Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Dokter Ungkap Penyebab Rumah Sakit Cenderung Sepi saat Bulan Puasa

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 11 Mar 2026 20:30 WIB

Ilustrasi rumah sakit
Ilustrasi Dokter Ungkap Penyebab Rumah Sakit Cenderung Sepi saat Bulan Puasa/Foto: Getty Images/sutiporn
Jakarta -

Bunda, suasana di koridor rumah sakit maupun klinik kerap terlihat berbeda selama Ramadhan. Aktivitas layanan kesehatan tampak lebih lengang dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Kondisi tersebut juga tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur pasien rawat inap yang umumnya mengalami penurunan dibandingkan periode lain sepanjang tahun.

Fenomena ini tentu saja memicu rasa penasaran masyarakat. Banyak orang bertanya-tanya mengenai faktor penyebab perubahan suasana fasilitas kesehatan tersebut pada bulan puasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab fenomena rumah sakit lebih sepi saat bulan puasa

Dilansir dari laman detikcom, Konsultan Gastrointestinal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan jumlah pasien di rumah sakit tidak seramai biasanya selama bulan puasa.

Faktor pertama berkaitan dengan aspek psikologis dan keinginan pasien untuk menjalani ibadah di lingkungan rumah.

Banyak pasien yang sebenarnya memiliki indikasi medis untuk dirawat, tetapi memilih untuk menunda prosedur tersebut jika kondisinya dirasa masih bisa dikelola secara mandiri di rumahnya.

“Sebenarnya memang betul ya, jadi selama berpuasa ini ada dua hal yang cenderung membuat perawatan RS tidak seramai kalau pasien tidak berpuasa. Terutama pada sebagian pasien dengan sakit tidak berat atau kategori ringan-sedang. Ada indikasi rawat, tapi karena tidak mau dirawat (saat Ramadhan), jadi di rumah saja,” ujar Ari.

Namun, ia menegaskan bahwa pilihan ini hanya berlaku bagi penyakit ringan. Jika kondisi penyakitnya masuk kategori lebih berat, prosedur rawat inap tetap wajib dilakukan, Bunda.

Masyarakat lebih ‘sehat’ saat berpuasa

Faktor kedua yang menarik adalah perubahan pola hidup yang membuat kondisi tubuh masyarakat justru menjadi lebih stabil selama Ramadhan. Ia menyebutkan bahwa banyak penyakit yang kambuh karena pola makan dan minum yang tidak terkontrol di luar bulan puasa.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda