moms-life
11 Cara Mengenali Teman Palsu di Lingkungan Terdekatmu
HaiBunda
Selasa, 07 Apr 2026 19:20 WIB
Daftar Isi
-
Cara mengenali teman palsu
- 1. Bersikap tidak hormat
- 2. Dipenuhi rasa iri hati
- 3. Suka bersaing alih-alih memberikan dukungan
- 4. Suka memberikan pujian secara pasif-agresif
- 5. Tidak setia atau suka berkhianat
- 6. Kehadirannya tidak konsisten
- 7. Seorang manipulatif
- 8. Suka mengabaikan batasan
- 9. Selalu menetapkan persahabatan yang bersyarat
- 10. Suka mengingkari janji dan tidak dapat diandalkan
- 11. Suka memprovokasi orang untuk melawan
Mengenali sosok teman palsu atau fake friend sangat penting dalam sudut pandang realitas sosial. Pasalnya, teman palsu sering kali tidak dapat diandalkan ketika Bunda butuh seseorang untuk bersandar.
Dilansir Very Well Mind, teman palsu adalah orang-orang yang berpura-pura peduli pada kita, tetapi sebenarnya tidak menginginkan yang terbaik untuk kita. Berbeda dengan teman sejati, teman palsu sering kali tidak memberikan dukungan, empati, atau loyalitas ketika dibutuhkan.
"Teman palsu cenderung bertindak seperti teman hanya ketika hal itu menguntungkan mereka. Tapi ketika kita membutuhkan sesuatu, tiba-tiba mereka tidak begitu tertarik," kata psikolog klinis Aimee Daramus, PsyD.
"Teman palsu lebih banyak mengambil daripada memberi, sementara mereka berjanji untuk menjadi teman sejati. Mereka mungkin mengatakan betapa mereka peduli, tetapi sebenarnya mereka hanya ada di sana untuk menikmati bagian-bagian menyenangkan dari persahabatan."
Teman palsu di lingkungan terdekat dapat dikenali dengan tanda-tanda yang khas. Simak penjelasan lengkap dari Bubun berikut ini ya!
Cara mengenali teman palsu
Melansir dari beberapa sumber, berikut 11 cara mengenali teman palsu di lingkungan sekitar:
1. Bersikap tidak hormat
Teman palsu sering kali menunjukkan sikap tidak hormat kepada orang yang diklaim sebagai temannya. Mereka mungkin mengabaikan, meremehkan, mengejek, atau mempermalukan Bunda di depan orang lain.
Mereka tidak memiliki konsep untuk melihat sisi terang dari segala sesuatu dan akan menolak segala hal positif, terutama jika itu berasal dari orang yang dianggap temannya. Seorang teman palsu berbeda dengan teman sejati yang melakukan apa pun dengan dasar kejujuran dan rasa hormat.
2. Dipenuhi rasa iri hati
Seseorang bukan teman sejati kalau ia suka mengeluh tentang temannya yang sukses. Seorang teman palsu biasanya kesulitan untuk merayakan keberhasilan orang lain karena terlalu sibuk dan fokus pada kehidupan mereka sendiri.
Mereka sering bertanya-tanya mengapa mereka tidak bisa memiliki apa yang orang lain miliki. Pada beberapa orang yang diberikan label 'fake friend', mengenal konsep penerimaan adalah hal yang janggal. Mereka lebih suka menghakimi kesuksesan orang lain, Bunda.
3. Suka bersaing alih-alih memberikan dukungan
Teman palsu biasanya selalu berusaha untuk lebih unggul dari orang lain dalam segala hal, misalnya gaya rambut, cara pakaian, bahkan nilai kehidupannya. Mereka yang termasuk teman palsu tidak akan pernah mendorong temannya untuk berbuat lebih baik karena mereka harus selalu unggul di depan.
"Meskipun teman baik bukanlah 'pemandu sorak' secara harfiah, mereka mendukung pencapaian temannya. Memiliki teman yang suportif sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dengan mengurangi stres, meredakan perasaan kesepian, menurunkan risiko depresi, meningkatkan harga diri, dan memberikan rasa memiliki, terutama selama masa-masa sulit," ungkap pakar di bidang karier Dr. Sharon Livingston, dikutip dari Your Tango.
4. Suka memberikan pujian secara pasif-agresif
Teman palsu adalah seseorang yang suka memberikan respons pasif-agresif. Mereka memberikan respons yang disamarkan sebagai hinaan, sehingga membuat orang yang mendengarnya jadi menyesal telah menghabiskan waktu bersama sejak awal.
Jika Bunda tidak bisa menikmati waktu bersama teman-teman yang dianggap palsu, maka sudah saatnya untuk memutuskan hubungan dengan mereka.
5. Tidak setia atau suka berkhianat
Orang yang mengaku teman akan selalu setia, baik dalam menjaga pertemanan atau menjaga rahasia. Tapi tidak untuk teman palsu.
Mereka mungkin tidak setia kepada orang yang dianggap temannya. Mereka cenderung suka membocorkan rahasia temannya kepada orang lain, membicarakan hal buruk tentang Bunda di belakang, atau bahkan menyebarkan rumor tentang kita.
6. Kehadirannya tidak konsisten
Teman palsu sering muncul saat mereka membutuhkan sesuatu. Sebaliknya, mereka suka menghilang saat kita membutuhkan dukungan.
Teman palsu mungkin menghilang atau membuat alasan di saat kehadirannya dibutuhkan. Mereka berbohong dengan mengatakan betapa peduli dengan temannya, padahal sama sekali tidak ingin terlibat dalam sebuah masalah.
7. Seorang manipulatif
Sikap manipulatif adalah tindakan mempengaruhi, mengendalikan, atau memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi. Sikap ini biasanya juga dimiliki oleh seorang teman palsu.
Mereka mungkin menggunakan rasa bersalah, manipulasi, atau pemerasan emosional untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Bunda. Dalam beberapa kondisi, orang dengan sikap manipulatif juga suka memutarbalikkan fakta sehingga merugikan orang lain.
8. Suka mengabaikan batasan
Teman palsu adalah orang yang suka mengabaikan batasan. Orang dengan perilaku ini biasanya memiliki kesulitan dalam menghargai privasi, waktu, dan hak emosional orang lain, Bunda.
Mereka mungkin secara konsisten melanggar atau mengabaikan batasan orang yang dianggap temannya. Pada tahap tertentu, orang dengan perilaku ini suka menunjukkan kekuasaan dengan memaksa, mencampuri urusan pribadi orang lain, serta mengabaikan kata 'tidak' sebagai bentuk penolakan.
9. Selalu menetapkan persahabatan yang bersyarat
Teman palsu selalu menetapkan persahabatan yang bersyarat. Mereka bersahabat tergantung pada apa yang mereka dapatkan, misalnya status sosial, harta benda, keuntungan finansial, atau jenis manfaat lainnya.
Ketika orang ini mencapai tujuannya, mereka akan kehilangan minat untuk melanjutkan persahabatan. Mereka bahkan bisa meninggalkan orang yang dianggap teman ketika dirasa sudah tidak memberikan manfaat apa pun.
10. Suka mengingkari janji dan tidak dapat diandalkan
Teman palsu mungkin tidak dapat diandalkan dan jarang menepati janji mereka kepada orang yang dianggap temannya. Pada banyak situasi, kita mungkin merasa sulit untuk mengandalkan mereka.
Salah satu sikap mereka yang tidak dapat diandalkan adalah kebiasaan membuat rencana dan membatalkannya. Mereka juga mungkin berjanji untuk membantu dalam sesuatu, namun kemudian menghilang begitu saja.
11. Suka memprovokasi orang untuk melawan
Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita memiliki teman palsu adalah dengan melihatnya bersikap. Jika mereka mulai memprovokasi orang-orang di sekitar untuk melawan Bunda, maka mereka adalah teman palsu.
Mereka sering kali mengadu domba untuk mendapatkan kesenangan atau manfaat pribadi. Orang yang termasuk teman palsu juga biasanya adalah pembohong yang tidak akan pernah membela atau membantu saat temannya terprovokasi.
Demikian 11 cara mengenali teman palsu yang ada di sekitar kita. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
3 Kalimat yang Perlu Dihindari Jika Ingin Dinilai Sebagai Wanita Cerdas
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Tanda Seseorang Diam-diam Membenci Kita Menurut Pakar
Ciri-ciri Orang Tulus Sama Kita, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini
7 Ciri Kepribadian Orang yang Temannya Sedikit, Kamu Termasuk?