MOM'S LIFE
Ini Alasan Laba-laba di Rumah Sebaiknya Dibiarkan Hidup Menurut Entomolog
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 23 Mar 2026 13:20 WIBSebagian besar orang yang takut serangga, seperti laba-laba, mungkin memilih untuk mengusir atau membunuhnya. Namun siapa sangka, ternyata entomolog menyarankan agar hewan kecil ini sebaiknya dibiarkan tetap hidup di rumah.
Mengapa? Karena laba-laba adalah bagian penting dari alam dan ekosistem dalam ruangan, serta merupakan organisme yang memiliki nilai tersendiri.
Orang-orang suka menganggap tempat tinggal mereka terlindungi dengan aman dari dunia luar, tetapi banyak jenis laba-laba dapat ditemukan di dalam rumah. Meski begitu, ternyata hewan ini tidak berbahaya dan justru membantu Bunda terhindar dari hama pengganggu, lho.
Alasan sebaiknya laba-laba dibiarkan hidup di rumah
Dilansir dari laman Apartment Therapy, ahli entomolog, Dr. Brittany Campbell, dari National Pest Management Association, mengungkap bahwa kemungkinan laba-laba berbahaya sangat kecil.
“Ada kesalahpahaman tentang laba-laba. Hanya ada beberapa spesies yang benar-benar dapat membahayakan manusia, tetapi karena ketakutan yang telah terus-menerus dipupuk secara umum, masyarakat umum lebih takut pada laba-laba daripada yang seharusnya,” ujar Brittany.
Faktanya, sebagian besar laba-laba memangsa serangga lain, beberapa di antaranya mungkin membahayakan Bunda atau tanaman di rumah, seperti kutu daun, lalat kecil, dan tuangu.
Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa laba-laba di seluruh dunia secara kolektif bertanggung jawab untuk memakan sekitar 400 hingga 800 juta ton serangga setiap tahunnya, Bunda.
Laba-laba di rumah memakan segala sesuatu mulai dari hama biasa, seperti kumbang dan ngengat yang masuk ke makanan atau pakaian, hingga serangga pembawa penyakit, seperti nyamuk.
Satu atau dua laba-laba yang ramah kemungkinan memainkan peran penting dalam menjaga rumah bebas dari hama.
“Sebagian besar laba-laba di dalam dan sekitar rumah cukup tidak berbahaya. Mereka tidak akan benar-benar berkelahi kecuali jika diganggu. Dan mereka adalah predator, jadi mereka akan memangsa serangga lain di dalam rumah dan berpotensi juga memangsa spesies hama di dalam rumah kamu,” jelas Brittany.
Spesies laba-laba yang aman dan beracun
Sebuah survei tahun 2016 terhadap 50 rumah di North Carolina menemukan laba-laba di setiap rumah, spesies yang paling umum adalah laba-laba jaring sarang dan laba-laba gudang bawah tanah, yang keduanya memangsa serangga.
“Jika kamu sanggup, tidak apa-apa memiliki laba-laba di rumah kamu,” ujar profesor di Departemen Entomologi dan Patologi Tanaman di North Carolina State University dan penulis studi tersebut, Dr. Matthew Bertone.
“Bahkan, itu normal. Dan terus terang, meskipun kamu tidak melihatnya, mereka tetap akan ada di sana. Jadi, pertimbangkan pendekatan, ‘hidup dan biarkan hidup’ terhadap laba-laba berikutnya yang kamu temui,” sambungnya.
Menurut Brittany, hanya ada dua spesies laba-laba beracun yang kemungkinan besar muncul di rumah, yakni laba-laba pertapa cokelat (Brown Recluse) dan laba-laba janda hitam (Black widow), dan kemungkinan muncul di rumah sangat kecil.
“Maksud saya, kita berbicara tentang dua spesies dari mungkin ratusan spesies yang dapat ditemukan di dalam dan sekitar rumah kamu,” ujar Brittany.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa spesies ini kemungkinan hanya tinggal di sudut-sudut gelap rumah, seperti loteng atau garasi, di tempat yang terpencil.
Ia mencatat bahwa terkadang ada laba-laba yang bersarang di sepatu, jadi jika benar-benar khawatir, ada baiknya sesekali menggoyangkan sepatu sebelum menggunakannya.
Meskipun jarang terjadi dan menyebabkan kesehatan masalah serius, gigitan laba-laba harus diperiksa oleh tenaga medis untuk mencegah kemungkinan terkena laba-laba yang beracun.
Nah, itulah penjelasan alasan laba-laba sebaiknya dibiarkan hidup di rumah menurut entomolog. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)