MOM'S LIFE
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Amira Salsabila | HaiBunda
Minggu, 29 Mar 2026 20:40 WIBMemiliki pendingin ruangan atau AC di rumah adalah kemewahan yang membuat orang tetap nyaman selama cuaca panas. Namun, banyak orang penasaran terkait lebih baik AC harus terus dinyalakan atau mati hidup untuk menghemat tagihan listriknya.
Sebagian orang mengatakan mematikan AC saat mereka pergi selama beberapa jam adalah metode yang paling hemat listrik dan biaya.
Sementara lainnya, mengatakan lebih baik membiarkannya menyala terus-menerus, mencegah sistem bekerja terlalu keras untuk mendinginkan rumah dengan cepat setelah rumah menjadi lebih panas sepanjang hari.
Lantas, mana yang lebih baik dari keduanya? Simak penjelasan pakar selengkapnya di bawah ini.
Lebih baik AC menyala terus atau mati hidup?
Dilansir dari laman CBC News, tiga pakar sepakat bahwa menyetel termostat beberapa derajat lebih tinggi dari biasanya saat pergi adalah cara terbaik untuk menyeimbangkan efisiensi energi dengan kenyamanan dan kelembapan.
|
Baca Juga : 8 Benda yang Tidak Boleh Diletakkan di Dekat AC
|
Meskipun mematikan unit AC selama beberapa jam dan menyalakannya kembali biasanya menghemat uang dan energi dibandingkan dengan menjalankannya terus-menerus, pendekatan tersebut dapat menyebabkan masalah jamur di lingkungan yang lembap serta kehausan yang dapat menyebabkan perbaikan lebih sering.
Perhitungannya juga dapat bervariasi tergantung pada faktor lain termasuk tingkat kenyamanan, jenis unit AC, dan isolasi bangunan.
Meski begitu, tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. Sebab, peneliti senior program bangunan untuk American Council for an Energy-Efficient Economy, Jennifer Amann, mengatakan setiap rumah berbeda.
“Itu tergantung pada jenis proyek apa yang telah dilakukan, orientasi rumah kamu, apakah lingkungan kamu memiliki tutupan pohon yang lebih sedikit daripada yang lain. Setiap rumah memiliki cuaca yang berbeda,” ujarnya, dikutip dari laman REAL SIMPLE.
Kapan sebaiknya menyalakan AC saat pergi?
Berikut ada beberapa waktu yang disarankan untuk menyalakan AC saat Bunda pergi:
1. Jika tinggal di tempat dengan kelembapan tinggi
Ada perbedaan antara panas kering dan panas lembap, dan karena unit AC menarik kelembapan dari udara untuk membantu mendinginkannya, sangat penting untuk tetap menjalankannya guna mengelola kelembapan di udara jika tinggal di tempat yang lembap.
Jika tidak menjalankannya, Bunda tidak akan mendapatkan manfaat dehumidifikasi. Ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut di rumah, dan memungkinkan tungau debu berkembang biak.
2. Memiliki hewan peliharaan
Hewan peliharaan juga berhak mendapatkan udara yang lebih sejuk. Bunda mungkin dapat menjalankan pada suhu yang lebih tinggi jika memiliki hewan peliharaan di rumah.
3. Jika hanya pergi dalam waktu singkat
Para insinyur membuat model penggunaan energi jika membiarkan AC menyala, mematikannya selama empat jam, atau mematikannya selama empat jam, atau mematikannya selama delapan jam, baik dalam kondisi panas lembap maupun kering, dan dengan berbagai jenis sistem pendingin.
Mereka menemukan bahwa meskipun penggunaan energi lebih rendah jika AC dimatikan selama delapan jam, pada empat jam, perbedaannya sangat kecil, dan dalam beberapa kasus, justru lebih sedikit energi yang digunakan untuk menyalakan AC atau pompa panas.
4. Jika menggunakan pompa panas efisiensi tinggi atau sistem mini-split
Menurut Amann, sistem efisiensi tinggi yang lebih baru cenderung bekerja paling baik jika mengaturnya sekali dan membiarkannya saja.
“Kamu masih dapat mengatur suhu yang sedikit berbeda siang atau malam, atau dengan AC split mini yang diatur ke suhu berbeda di ruangan yang berbeda, tetapi sistem tersebut cenderung bekerja paling efisien jika kamu membiarkannya saja,” tuturnya.
Sistem tersebut memiliki kipas berkecepatan variabel dengan efisiensi tinggi, sehingga kecepatan kipas berubah untuk memenuhi suhu yang kamu butuhkan dan tidak akan beroperasi sepanjang waktu. Sistem ini efisien di setiap kecepatan.
Kapan sebaiknya AC dimatikan?
Berikut beberapa waktu yang tepat untuk mematikan AC:
1. Jika pergi dalam waktu yang lama
Delapan jam atau lebih tampaknya menjadi titik kritis, di mana mematikan AC memang mengurangi penggunaan energi.
Mematikan AC saat pergi berlibur selama seminggu dapat membantu Bunda mengurangi biaya secara signifikan. Namun, itu bisa menjadi penghematan jangka pendek yang menciptakan masalah yang sama sekali berbeda jika kelembapan akhirnya mendorong pertumbuhan jamur dan lumut di rumah.
2. Jika rumah memiliki insulasi yang baik
Meskipun akan lebih menyadari celah pada lapisan kedap cuaca saat cuaca dingin dan terdapat titik-titik berangin, hal yang sama juga terjadi di tengah panasnya musim panas.
Lapisan kedap cuaca dan insulasi yang baik dapat membantu membuat rumah kedap udara, dan mempersulit panas untuk masuk. Ini membantu rumah Bunda menjadi lebih nyaman.
3. Jika menggunakan AC dinding
Daripada mematikan semua unit ini sekaligus, Bunda mungkin bisa mengarahkan AC ke tempat-tempt penting, dan mematikan unit lainnya saat pergi.
Nah, itulah penjelasan terkait mana yang lebih baik antara menyalakan AC terus-menerus atau mati hidup. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)