâ kulli syaiʻin qadir. (11, 33, atau 200 kali)
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang hidup abadi dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebajikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
5. Bacaan zikir kelima
Bacaan zikir ini bisa dibacakan sebanyak 11, 33, 101. atau 200 kali. Berikut bacaan selengkapnya:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ.
Arab latin: Subhânnallâh wa bihamdihi, subhanallâhil 'adzîm, astaghfirullâh. (11, 33, 101, atau 200 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah yang Mahaagung. Aku memohon ampun kepada Allah."
6. Bacaan zikir keenam
Zikir selanjutnya ini dibacakan sebanyak 3 kali. Berikut bacaannya:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Arab latin: Subhanallah wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar. (3x)
Artinya: "Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
Doa setelah zikir Lailatul Qadar
Sesudah menunaikan salat Lailatul Qadardan melantunkan zikir yang dianjurkan, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa ini menjadi pelengkap ibadah agar malam yang penuh kemuliaan tersebut semakin bermakna.
Oleh karena itu, setelah selesai beribadah dan berzikir, Bunda dapat melanjutkannya dengan membaca doa setelah salat Lailatul Qadar. Berikut ini bacaan doa yang dapat dipanjatkan usai melaksanakan salat Lailatul Qadar.
1. Doa pertama
Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 33 kali. Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. يَا كَرِيمُ.
Arab latin: Allâhumma innaka 'afuwwun karîm, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annâ. Yâ karîm. (33x)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai orang yang suka memaafkan, maka maafkanlah kami."
2. Doa kedua
Doa Lailatul Qadar yang kedua ini bisa dibaca sebanyak 7, 17, 70, atau 100 kali. Berikut bacaan doanya:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَى
Arab latin: Rabbighfir li wahrhamnî wa tub 'alayya. (7, 17, 70, atau 100 kali)
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasih sayangilah aku, dan terimalah tobatku."
3. Doa ketiga
Selanjutnya, doa ketiga ini dibacakan berulang bisa sebanyak 7, 11, atau 33 kali. Berikut bacaan selengkapnya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Arab latin: Allâhumma anta rabbi la ilaha illå anta khalaqtani wa anâ 'abduka wa anà 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri må shana'tu abû'u laka bini'matika 'alayya wa abû'u bidzanbi faghfir li faʻinnahu là yaghfirudz dzunûba illâ anta. (7, 11, atau 33 kali)
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji- Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri."
4. Doa riwayat Imam At-Tirmidzi
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī ('annā jika dibaca berjemaah)
Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
5. Doa riwayat Imam Abu Dawud
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī ('annā jika dibaca berjemaah).
Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).
Bunda, itulah penjelasan lengkap mengenai salat Lailatul Qadar, mulai dari niat hingga tata cara pelaksanaannya baik dilakukan sendiri maupun berjemaah. Semoga panduan salat Lailatul Qadar ini dapat membantu Bunda menjalankan ibadah malam Ramadhan dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh harap akan keberkahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Hari Ini Malam 27 Ramadhan, Benarkah akan Terjadi Lailatul Qadar?
Mom's Life
Niat Salat Malam Lailatul Qadar dan Tata Caranya Lengkap 2-4 Rakaat
Mom's Life
Ustaz Yusuf Mansur Ungkap Ibadah yang Memungkinkan Bunda Dapat Lailatul Qadar
Mom's Life
10 Hari Terakhir Ramadhan, 3 Amalan Ini Sangat Dianjurkan
Mom's Life
Bunda, Ketahui Makna Malam 1000 Bulan dalam Surat Al Qadr
5 Foto
Mom's Life
Oki Setiana Dewi Akui Ramadhan Tahun Ini Berbeda, Intip 5 Potretnya Puasa Bareng Anak di Mesir
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat
Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar dan Amalan Lengkapnya
4 Kitab yang Diturunkan Allah SWT Beserta Rasul yang Menerimanya