Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri Kepribadian Orang Overthinking yang Jarang Disadari, Bikin Hidup Terasa Berat

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 06 Apr 2026 19:10 WIB

Ilustrasi Wanita Stres
Ilustrasi Overthinking/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis
Daftar Isi
Jakarta -

Orang yang suka overthinking memiliki ciri kepribadian yang cukup khas. Kepribadian ini sering kali jarang disadari oleh dirinya sendiri, Bunda.

Orang yang terlalu banyak berpikir memiliki perilaku yang sering kali berbeda dengan orang yang berpikiran sederhana. Jika orang yang berpikiran sederhana mungkin mengikuti insting mereka, orang yang overthinking melakukan sesuatu sesuai insting namun berpikir berlebihan.

Sedari dini menyadari kepribadian overthinking sangat penting, Bunda. Pasalnya, 'beban' pikiran yang terlalu lama dipendam dapat menyebabkan masalah di setiap area kehidupan seseorang.

Ciri kepribadian orang overthinking

Dilansur dari laman Your Tango dan Psychology Today, berikut ciri-ciri kepribadian orang overthinking yang jarang disadari:

1. Sering merasa tertekan untuk membuat pilihan dengan cepat

Orang yang terlalu banyak berpikir merasakan tekanan yang sangat besar untuk segera mengambil keputusan. Sementara orang-orang dengan pikiran sederhana bertindak seolah-olah membuat pilihan itu sangat mudah.

Membuat pilihan memang tidak semudah yang terlihat. Tapi pada orang yang overthinking, keputusan untuk membuat pilihan bisa menjadi beban dan tekanan yang sangat berat, Bunda.

2. Sulit tidur di malam hari jika membuat pilihan yang 'salah'

Ketika orang overthinking membuat pilihan, ia sering kali masih memikirkannya hingga berhari-hari. Ketika menganggap pilihannya itu 'salah', ia akan sulit melakukan aktivitas hingga mengganggu waktu tidur di malam hari.

"Meskipun terasa produktif, terlalu banyak berpikir sering kali memberikan hasil yang berlawanan dengan apa yang dijanjikan. Pikiran yang berulang yang negatif dan berpusat pada diri sendiri sangat terkait dengan kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional," ungkap psikolog Kyle Davies.

3. Orang yang tepat untuk dimintai nasihat

Orang yang overthinking tak selalu memiliki kepribadian yang negatif, Bunda. Pasalnya, mereka justru dikenal sebagai orang yang tepat untuk dimintai nasihat.

Orang yang terlalu banyak berpikir tidak pernah terkejut ketika seseorang meminta nasihat. Mereka dianggap mampu menganalisis situasi dan memberikan semua kemungkinan sudut pandang pada masalah yang dialami seseorang.

4. Sering membuat keputusan besar yang lebih mudah dibandingkan orang lain

Mereka yang terlalu banyak berpikir adalah pribadi yang sering merenungkan secara mendalam apa yang telah ia lakukan. Namun, mereka juga dalam sekejap mampu memutuskan untuk meninggalkan hal yang sedang dikerjakan dan mengejar sesuatu yang baru, Bunda.

Bagi mereka, keputusan besar dianggap sebagai sesuatu yang mengasyikkan dan penuh kekuatan. Sebaliknya, keputusan kecil terasa membosankan dan membuat mereka makin cemas.

5. Suka meragukan diri sendiri

Setelah mengambil keputusan besar, orang yang terlalu banyak berpikir akan duduk dan berdebat dalam pikiran mereka. Ia akan terus-menerus berpikir apakah mereka bertindak impulsif atau telah membuat pilihan yang cerdas.

Terkadang, orang yang overthinking merasa sangat menyesal dan meragukan insting mereka sendiri, Bunda. Mereka sering menghadapi penyesalan dan kesedihan, yang berujung pada stres.

6. Perhatiannya mudah teralihkan

Perhatian orang yang overthinking biasanya mudah teralihkan. Mereka sulit fokus pada satu hal dan cenderung mengabaikan hal-hal yang dianggap penting.

Saat perhatian teralihkan, orang-orang ini bisa kesulitan menangani tugasnya. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan stres hingga mengganggu pekerjaan.

7. Sering merasa cemas

Banyak orang yang overthinking suka merenungkan kekurangan yang mereka miliki. Mereka sering bertanya pada diri sendiri pertanyaan, seperti mengapa mereka tidak sempurna atau mengapa mereka belum mencapai semua yang mereka cita-citakan.

Perasaan tersebut lama-kelamaan dapat berubah menjadi rasa cemas. Saat perasaan ini muncul, orang yang overthinking biasanya enggan untuk menerima beberapa risiko hasil negatif demi mencapai hasil positif.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda