Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kesuburan ke Dokter? Kenali Tanda-tandanya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Rabu, 05 Aug 2026 14:00 WIB

Ilustrasi Suami Istri dan Dokter
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kesuburan ke Dokter? Kenali Tanda-tandanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Daftar Isi
Jakarta -

Mempersiapkan program kehamilan memang sebaiknya diawali dengan skrining kesuburan bersama pasangan terlebih dahulu ya, Bunda. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk cek kesuburan ke dokter? Kenali tanda-tandanya.

Permasalahan kesuburan memang tidak selalu muncul ke permukaan sehingga sulit terdeteksi tanpa adanya observasi medis lebih lanjut ya, Bunda. Bahkan, sering kali tidak muncul adanya gejala yang khas dari permasalahan kesuburan yang ada.

Untuk itu, bagi banyak pasangan, ketika kehamilan belum terjadi meskipun terjadi hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan pengaman, hal tersebut menjadi tanda pertama adanya permasalahan kesuburan. Kabar baiknya ialah Bunda dan pasangan bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan kedua pasangan dinilai bersama sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kapan waktu yang tepat cek kesuburan ke dokter?

Menurut Dr Navina, seorang dokter spesialis kesuburan dari Birla Fertility & IVF Mumbaik bahwa usia akan mengubah waktu bagi seseorang agar lebih peduli terhadap masalah kesuburan dirinya. Bagi para perempuan berusia di bawah 35 tahun, dokter umumnya menyarankan konsultasi setelah 12 tahun mencoba. 

Sementara pada usia 35 tahun ke atas, enam bulan adalah jangka waktu yang direkomendasikan. Beberapa situasi bahkan memerlukan penilaian lebih awal, terlepas dari usia. Ini termasuk ketika perempuan tidak mengalami menstruasi yang teratur atau adanya PCOS, endometriosis, disfungsi tiroid, cadangan ovarium rendah, tuba falopi tersumbat atau rusak, kelainan rahim, operasi panggul sebelumnya, atau dua kali atau lebih terjadi keguguran.

"Dengan mengenali hal-hal ini sejak dini adalah sebuah awal yang baik bukan sebuah kemunduran. Ini artinya perawatan dapat dimulai lebih cepat,"katanya seperti dikutip dari laman The Health Site.

Mengapa kedua pasangan harus menjalani cek kesuburan?

Terkait masalah kesuburan, setiap pasangan memang perlu melakukannya ya, Bunda. Sama halnya dengan perempuan, kesuburan laki-laki juga penting diperhatikan secara mendalam. Kesuburan laki-laki dalam hal ini juga perlu diinvestigasi apakah sebelumnya ada riwayat cedera atau operasi testis, perubahan fungsi seksual, testis yang tidak turun, pengobatan kanker sebelumnya, atau sekadar analisis semen sebagai bentuk evaluasi lebih lanjut.

Sebab, sering kali masalah kesuburan laki-laki tidak menunjukkan adanya tanda-tanda yang terlihat sama sekali. Itulah sebabnya mengapa kedua pasangan perlu terlibat dalam cek kesehatan kesuburan di awal untuk memberikan gambaran yang jelas dan lengkap bagi keduanya sejak awal.

Apa saja tes kesuburan yang perlu dijalani?

Pasangan yang menjalani cek kesuburan biasanya akan menjalani serangkaian tes ya, Bunda. Pada umumnya, skrining tersebut meliputi pengujian AMH, hormon, USG, penilaian tuba, dan analisis semen. Temuan-temuan ini jika digabungkan nantinya akan membuka langkah selanjutnya yang jelas.

Artinya, mungkin membutuhkan pengobatan bergantung pada kondisi yang melatarinya. Selain itu, ketika muncul masalah lainnya, investigasi lebih lanjut akan dilakukan secara mendalam. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan akan dilakukan berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh masing-masing pasangan dan hal itulah yang membuat proses tersebut begitu meyakinkan.

Mengapa cek kesuburan perlu dilakukan sedini mungkin?

Pengecekan kesehatan pada pasangan di awal sebelum berfokus pada treatment program kehamilan memang sebaiknya dilakukan sedini mungkin ya, Bunda. Sebab, kesuburan secara alami berubah seiring bertambahnya usia, dan berkonsultasi ke dokter serta mendapatkan treatment dari dokter secara mendalam menjadi pilihan yang bisa dijalani. 

Dengan konsultasi lebih awal, hal tersebut menjadi langkah yang baik untuk menjaga peluang terbuka lebih lama terutama untuk kondisi seperti cadangan ovarium rendah atau adanya masalah tuba.

Apa saja tanda-tanda harus berkonsultasi dan cek kesuburan ke dokter?

Gangguan kesuburan pada perempuan atau laki-laki memang tidak selalu menunjukkan gejala khusus yang bisa ditandai secara kasat mata ya, Bunda. Tetapi, beberapa tanda biasanya muncul tanpa Bunda sadari. Untuk itu, jika Bunda merasakan tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera melakukan cek kesuburan ke dokter ya, Bunda:

1. Dua kali atau lebih mengalami keguguran
2. Menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi
3. Adanya permasalahan endometriosis atau kerusakan tuba
4. Cadangan ovarium rendah
5. Kondisi rahim atau genetik
6. Analisis semen abnormal, ada riwayat cedera, infeksi, atau operasi testis

Penting diketahui bahwa gangguan infertilitas memang tidak dapat dijelaskan tanpa adanya tes mendasar yang dilakukan sebelumnya. Dan, dengan melakukan konsultasi kesuburan tidak berarti harus selalu berujung pada IVF ya, Bunda.

Banyak juga pasangan di luar sana yang datang ke dokter hanya sekadar konsultasi dan membutuhkan jawaban yang jelas dan meyakinkan saja. Dengan melakukan evaluasi kesuburan ini tentunya dapat bertujuan membantu pasangan memahami kesuburan mereka dengan percaya diri dan melangkah lebih maju berdasarkan informasi medis yang ada serta memutuskan apa saja yang dibutuhkan ke depannya.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda