HaiBunda

MOM'S LIFE

Kolesterol Tinggi Ada Gejalanya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 11 Mar 2026 11:45 WIB
Ilustrasi Kolesterol Tinggi Ada Gejalanya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter/Foto: Getty Images/iStockphoto/tumsasedgars
Jakarta -

Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak dalam aliran darah melebihi batas normal. Lantaran kondisi ini dapat memicu serangan jantung stroke, banyak orang bertanya-tanya apakah gangguan tersebut menimbulkan gejala tertentu atau justru muncul tanpa disadari.

Kelebihan zat lemak dapat memicu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah, terutama arteri. Endapan tersebut perlahan mempersempit saluran sehingga aliran darah menuju berbagai bagian tubuh menjadi terhambat.

Ketika sirkulasi tidak berjalan lancar, sejumlah jaringan tubuh berpotensi kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi. Jika dibiarkan berlangsung lama, keadaan dapat menimbulkan kerusakan menetap pada organ penting.


Gejala kolesterol tinggi

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Bunda Margonda, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM,MKES,CH,CHt. AIFO-K, menjelaskan bahwa kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala secara langsung.

“Setiap orang terutama yang sakit leher, pusing, lehernya kaku, langsung mengidentifikasi apakah ini kolesterol, atau asam urat. Pada dasarnya, gangguan kolesterol bahkan sampai ribuan pun belum tentu memberikan gambaran ke arah nyeri tengkuk atau sampai pusing atau nyeri sendi,” ujar Resna kepada HaiBunda.

Lantaran lemak berada di aliran darah, ia menyebut bahwa kemungkinan tanda-tandanya bisa dirasakan dari badan yang terasa lebih berat.

“Karena dia berada dalam darah, biasanya terjadi rasa-rasa badan terasa lebih berat. Ya, seperti tidak nyaman pada darah kita yang semakin kental akibat dari kolesterol,” ujar Resna.

Perbedaan gejala kolesterol tinggi dan asam urat

Sebagian orang mungkin masih bingung membedakan tanda antara kolesterol dan asam urat. Dalam hal ini, Resna menjelaskan bahwa biasanya asam urat tidak memberikan dampak pada darah.

“Nah, pada asam urat, pada darah dia biasanya tidak memberikan dampak. Namun, pada saat pemeriksaan, dia akan memberikan gambaran asam urat yang tinggi,” ungkap Resna.

Lebih lanjut, asam urat kemungkinan juga dapat dirasakan dari rasa nyeri yang disebabkan oleh crystal gout.

“Kecuali asam uratnya membuat kristal, membuat kristal pada bagian sendi, predileksinya. Nah, jika kita mengalami, gangguan nyeri sendi ataupun pada kepala pusing atau nyeri tengkuk. Hati-hati, lihat dulu,” tutur Resna.

Ia mengatakan hal tersebut mungkin juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti penggunaan barang elektronik.

“Siapa tahu itu ada gangguan pada otot tulang leher kita. Sering menggunakan handphone, sering pakai tablet, sering pakai laptop, yang membuat leher makin menunduk dan membuat kita tengkuknya semakin berat sehingga kepalanya akan menjadi menunduk ke bawah. Curiganya adalah tulang belakang leher kita,” ucapnya.

Gaya hidup sehat untuk menurunkan kolesterol

Pada kesempatan ini, Resna juga menjelaskan bahwa menjalani gaya hidup sehat, seperti olahraga rutin, mungkin dapat membantu Bunda untuk menurunkan kolesterol jahat.

“Kalau memang terdapat tingginya kadar kolesterol total, LDL dan triglycerid, maka kita batasi dengan perbaikan pola gaya hidup. Olahraga yang cukup minimal jalan kaki 30 menit sampai dengan 60 menit cukup jalan kaki,” ungkap Resna.

Selain itu, Bunda juga disarankan untuk menenangkan pikiran, menghindari stres, dan memiliki kualitas tidur yang baik.

“Membuat relax, tidak boleh terlalu stres, kurangi masa-masa yang membuat kita tidur yang sangat malam,” tuturnya.

Resna juga menganjurkan Bunda untuk memperhatikan asupan. Hindari daging, gorengan, makanan berbumbu kacang, dan makanan dengan santan.

“Kemudian, makanannya juga ingat. Lemak itu yang jahat bukan hanya dari daging, tapi ingat gorengan tepung, kemudian makanan berbumbu kacang, yang ketiga adalah makanan bersantan yang diulang-ulang pemanasannya, sehingga dia akan memberikan lemak-lemak jenuh atau lemak-lemak jahat yang membuka risiko tinggi kadar kolesterol pada darah,” jelasnya.

Nah, itulah penjelasan dokter terkait gejala kolesterol tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Laki-Laki Lemah saat Demam?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pangeran George akan Bersekolah di Eton College, Ikut Jejak Pangeran William

Parenting Nadhifa Fitrina

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan saat Lari

Mom's Life Tim HaiBunda

11 Kalimat yang Sering Dipakai Orang Cerdas saat Diam-diam Menilai Seseorang

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Meredakan Batuk dengan Bahan Tradisional, Aman dan Mudah di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Intip Style Manis Mantan Member Apink Hong Yoo Kyung yang Kini Hamil Anak Pertama

Kehamilan Pritadanes

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kasus Langka Fetus in Fetu, Dokter Temukan 8 Janin di Perut Bayi Berusia 21 Hari

SPMB SMP Depok 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Cara Meredakan Batuk dengan Bahan Tradisional, Aman dan Mudah di Rumah

Pangeran George akan Bersekolah di Eton College, Ikut Jejak Pangeran William

Intip Style Manis Mantan Member Apink Hong Yoo Kyung yang Kini Hamil Anak Pertama

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK