Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Mar 2026 14:00 WIB

Idul Fitri Disebut Lebaran
Asal-usul Idul Fitri Disebut Lebaran/ Foto: Getty Images/simon2579
Daftar Isi

Setiap tahun, umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita. Namun menariknya, masyarakat Indonesia lebih akrab menyebut momen suci ini dengan istilah Lebaran.

Padahal, Hari Raya Idul Fitri adalah perayaan keagamaan yang jatuh pada 1 Syawal setelah umat Muslim menjalani puasa selama Ramadan. Lalu mengapa di Indonesia perayaan Idul Fitri justru lebih populer disebut Lebaran?

Banyak orang juga mulai penasaran dengan arti Idul Fitri dalam Bahasa Arab, serta bagaimana sebenarnya arti Idul Fitri dipahami dalam ajaran Islam. Bahkan, sebagian orang mengaitkannya dengan makna Idul Fitri menurut Al Quran yang menggambarkan kembali kepada kesucian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, kata Lebaran ternyata bukan berasal dari Bahasa Arab, melainkan istilah khas yang tumbuh dalam budaya masyarakat Indonesia. Lantas, bagaimana asal-usul sebutan Lebaran yang selalu identik dengan Idul Fitri ini? Simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini, Bunda!

Sejarah kata Lebaran

Mengutip dari laman detikcom, terdapat sejumlah pandangan dari para ahli mengenai asal-usul istilah Lebaran yang kerap digunakan masyarakat Indonesia saat merayakan Idul Fitri. Salah satunya disampaikan oleh MA Salamun yang menyebutkan bahwa kata “Lebaran” diduga berasal dari tradisi Hindu yang memiliki makna “selesai, tuntas, atau berakhir”, yang kemudian dimaknai sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa menjelang Idul Fitri.

Menurut penjelasan tersebut, istilah ini kemungkinan diperkenalkan oleh para wali pada masa awal penyebaran Islam di Nusantara. Tujuannya agar masyarakat yang sebelumnya memeluk Hindu tidak merasa asing dengan ajaran baru, sehingga penyebutan “Lebaran” menjadi jembatan budaya dalam memahami perayaan Idul Fitri sekaligus bagian dari perkembangan sejarah Idul Fitri di Indonesia.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Endang Aminudin Aziz. Ia menjelaskan bahwa salah satu versi asal-usul kata “Lebaran” berkaitan dengan tradisi Hindu yang disebut Upawasa, yaitu praktik menahan lapar dan haus yang menjadi akar kata “puasa” dalam Bahasa Indonesia setelah mengalami perubahan bentuk bahasa.

Dalam tradisi tersebut, Upawasa biasanya ditutup dengan sebuah perayaan sebagai simbol bahwa rangkaian ibadah yang telah selesai dijalankan. Konsep inilah yang kemudian dianggap memiliki kemiripan dengan perayaan Idul Fitri, sehingga masyarakat Nusantara mengenalnya sebagai “Lebaran”, yang menandai berakhirnya puasa di bulan Ramadan sekaligus menjadi bagian unik dari perjalanan sejarah Idul Fitri di Indonesia.

Asal-usul istilah Lebaran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran dijelaskan sebagai hari raya umat Islam yang diperingati setiap 1 Syawal, tepat setelah berakhirnya ibadah puasa selama bulan Ramadan. Perayaan ini pada dasarnya merujuk pada momen Idul Fitri, yaitu waktu ketika umat Muslim merayakan kemenangan setelah menahan diri selama sebulan penuh.

Meski sering dianggap sama dengan Idul Fitri, istilah Lebaran ternyata memiliki latar belakang yang cukup unik. Dilansir CNN Indonesia, berikut ini teori asal-usul istilah Lebaran yang menarik untuk dibahas:

1. Lebar-an

Salah satu teori yang sering dibahas mengenai asal-usul Lebaran berasal dari kata dasar “lebar” yang kemudian diberi imbuhan “-an”. Dalam Bahasa Indonesia, kata “lebar” memiliki arti luas atau lapang, sehingga istilah Lebaran dimaknai sebagai simbol kelapangan hati.

Makna ini sangat berkaitan dengan semangat Idul Fitri, yaitu momen ketika umat Islam saling memaafkan dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Oleh karena itu, Lebaran kerap dimaknai sebagai waktu untuk membuka hati lebih luas, menghapus kesalahan, serta kembali menjalin silaturahmi dengan penuh keikhlasan.

2. Luber-an

Salah satu teori menarik tentang asal-usul istilah Lebaran adalah berasal dari kata “luber”. Dalam Bahasa Indonesia, kata tersebut memiliki arti melimpah atau berlebih, yang kemudian dikaitkan dengan suasana Idul Fitri yang penuh keberkahan.

Makna ini menggambarkan bagaimana pada momen Lebaran, umat Muslim saling memberi dan menerima maaf, serta berharap limpahan pahala dan rezeki setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Dari pemaknaan tersebut, istilah “luber-an” diyakini perlahan berkembang dalam masyarakat hingga akhirnya lebih dikenal sebagai Lebaran, sebutan populer untuk merayakan Idul Fitri di Indonesia.

3. Laburan

Teori lain yang sering dikaitkan dengan asal-usul istilah Lebaran berasal dari kata “laburan” dalam Bahasa Jawa. Kata ini memiliki makna mengecat atau memutihkan, yang secara simbolis menggambarkan proses membersihkan dan memperindah sesuatu agar tampak baru.

Tradisi tersebut sejalan dengan kebiasaan masyarakat Jawa yang membersihkan serta mengecat rumah menjelang Idul Fitri. Kebiasaan ini melambangkan upaya menyucikan diri sebelum menyambut Lebaran, sehingga istilah Lebaran kemudian dianggap berkaitan dengan makna pembaruan dan kesucian setelah menjalani ibadah Ramadan.

4. Lebur-an

Ada pula teori yang mengaitkan istilah Lebaran dengan kata “lebur”. Kata tersebut memiliki makna mencair, melebur, atau menghapus sesuatu hingga kembali bersih. Dalam pemaknaan budaya, konsep ini dianggap selaras dengan semangat Lebaran yang identik dengan saling memaafkan dan membersihkan diri dari kesalahan.

Makna tersebut juga berkaitan erat dengan nilai spiritual dalam Idul Fitri. Setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan, umat Muslim diyakini kembali pada keadaan suci, sehingga Lebaran kerap dipahami sebagai simbol meleburkan dosa dan kembali pada fitrah sebagaimana makna yang terkandung dalam perayaan Idul Fitri. 

5. Liburan

Bunda, ada pula pendapat yang mengaitkan istilah Lebaran dengan kata “liburan”. Hal ini karena perayaan Idul Fitri di Indonesia hampir selalu disertai masa libur yang cukup panjang, sehingga banyak orang menyebut momen Lebaran sebagai waktu untuk beristirahat dari aktivitas sehari-hari.

Pada masa Lebaran dan Idul Fitri, masyarakat biasanya memanfaatkan waktu tersebut untuk pulang ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga, serta mempererat silaturahmi. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang menilai bahwa suasana libur panjang ini ikut memperkuat penggunaan kata Lebaran dalam tradisi perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Perbedaan arti kata Hari Raya Idul Fitri dan Lebaran

Mengutip dari sumber yang sama, makna Idul Fitri dan Lebaran sebenarnya tidak sepenuhnya sama. Jika ditelusuri lebih dalam, arti Idul Fitri dalam Bahasa Arab merujuk pada makna “kembali kepada kesucian”, yaitu kondisi bersih dari dosa setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Sementara itu, istilah Lebaran lebih dikenal sebagai sebutan yang berkembang dalam budaya masyarakat Indonesia untuk menyambut Idul Fitri. Maknanya tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tradisi sosial seperti mudik ke kampung halaman, saling bermaaf-maafan, hingga menikmati hidangan khas seperti ketupat dan opor ayam.

Oleh karena itu, arti Idul Fitri lebih menekankan pada makna religius yang berasal dari Bahasa Arab, sedangkan Lebaran menggambarkan perayaan yang lebih kental dengan unsur budaya lokal. Kata “Lebaran” sendiri diyakini memiliki berbagai kemungkinan asal-usul, mulai dari Bahasa Jawa, Melayu, hingga kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Meski berbeda dari sisi istilah, baik Idul Fitri maupun Lebaran sama-sama menggambarkan momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan. Perayaan ini juga menjadi waktu yang istimewa untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan kembali memperkuat hubungan dengan sesama.

10 Contoh ucapan selamat hari raya yang menggunakan kata Lebaran atau Idul Fitri

Bunda, momen Lebaran selalu menjadi waktu yang tepat untuk saling berbagi doa serta mempererat silaturahmi dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Mengirimkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri juga menjadi cara sederhana untuk menyampaikan maaf dan harapan baik di hari kemenangan.

Berikut ini beberapa contoh ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang bisa dijadikan inspirasi untuk dikirimkan kepada orang-orang terdekat saat perayaan Idul Fitri tiba.

  1. Selamat Idul Fitri, semoga kebaikan yang kita jalani selama Ramadan terus membawa keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
  2. Selamat Lebaran, semoga hari kemenangan ini menghadirkan ketenangan hati serta kebahagiaan bagi kita semua.
  3. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Lebaran, semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
  4. Minal aidin wal faizin, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Semoga kita semua kembali pada hati yang bersih dan penuh kedamaian.
  5. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita dan keluarga.
  6. Selamat merayakan Lebaran 2026, semoga momen ini membawa kebahagiaan, kehangatan, dan keberkahan dalam kehidupan.
  7. Hari kemenangan telah tiba. Selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga kita selalu diberikan kedamaian serta kebaikan dalam setiap langkah.
  8. Di hari yang penuh berkah ini, selamat Lebaran. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kita semua.
  9. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu menyertai kehidupan.
  10. Selamat Lebaran, semoga hari yang suci ini menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi dengan orang-orang tercinta.

Bunda, itulah penjelasan mengenai asal-usul sebutan Lebaran yang selama ini digunakan masyarakat Indonesia untuk menyebut perayaan Idul Fitri. Istilah Lebaran memang memiliki latar belakang budaya yang unik meski merujuk pada momen suci Idul Fitri bagi umat Islam.

Semoga penjelasan tentang Lebaran ini dapat menambah wawasan Bunda serta membuat perayaan Hari Raya Idul Fitri terasa semakin bermakna bersama keluarga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda