moms-life
Cemas karena Berita Perang? Pakar Bagikan Alasan dan Cara Menenangkan Diri
HaiBunda
Senin, 09 Mar 2026 17:50 WIB
Daftar Isi
Akhir-akhir ini banyak orang merasa cemas karena berita perang yang terus muncul di televisi, media sosial, hingga notifikasi ponsel. Meski peristiwa tersebut terjadi jauh dari tempat tinggal kita, informasi yang datang terus-menerus bisa membuat hati terasa tidak tenang.
Perasaan cemas karena berita perang sebenarnya bukan hal yang aneh. Dilansir dari laman WebMD, seorang psikiater lulusan University of Michigan, Smitha Bhandari, MD., menyebutkan bahwa otak manusia sangat mudah terpengaruh oleh berita yang menampilkan ancaman, sehingga rasa khawatir dan stres bisa muncul tanpa disadari.
Lalu, mengapa cemas karena berita perang bisa terjadi begitu kuat dan sulit dihindari? Simak penjelasan di bawah ini sekaligus cara sederhana untuk menenangkan diri agar pikiran kembali tenang.
Apa itu kecemasan perang?
Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, seorang psikiater konsultan di Newton-Wellesley Hospital, Stephanie Collier, MD., menjelaskan perasaan cemas karena berita perang sebenarnya merupakan reaksi emosional yang cukup wajar ketika seseorang terus terpapar kabar konflik dan gambaran situasi yang menegangkan.
Berbagai laporan mengenai peperangan di Ukraina, Timur Tengah, dan negara lainnya juga membuat banyak orang merasa lebih sensitif, apalagi setelah melewati masa pandemi yang panjang dan melelahkan.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang semakin mudah merasakan cemas karena berita perang yang disebabkan oleh rasa khawatir dan kendali diri yang sudah rapuh sebelumnya. Bahkan, sebuah survei dari American Psychological Association menunjukkan bahwa sekitar 80 persen responden mengaku mengalami tingkat stres yang cukup tinggi akibat invasi Rusia ke Ukraina.
Alasan rasa cemas muncul karena berita perangÂ
Bunda, cemas karena berita perang bisa muncul karena pikiran terus terpapar informasi tentang konflik, kekerasan, atau ancaman besar di dunia. Ketika kabar seperti ini muncul berulang kali, otak akan menganggapnya sebagai ancaman nyata sehingga memicu rasa khawatir berlebihan.
Para ahli masih terus meneliti dampak jangka panjang dari kekhawatiran yang berkaitan dengan kekerasan massal. Sebuah studi di Finlandia pada tahun 2004 yang dilakukan oleh Kari Poikolainen, Terhi Aalto-Setala, dkk, mengenai Fear of nuclear war increases the risk of common mental disorders among young adults: a five-year follow-up study menunjukkan bahwa remaja yang sering memikirkan kemungkinan perang nuklir memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental lima tahun kemudian.
Selain itu, penelitian pada tahun 2019 yang dilakukan oleh Rebecca R. Thompson, Nickolas M. Jones, dkk, tentang Media exposure to mass violence events can fuel a cycle of distress juga menemukan bahwa orang yang memiliki kecenderungan mudah cemas biasanya lebih sering mencari informasi tentang hal yang krisis. Kebiasaan tersebut tanpa disadari bisa memperkuat siklus kecemasan perang karena paparan berita yang terus-menerus membuat pikiran semakin tegang.
Cemas karena berita perang juga bisa muncul secara perlahan ketika seseorang terus mengikuti perkembangan konflik global. Namun pada beberapa orang, kecemasan ini bisa datang tiba-tiba setelah melihat gambar, video, atau berita yang menjadi pemicu emosional.
Gejala kecemasan perang tidak hanya terasa di pikiran, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh. Beberapa orang mengalami detak jantung lebih cepat, perut terasa tidak nyaman, mual, pusing, bahkan serangan panik ketika rasa cemas karena berita perang menjadi sangat kuat.
Selain gejala fisik, ada juga tanda psikologis yang sering muncul seperti sulit tidur, pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran, gelisah, hingga mimpi buruk. Meski terasa tidak nyaman, para pakar mengingatkan bahwa sedikit cemas karena berita perang sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk menyadari adanya ancaman dan tetap waspada.
Cara mengatasi rasa cemas karena berita perang
Rasa cemas karena terus-menerus melihat berita perang adalah hal yang wajar dialami semua orang. Dikutip dari laman Harvard Health Publishing dan WebMD berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi rasa cemas akibat paparan berita perang agar pikiran tetap tenang dan lebih terkendali.
1. Batasi paparan media
Salah satu langkah sederhana untuk mengatasi cemas karena berita perang adalah dengan membatasi konsumsi berita setiap hari. perlu diketahui, banyak berita dirancang untuk memancing emosi sehingga membuat orang terus ingin mengeceknya yang tanpa disadari dapat memicu kecemasan akibat berita perang.
Supaya pikiran lebih tenang, Bunda bisa mencoba mengurangi waktu untuk melihat berita, termasuk media sosial, maksimal sekitar 30 menit dalam sehari. Selain itu, hindari membaca berita menjelang waktu tidur karena kebiasaan ini dapat memperkuat rasa cemas karena berita perang dan membuat pikiran sulit beristirahat.
2. Berinteraksi dengan orang lain
Cara sederhana lainnya untuk mengatasi rasa cemas karena berita perang adalah dengan membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain. Berbagi perhatian, menghubungi teman yang mungkin terdampak konflik, hingga ikut berdonasi dan kegiatan sosial bisa membantu meredakan kecemasan yang diakibatkan berita perang, sekaligus membuat hati terasa lebih tenang.
3. Tanamkan rasa belas kasih
Menumbuhkan rasa belas kasih dalam diri sendiri juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi rasa cemas karena berita perang. Kecemasan akibat konflik sering kali memicu kemarahan karena kita merasa kehilangan kendali, sehingga penting untuk menenangkan diri.
Melalui belajar melihat kebaikan di sekitar, mengurangi sikap menghakimi, serta menghargai sudut pandang orang lain, perasaan cemas karena berita perang dapat perlahan berubah menjadi empati dan ketenangan.
4. Tingkatkan aktivitas fisik
Salah satu cara sederhana lainnya untuk membantu meredakan cemas karena berita perang adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Bergerak lebih aktif dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan sekaligus membuat pikiran terasa lebih ringan.
Penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth Avlett, dkk, pada tahun 2018 tentang Exercise ini the treatment of clinical anxiety in general practice - a systematic review and meta-analysis menunjukkan bahwa berbagai aktivitas aerobik dapat membantu menurunkan rasa cemas.
Bahkan, semakin tinggi intensitas olahraga yang dilakukan, efeknya terhadap penurunan cemas karena berita perang dan kecemasan secara umum juga bisa semakin terasa.
5. Berjalan-jalan di alam
Cara lainnya untuk meredakan cemas karena berita perang adalah dengan meluangkan waktu berjalan-jalan di alam terbuka. Suasana hijau, udara segar, serta lingkungan yang tenang dapat membantu pikiran terasa lebih ringan dan menjauhkan sejenak dari paparan berita yang memicu kecemasan.
Hal ini juga didukung oleh studi pada tahun 2019 yang dilakukan oleh Chorong Song, Harume ikei, dkk, mengenai Effects of Walking in a Forest on Young Women yang menunjukkan bahwa berada di alam selama sekitar 15 menit saja sudah mampu membantu menurunkan stres dan rasa cemas.
Oleh karena itu, berjalan santai di taman, hutan, atau area hijau bisa menjadi cara alami yang efektif untuk mengatasi cemas karena berita perang dan menenangkan pikiran.Â
Itulah beberapa penjelasan sekaligus cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi cemas karena berita perang. Dengan membatasi paparan berita dan melakukan aktivitas yang menenangkan, Bunda bisa perlahan meredakan rasa cemas karena berita perang agar pikiran kembali lebih tenang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Tanpa Disadari, Ini 6 Tanda Seseorang Sedang Dimanfaatkan Menurut Psikolog
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Diam-diam Membenci Kita Menurut Pakar
Mom's Life
10 Tanda Seseorang Terlahir Baik Hati Menurut Psikologi
Mom's Life
15 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
Mom's Life
Ingin Tahu Bunda Tipe Ibu Seperti Apa? Coba Kuis Ini Yuk
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?
Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?
Jerman Bakal Evakuasi Ibu Hamil & Anak yang Terjebak di Konflik Timur Tengah