moms-life
Bukan Malas, Orang yang Tak Suka Olahraga Ternyata Berkaitan dengan Kepribadian
HaiBunda
Selasa, 14 Apr 2026 22:00 WIB
Bunda, kebiasaan bermalas-malasan di sofa dan enggan beraktivitas fisik bisa jadi bukan sekadar kurang motivasi, melainkan belum menemukan jenis olahraga yang sesuai.
Tidak suka olahraga mungkin dialami sebagian orang. Sebelum kebiasaan terbentuk dan disiplin untuk pergi ke gym tertanam, sering kali ada banyak penundaan, seperti menghentikan alarm dan terus-menerus merasa tidak dapat menemukan rutinitas yang cocok untuk Bunda.
Meskipun konsistensi dan hasil yang terlihat biasanya membantu mengubah keadaan, penelitian baru menunjukkan mungkin ada cara yang lebih cerdas untuk mencapainya, yakni memilih latihan yang sesuai dengan tipe kepribadian masing-masing.
Kepribadian membentuk kenikmatan berolahraga
Menurut para peneliti dari UCL, menjaga konsistensi dalam berolahraga dan menikmati manfaat jangka panjangnya mungkin bergantung pada sesuatu yang sangat sederhana, yaitu memilih aktivitas yang benar-benar disukai.
Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang terlibat dalam berbagai olahraga sering kali memiliki ciri kepribadian yang berbeda, masih belum jelas bagaimana ciri-ciri ini berhubungan dengan jenis olahraga yang sebenarnya mereka sukai.
Dilansir dari laman Scitechdaily, penelitian yang dimuat di Frontiers in Psychology, bertujuan untuk mengeksplorasi apakah karakteristik kepribadian tertentu memengaruhi seberapa besar orang menikmati bentuk aktivitas fisik tertentu.
Penelitian ini juga mengamati apakah peserta tetap mengikuti rencana latihan yang telah ditetapkan dan bagaimana tingkat kebugaran mereka berubah sebagai hasilnya.
Temuan tersebut mengungkap pola-pola yang menarik. Misalnya, orang dengan kepribadian ekstrovert lebih cenderung menikmati latihan intensitas tinggi.
Sementara itu, individu yang memiliki skor tinggi dalam neurotisme (sifat yang terkait dengan seringnya khawatir) cenderung lebih menyukai sesi singkat dan intens daripada upaya yang lebih lama dan berkelanjutan.
Menyesuaikan olahraga dengan kepribadian
Penulis utama studi dari UCL Surgery & Interventional Science dan Institute of Sport, Exercise and Health (ISEH), Dr. Flaminia Ronca, mengatakan populasi global semakin banyak yang tidak aktif secara fisik.
“Kamu sering mendengar tentang orang-orang yang mencoba untuk menjadi lebih aktif, tetapi kesulitan untuk membuat perubahan yang berkelanjutan. Dalam studi ini, kami ingin memahami bagaimana kepribadian dapat memengaruhi hal ini untuk mendukung pengembangan intervensi yang efektif untuk perubahan perilaku kesehatan,” ujarnya.
“Kami menemukan beberapa kaitan yang jelas antara sifat kepribadian dan jenis olahraga yang paling disukai peserta, yang menurut saya penting karena kami berpotensi menggunakan pengetahuan ini untuk menyesuaikan rekomendasi aktivitas fisik dengan individu, dan mudah-mudahan membantu mereka untuk menjadi dan tetap lebih aktif,” tutur Flaminia.
Meskipun tidak semua ciri kepribadian memiliki kaitan dengan kenikmatan berolahraga, beberapa hubungan terungkap dalam penelitiannya.
Ekstrovert cenderung sangat menikmati olahraga dengan intensitas tinggi, seperti latihan interval intensitas tinggi, dan tes kebugaran bersepeda dengan intensitas maksimal.
Mereka yang memiliki sifat neurotisme yang kuat menunjukkan keterlibatan yang baik dalam intervensi olahraga, tetapi lebih menyukai intensitas yang singkat daripada intensitas yang berkepanjangan.
Mereka juga lebih suka tidak dipantau, seperti tidak mencatat detak jantung mereka selama menjalani program, yang menunjukkan bahwa individu-individu ini mungkin menghargai diberi ruang untuk kemandirian dan privasi saat berolahraga.
Mereka yang teliti cenderung memiliki tingkat kebugaran yang menyeluruh, artinya mereka cenderung mendapatkan skor lebih tinggi pada kebugaran aerobik serta kekuatan inti, dan umumnya lebih aktif secara fisik.
Ketelitian tidak menentukan tingkat kesenangan terhadap jenis latihan tertentu. Peneliti menilai individu dengan sifat ini lebih terdorong oleh manfaat kesehatan dibanding rasa menikmati, sehingga konsistensi berolahraga cenderung dipicu alasan 'baik untuk tubuh', bukan keseruan aktivitasnya.
Nah, itulah penjelasan terkait ciri kepribadian dan berolahraga. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
5 Foto
Mom's Life
Citra Kirana dan Rezky Aditya Menang Lomba Padle Berhadiah Umrah, Intip 5 Potretnya
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Perempuan Harus Amputasi Kaki Usai Lecet karena Sepatu Olahraga
10 Karier Impian Gen Alpha, YouTuber dan Influencer Mendominasi
9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi