MOM'S LIFE
Pekerja Perempuan Jadi Kelompok yang Paling Banyak Kehilangan Pekerjaan, Ini Alasannya
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 30 Mar 2026 21:20 WIBBunda, pekerja perempuan menjadi kelompok yang paling banyak kehilangan pekerjaan di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah.
Ekonomi yang berkembang baik salah satunya tercermin dari tenaga kerja yang mewakili komposisi penduduknya. Namun, laporan terbaru dari Bureu of Labor Statistics menunjukkan adanya ketimpangan yang cukup mencolok.
Dilansir dari laman Forbes, sebanyak 91.000 perempuan keluar dari dunia kerja pada Desember 2025, sementara 10.000 laki-laki justru masuk ke pasar kerja.
Jika dilihat sepanjang tahun 2025, jumlah tenaga kerja laki-laki meningkat sebesar 572.000, sedangkan perempuan hanya bertambah 184.000. Artinya, laki-laki masuk ke dunia kerja dengan tingkat tiga kali lebih tinggi dibanding perempuan.
Kesenjangan di dunia kerja semakin melebar
Jika ditelusuri lebih dalam, kesenjangan ini semakin terlihat pada kelompok tertentu, seperti seorang ibu dan perempuan kulit hitam. Salah satu penurunan terbesar dalam tenaga kerja tahun 2025 terjadi pada kelompok itu.
Tingkat pengangguran perempuan kulit hitam juga meningkat menjadi 7,3 persen naik dari 5,4 persen pada Januari 2025. Angka ini lebih tinggi dibanding tingkat pengangguran secara keseluruhan yang berada di 4,4 persen.
Menurut Jasmine Tucker dari National Women’s Law Center, jika tingkat pengangguran laki-laki kulit putih setinggi perempuan kulit hitam saat ini, kemungkinan besar kondisi tersebut sudah dianggap sebagai resesi.
Ia juga menyebutkan bahwa dunia kerja kini cenderung kembali didominasi oleh laki-laki dan kelompok mayoritas tertentu.
Hal ini karena orang cenderung merekrut individu yang mirip dengan mereka. Selan itu, juga terlihat dari kesenjangan gaji berdasarkan gender dan ras yang terus melebar selama dua tahun terakhir.
Kurangnya jumlah perempuan berdampak pada ekonomi
Jumlah perempuan yang semakin sedikit di dunia kerja bukan hanya masalah kesetaraan, melainkan juga berdampak pada ekonomi, Bunda.
Perempuan mencakup sekitar setengah dari populasi. Semakin banyak orang yang bekerja, maka semakin besar kontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP). Artinya, lebih banyak orang memiliki penghasilan dan bisa membelanjakannya, sehingga mendorong perekonomian lokal.
Selain itu, semakin banyak orang yang bekerja semakin besar persentase penduduk yang membayar pajak. Hal ini meningkatkan pendapatan negara untuk membiayai fasilitas publik dan layanan masyarakat, yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Menurut World Bank, menutup kesenjangan gender dalam dunia kerja bisa meningkatkan GDP hingga 20 persen.
Alasan banyak pekerja perempuan yang kehilangan pekerjaan
Ada banyak alasan di balik meningkatnya kesenjangan gender di pasar tenaga kerja. Berikut beberapa di antaranya:
1. Kurangnya struktur pendukung lain dan layanan penitipan anak
Para ibu bekerja sebenarnya tidak berhenti kerja karena keinginan, tetapi terpaksa keluar. Hal ini disampaikan oleh pendiri Moms First, Reshma Saujani. Ia mengatakan kondisi ini bukan masalah pribadi, melainkan kegagalan sistem dan kebijakan.
Menurutnya, ketika biaya penitipan anak lebih mahal dari cicilan rumah, seseorang harus mengalah, dan biasanya ibu yang memilih mundur dari pekerjaan. Ia menekankan pentingnya cuti melahirkan berbayar, gaji yang adil, jadwal kerja fleksibel, serta sistem kerja yang mendukung kehidupan keluarga.
2. Perusahaan mulai mengurangi program pendukung perempuan
Laporan dari Women in the Workplace 2025, menunjukkan bahwa dukungan terhadap perempuan di tempat kerja semakin menurun.
Menurut Rachel Thomas dari Leanin.org, budaya kerja saat ini justru kembali meragukan perempuan sebagai pemimpin.
Hanya sekitar setengah perusahaan yang menjadikan kemajuan karier perempuan sebagai prioritas. Bahkan, 21 persen perusahaan hampir tidak memberikan perhatian pada isu ini, dan angkanya lebih tinggi untuk perempuan dari kelompok minoritas.
Selain itu, ambisi perempuan juga mulai menurun. Sekitar 80 persen perempuan ingin naik jabatan, dibandingkan 86 persen laki-laki.
Kurangnya dukungan juga terlihat dari minimnya mentor atau sponsor di tempat kerja. Hanya 31 persen perempuan level awal yang memiliki sponsor, sementara laki-laki mencapai 45 persen.
3. Perempuan lebih dirugikan dalam sistem kerja remote
Setelah pandemi, kerja jarak jauh sempat meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja. Namun, kebijakan kembali ke kantor pada 2024 – 2025 justru berdampak lebih besar pada perempuan.
Hal ini terjadi karena perempuan masih memikul sebagian besar tanggung jawab pengasuhan, ditambah adanya bias gender dan motherhood penalty (penalti bagi ibu bekerja).
Nah, itulah beberapa alasan yang membuat perempuan menjadi kelompok yang paling banyak kehilangan pekerjaan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Fenomena Job-pocalypse yang Mengancam Dunia Kerja Gen Z
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Ibu Sulit Tidur saat Hamil Ternyata Berdampak pada Berat Badan Anak Kelak
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
Alasan Para Suami Suka Lama Banget di Toilet
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf S, Karismatik dan Humanis
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Perempuan Kuat dan Mandiri Biasanya Memahami 10 Pelajaran Hidup Ini
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Ibu Sulit Tidur saat Hamil Ternyata Berdampak pada Berat Badan Anak Kelak
Tanggapan Suami Kesha Ratuliu saat Ramai Disebut Sering Liburan padahal Rumahnya Kecil
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Wajan Stainless Bikin Masakan Nempel Terus? Ini Cara Pakai Biar Nggak Lengket
-
Beautynesia
Tanda Orang Bahagia Dilihat dari Warna Baju yang Sering Dipakai Menurut Pakar Psikologi Warna
-
Female Daily
Caudalie Resveratrol-Lift Hadir dengan Formula Baru, Andalkan Peptida Anggur untuk Kulit Lebih Kencang
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Film Dokumenter Wilsen Willim dan Perajin Wastra Disambut Antusias di Belgia
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!